Peringati Hari Jadi Ke-80, Kalurahan Margoagung Gelar Upacara Bendera Berbahasa Jawa

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, menggelar Upacara Bendera berbahasa Jawa dalam rangka memperingati Ridumadining atau Hari Jadi Kalurahan Margoagung ke-80 di halaman Kantor Kalurahan Margoagung, Sleman pada Sabtu (12/9/2026). Upacara ini diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari Pamong, BPKal, LKK, pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan khidmat tersebut turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, dua Anggota DPRD Sleman RB Ramelan dan Suharyono, serta Panewu Agung Endarta bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon Seyegan.

Dalam amanatnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pelestarian nilai-nilai adat serta budaya lokal yang dinilai menjadi benteng identitas generasi muda di tengah arus globalisasi.

“Pemerintah daerah selalu mendukung setiap kegiatan masyarakat dalam menjaga warisan luhur. Masyarakat diharapkan tetap hidup rukun agar pembangunan berjalan lancar, dan pemerintah kalurahan terus berinovasi memanfaatkan potensi lokal demi kesejahteraan bersama,” ujar Harda Kiswaya.

Lurah Margoagung, Djarwo Suharto, menjelaskan bahwa penggunaan bahasa, pakaian, dan tata cara Jawa dalam upacara ini bertujuan memperkuat rasa nasionalisme sekaligus melestarikan tradisi lokal. Peringatan hari jadi ini juga menjadi momen untuk mengenang jasa para pendiri dan mantan pimpinan kalurahan terdahulu.

“Upacara berbahasa Jawa ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 untuk menanamkan kedisiplinan dan nilai budaya. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang pendahulu sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dan kolaborasi dalam membangun Margoagung,” kata Djarwo Suharto.

Rangkaian peringatan Ridumadining telah dimulai dengan kenduri keselamatan pada Senin (7/9/2026) dan ziarah ke makam para mantan lurah pada Kamis (10/9/2026). Perayaan akan berlanjut dengan Pekan Olahraga Kalurahan turnamen bola voli pada Senin (14/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026), pentas seni sanggar pada Jumat (25/9/2026), serta puncak Gelar Budaya Potensi Kalurahan pada Sabtu (26/9/2026).

Usai pelaksanaan upacara, seluruh tamu undangan dan peserta mengikuti prosesi pemotongan tumpeng serta menikmati suguhan hidangan khas dari Forum Komunikasi UMKM Agung Ngrembaka Kalurahan Margoagung. (Sulistyono/KIM Seyegan)




LMY Sleman Gelar Mudarosatul Qur’an Perdana demi Lestarikan Tradisi Pembelajaran Yanbu’a

Sleman – Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Mudarosatul Qur’an sekaligus silaturahmi pengurus di TPQ Maguwoharjo, Sleman pada Minggu (13/9/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak pukul hingga WIB ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen pelestarian tradisi pembelajaran Al-Qur’an metode Yanbu’a di wilayah Kabupaten Sleman.

Acara yang menghimpun pengurus dan para guru Yanbu’a se-Kabupaten Sleman ini diisi dengan kegiatan mudarosah atau saling menyimak dan mempelajari bacaan Al-Qur’an. Selain meningkatkan keahlian teknis membaca Al-Qur’an, agenda ini ditujukan untuk membangun sinergi dan ukhuwah antar-pengajar keagamaan.

Ketua LMY Kabupaten Sleman, Mohammad Yazid, menegaskan bahwa kelembagaannya berupaya konsisten mengawal sanad dan tradisi mengaji berbasis metode khas asal Kudus, Jawa Tengah tersebut di tengah dinamika masyarakat.

“Di sini kita berusaha menjaga dan melestarikan tradisi mengaji ala Yanbu’a Kudus,” kata Mohammad Yazid.

