30 Persen Calhaj Sleman Kategori Risiko Tinggi

Sleman – Calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Sleman pada tahun 2016  ini tercatat sebanyak 933 orang dan dari jumlah tersebut 30 persen termasuk dalam calon jamaah kategori risiko tinggi.‬

‪Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Lutfi Hamid mengatakan risiko tinggi pada calon jamaah haji dilihat dari faktor usia.

“Terutama usia di atas 55 tahun termasuk dalam kategori risiko tinggi,” kata Lutfi, Senin (11/7).

‪Menurut dia, selain terkait umur, calon jamaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi bisa disebabkan karena penyakit yang sedang diderita.

“Mereka yang dikategorikan kelompok risiko tinggi akibat menderita hipertensi, jantung dan diabetes,” katanya.

‪Lutfi mengatakan, nantinya dari Kementerian Agama akan memberikan tanda khusus bagi calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok risiko tinggi.

‪”Bagi yang masuk dalam kelompok risiko tinggi, calon jamaah diharapkan untuk menjaga kesehatan. Sebab setelah Lebaran, Kemenag Sleman mulai melakukan sejumlah persiapan berupa manasik haji,” katanya.

‪Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Sleman, Silvia Rosseti mengatakan manasik haji dilakukan delapan kali di tingkat kecamatan, dua kali di kabupaten dan sekali secara massal.

‪”Dari jumlah calon jamaah haji terbagi dalam tujuh kloter dan diperkirakan berangkat pada 26 hingga 19 Agustus,” katanya.‬

‪Ia mengatakan jamaah haji Sleman dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Tahun ini tambahan jamaah sebanyak 51 orang.‬

‪”Penambahan dilihat dari besarnya animo masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji,” katanya.‬

‪Silvia mengatakan, tahun ini terdapat tujuh calon jamaah haji mengundurkan diri setelah melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).‬

“Kursi kosong akibat pengunduran diri tersebut, akan diisi calon jamaah haji cadangan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts