Genap Berusia 114 Tahun, SD Negeri 1 Godean Menjadi Saksi Bisu Perjalanan 3 Zaman

Sleman — Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Godean yang berlokasi di Padukuhan Gatak, Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-114 pada Jumat (11/09/2026). Momentum bersejarah bagi sekolah yang berdiri sejak 12 September 1912 ini diwarnai dengan pemotongan tumpeng, pelepasan balon berhadiah, kirab budaya 14 gunungan, pentas seni siswa, hingga aksi kepedulian sosial.
Keberadaan SD Negeri 1 Godean memiliki keunikan sejarah tersendiri karena telah melintasi tiga era perjalanan bangsa, yaitu zaman penjajahan Belanda, masa pendudukan Jepang, hingga era kemerdekaan Republik Indonesia. Sekolah yang pada awal berdirinya dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan “Sekolah Angka Loro” ini terus bertahan dan berkembang melayani kebutuhan pendidikan dasar warga setempat melintasi rentang waktu lebih dari satu abad.
Kepala SD Negeri 1 Godean, Jumadi, menegaskan bahwa usia panjang sekolah yang berdiri jauh sebelum kemerdekaan ini harus menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran bagi 350 siswa yang terdaftar dari kelas satu hingga enam.
“Sekolah ini awalnya dikenal dengan sebutan ‘Sekolah Angka Loro’ dan telah mengalami tiga zaman, yakni zaman penjajahan Belanda, Jepang, dan zaman kemerdekaan. Marilah di hari jadi ini kita jadikan sarana evaluasi bersama antara guru, karyawan, orang tua siswa, dan komite sekolah agar SD ini bisa tumbuh dan berkembang serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa,” ujar Jumadi.
Peringatan hari jadi tersebut turut dimeriahkan dengan kirab 14 gunungan yang dilepas oleh Koordinator Wilayah Pendidikan Godean, Tuginem, yang mengarak produk kreasi dari 12 kelas, komite sekolah, serta jajaran guru dan karyawan mengelilingi rute permukiman warga. Rangkaian perayaan juga dilengkapi penyerahan bantuan alat tulis dari mantan guru setempat, Ahyadi, kepada 15 siswa kurang mampu, serta kerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (RS UGM) berupa pemeriksaan gigi gratis, santunan untuk 60 siswa, dan pembagian 60 paket bingkisan bagi warga di sekitar lingkungan sekolah. (Giek/KIM Moyudan)



