Musrenbangkal Caturtunggal 2026 Dorong Partisipasi dan Optimalisasi Potensi Kalurahan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun 2027, Selasa (1/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal ini dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Panewu Depok, Penjabat Lurah Caturtunggal beserta jajaran pamong kalurahan, BPKal, dukuh, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta pengurus Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK).
Musrenbangkal menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebutuhan, usulan, dan prioritas pembangunan. Forum ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan Kalurahan Caturtunggal.
Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
“Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang turut berperan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di kalurahan,” ungkap Feri.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar program pembangunan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan sekaligus potensi yang dimiliki Kalurahan Caturtunggal.
“Caturtunggal memiliki berbagai potensi yang perlu dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan di kalurahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PMK Kabupaten Sleman, Agung Dwi Maryoto, mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangkal di Kalurahan Caturtunggal. Ia menyampaikan bahwa dari 86 kalurahan di Kabupaten Sleman, Caturtunggal menjadi salah satu dari empat kalurahan yang telah menyelenggarakan Musrenbangkal.
Ia berharap forum tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki kalurahan.
Menurut Agung, Kalurahan Caturtunggal memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD).
“Harapannya, PAD di Caturtunggal dapat dimaksimalkan. Banyak universitas, hotel, dan rumah sakit yang dapat diajak menjalin kerja sama serta berkontribusi melalui program CSR bagi masyarakat Kalurahan Caturtunggal,” ujarnya.
Berbagai masukan dan usulan yang disampaikan dalam Musrenbangkal akan menjadi bahan dalam menentukan prioritas pembangunan RKPKal Tahun 2027. Perencanaan tersebut disusun dengan mempertimbangkan kewenangan kalurahan, kebutuhan masyarakat, potensi lokal, serta kemampuan sumber daya yang tersedia.
Melalui keterlibatan pemerintah kalurahan, BPKal, dukuh, LPM, LKK, dan unsur masyarakat lainnya, Musrenbangkal diharapkan menghasilkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Oktaviana/KIM Depok)