Ia menambahkan bahwa LMY Sleman diproyeksikan tidak hanya sebagai wadah koordinasi struktural, tetapi juga menjadi ruang kolaboratif untuk meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta tercermin dari tanggapan salah satu guru Yanbu’a yang hadir, Muhammad Zainudin Maskur. Ia mengapresiasi inisiasi pengurus LMY Kabupaten Sleman yang berhasil menyelenggarakan agenda kebersamaan tersebut untuk pertama kalinya.

“Ini merupakan kegiatan perdana dari Lajnah Muroqobah Yanbu’a Kabupaten Sleman. Diharapkan kegiatan ini bisa rutin dan berkesinambungan, serta menjadi wadah silaturahmi Yanbu’a di Sleman,” ujar Zainudin Maskur.

Melalui komitmen mudarosah dan jalinan silaturahmi yang erat, LMY Kabupaten Sleman berharap dapat terus memelihara ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas serta mencetak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an di Kabupaten Sleman. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Pendakwah Dituntut Solutif dan Adaptif, Muballigh Muhammadiyah Moyudan Dibekali Psikologi Dakwah

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan membekali para pendakwahnya dengan wawasan psikologi dakwah dalam Pembinaan Korp Muballigh yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman pada Minggu (13/9/2026). Pelatihan ini diselenggarakan untuk mendorong para muballigh agar tidak sekadar berkhotbah, melainkan mampu memahami keanekaragaman karakter jamaah serta memberikan solusi konkret atas permasalahan umat.

Narasumber materi Psikologi Dakwah, Ahmad Ahsan Jihadan, menegaskan bahwa pendekatan psikologis sangat krusial mengingat objek dakwah adalah manusia dengan latar belakang dan dinamika sosial yang beragam. Menurutnya, keteladanan sikap dan perilaku seorang dai di kehidupan sehari-hari justru menjadi cerminan dakwah yang berbobot.

“Dakwah adalah ajakan kepada umat, harus informatif, persuasif, dan entertain. Saat berdakwah, harus ada informasi baru, atau informasi lama tetapi dengan perspektif baru,” ujar Ahsan Jihadan.

Ia menerangkan bahwa aspek informatif menuntut muballigh memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwah yang relevan dengan zaman. Sementara aspek persuasif membutuhkan teladan nyata dan support system yang mendampingi jamaah menuju perubahan perilaku positif.

Mengenai aspek entertain, Ahsan menggarisbawahi bahwa daya tarik dakwah yang sesungguhnya terletak pada efektivitasnya dalam menjawab persoalan masyarakat, bukan sekadar humor di atas panggung.

“Hiburan yang sejati adalah berupa solusi terhadap suatu permasalahan yang dihadapi umat, problem solving. Humor boleh, tapi dengan porsi secukupnya, jangan sampai melanggar syariat dan etika,” tegasnya.

Selain itu, Ahsan berpesan agar para pendakwah senantiasa bersikap ramah, bersahaja, serta memiliki kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi respons jamaah yang bervariasi. Melalui pembinaan ini, para muballigh PCM Moyudan diharapkan mampu tampil sebagai sosok pendakwah yang adaptif, komunikatif, dan membawa manfaat nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Muhammadiyah Moyudan Gelar Pembinaan Korp Muballigh untuk Cetak Pendakwah Profesional

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan menggelar Pembinaan Korp Muballigh di Aula SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sleman pada Minggu (13/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mencetak pendakwah yang profesional, kontekstual, serta mampu menjawab berbagai tantangan kebutuhan masyarakat secara efektif.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Moyudan, Abu Hanifah, menekankan pentingnya sinergisitas antar-pendakwah. Menurutnya, keberhasilan gerakan dakwah tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu, tetapi juga pada ikatan persatuan dan ketulusan aqidah para muballigh.

“Tak kalah penting adalah antara muballigh satu dengan yang lain harus saling menguatkan dan bersinergi dalam berdakwah,” tegas Abu Hanifah.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Harjaka, menghadirkan dua materi utama. Materi Psikologi Dakwah dipaparkan oleh Ahmad Ahsan Jihadan, sementara Penguatan Ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Untung Cahyono.

