21 Pamong Kalurahan Sukoharjo Disumpah

Sudah sewindu atau 8 tahun Undang-undang nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta diberlakukan. Selama 8 tahun itu pula, masih banyak kendala dalam melaksanakan program program keistimewaan di DIY baik dalam pendanaan dan program kegiatan dan juga dalam menata kelembagaan yang disesuaikan dengan keistimewaan itu sendiri. Namun semua kendala tersebut secara bertahap bisa diatasi seperti pada Senin (26/10/2020) di Balai Kalurahan Sukoharjo dilaksanakan Sumpah Pelantikan Pamong Kalurahan Sukoharjo. Sebanyak 21 orang pamong dilantik oleh PJ Kepala Desa Sukoharjo, Bara Hernowo Natali.

Pengambilan Sumpah Pamong Kalurahan Sukoharjo ini merupakan penyesuaian UU Keistimewaan antara lain Sekretaris Desa menjadi Carik Kalurahan Sukoharjo, Seksi Pelayanan menjadi Kamituwa, Seksi Keuangan menjadi Danarta, Seksi Perencanaan menjadi Pangripta, Seksi Tata Usaha Umum menjadi Tatalaksana, Seksi Pemerintahan menjadi Jagabaya, Seksi Kesejahteraan menjadi Ulu-ulu, serta untuk Dukuh tetap Dukuh. Dengan perubahan Desa menjadi Kalurahan maka semua kelembagaan sejak tanggal 26 Oktober 2020 dimulai nomenklatur dan jabatan baru yang disebut pamong kalurahan.

Panewu Ngaglik, Subagya, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Lurah Sukoharjo yang telah melantik dan mengambil sumpah seluruh Pamong Kalurahan Sukoharjo.

“Saya ucapkan selamat kepada yang dilantik, semoga dengan pelantikan ini membawa manfaat dan lebih meningkatkan kinerja para Pamong Kalurahan Sukoharjo,” ujarnya.

Subagya juga mengimbau, usai dilantik para pamong segera mengadakan penyesuaian dengan UU yang ada.

“Walaupun kita semua masih menunggu petunjuk tugas pokok dan fungsi lembaga baru yang menjadi Pamong Kalurahan, secara garis besar masih sama fungsinya yakni melayani masyarakat, untuk tugas yang baru pasti nantinya banyak tambahan beban pekerjaan terkait dengan penyesuaian lembaga keistimewaan ini,” imbuhnya. (Kim Ngaglik/Srp)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts