Ketua Umum PBNU Dorong Kebersamaan untuk Berkontribusi bagi Bangsa dan Masyarakat

Sleman — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong penguatan kebersamaan dan persatuan umat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026–2031, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, saat menyampaikan mauidzah hasanah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Grebeg Minggir 2026” di Pondok Pesantren Minggir, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026) malam.
Acara yang dihadiri ribuan jamaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini turut dihadiri jajaran Forkopimda DIY dan Kabupaten Sleman, di antaranya Wakapolda DIY, Danrem 072/Pamungkas, Sekda Sleman Abu Bakar, serta para pengurus PWNU DIY dan PCNU Sleman. Dalam tausiahnya, Gus Kikin mengingatkan peran historis ulama dan pesantren dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Gus Kikin mengajak masyarakat meneladani perjuangan para ulama pendahulu dengan memperkuat persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).
“Mari bersama-sama meneladani para ulama pendahulu dengan selalu bersatu dan memberikan kontribusi nyata untuk bangsa dan masyarakat. Bersatu dalam persaudaraan yang tidak hanya dalam bentuk ukhuwah islamiyah, tetapi juga ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, sehingga Indonesia ke depan bisa menjadi bangsa yang diridhoi Allah SWT,” ujar Abdul Hakim Mahfudz di hadapan para jamaah.
Ketua Panitia Penyelenggara Grebeg Minggir 2026, Rihlah Rayya Khoiriyah, mengutarakan bahwa kegiatan tahunan ini digelar untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam merawat toleransi dan kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat yang majemuk. Peringatan Maulid kali ini dimeriahkan dengan tradisi ramah tamah menyajikan dua ekor sapi dan satu truk durian untuk para pengunjung.
Pengasuh Pondok Pesantren Minggir, Achmad Muwafiq atau Gus Muwafiq, menegaskan bahwa tradisi berkumpul dan makan bersama dalam perayaan Maulid Nabi merupakan ekspresi kegembiraan sekaligus sarana menggerakkan perekonomian umat.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang Baginda Nabi Muhammad SAW, tetapi merawat kecintaan kita kepadanya dan para penerus risalahnya yaitu para ulama. Grebeg Minggir menjadi ekspresi kegembiraan sekaligus menguatkan tradisi lokal yang telah menjadi karakter kebangsaan,” tutur Achmad Muwafiq.
Senada dengan hal tersebut, Sekda Sleman, Abu Bakar, mengapresiasi penyelenggaraan Grebeg Minggir 2026 sebagai ruang pendorong toleransi dan kerukunan antarwarga guna mendukung kondusivitas pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman. (Sulistiyono/KIM Seyegan)