Saat membuka acara, Harjaka mengingatkan para peserta agar bangga dengan amanah sebagai pendakwah. Ia juga menguraikan tiga karakter penting Muhammadiyah, yaitu sebagai jami’ah (wadah silaturahmi), sirkah (ruang kerja sama bermanfaat), dan harokah (gerakan amar makruf nahi munkar serta pembaharuan).

“Sehingga umat atau warga Muhammadiyah menjadi orang-orang cerdas, encere nang endas, mengedepankan ridha Allah. Karena umat cerdas akan memiliki pendirian kuat, tak mudah diombang-ambingkan keadaan,” ujar Harjaka.

Lebih lanjut, Harjaka berpesan agar muballigh mampu memahami keberagaman kondisi jamaah dengan memegang filosofi urip, urup, lan urap. Pendakwah diharapkan memiliki tujuan hidup yang jelas, memberikan kemanfaatan luas, serta menyampaikan materi dakwah yang bermakna bagi kehidupan sosial.

Melalui pembinaan ini, para peserta dibekali wawasan komprehensif agar dapat terjun langsung ke masyarakat dengan pendekatan dakwah yang arif dan relevan. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dinsos Sleman Resmikan WKSBM Berkah Sari di Padukuhan Klisat Sebagai Wadah Kesejahteraan Sosial Ke-99

Sleman – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman resmi menumbuhkan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) ke-99 yang diberi nama “Berkah Sari” di Padukuhan Klisat, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman pada Jumat (11/9/2026). Peresmian ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan sosial masyarakat di tingkat akar rumput secara legal.

Acara penumbuhan WKSBM tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman Sri Handayani, Carik Sumbersari Junaidi, Dukuh Klisat Rama Wiksn Pratama, serta jajaran pengurus RT, RW, PKK, kader, pemuda, dan perwakilan Forum WKSBM Sleman.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman, Sri Handayani, menjelaskan bahwa WKSBM bekerja dengan prinsip dasar dari, oleh, dan untuk masyarakat. Lembaga ini hadir untuk melegalkan kegiatan kepedulian sosial yang sebenarnya telah lama mengakar dalam kehidupan warga sehari-hari.

“WKSBM merupakan lembaga sosial pada akar rumput yang memiliki prinsip dari, untuk, dan oleh. Terbentuknya WKSBM merupakan inisiatif dan kesepakatan warga. Selanjutnya segala kegiatan yang direncanakan untuk kepentingan warga, dan segala sesuatunya juga dikerjakan oleh warga setempat. Dengan terbentuknya Klisat, ini resmi menjadi WKSBM yang ke-99 di Sleman,” ujar Sri Handayani.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pemerintah Kalurahan Sumbersari. Carik Sumbersari, Junaidi, mengapresiasi langkah Dinsos Sleman karena WKSBM Berkah Sari menjadi wadah sosial resmi kedua yang berdiri di wilayah Sumbersari setelah WKSBM Sombangan terbentuk pada 2014 lalu.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinsos Sleman. Pemerintah Kalurahan Sumbersari berharap kegiatan sosial yang sudah berjalan di tengah masyarakat kini bisa terwadahi secara resmi. Setelah terbentuk, kami mohon Dukuh Klisat segera menyampaikan berita acara dan dilengkapi nama pengurus untuk kami buatkan SK Lurah,” kata Junaidi.

Proses pembentukan yang dipimpin oleh Forum WKSBM Sleman bersama Dukuh Klisat Rama Wiksn Pratama tersebut berhasil menyepakati struktur kepengurusan secara musyawarah dan gotong royong. Kepengurusan WKSBM Berkah Sari mempercayakan posisi Ketua kepada Marjono dan Ngadiyono, Sekretaris Tuti Ratnawati, Bendahara Dalimin, serta dilengkapi oleh para koordinator seksi. (Giek/KIM Moyudan)