300 Mahasiswa UHAMKA Jakarta Belajar Masyarakat Tangguh Bencana Cangkringan

Masyarakat Tangguh Bencana di Cangkringan, khususnya di sekitar lereng Merapi yang terbukti tangguh dalam menghadapi bencana alam mendapat apresiasi sampai tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Budi Santoso MDMC PP Muhammadiyah dalam kegiatan studi lapang 295 mahasiswa Isipol UHAMKA Jakarta, Sabtu (4/1/2019) di Masjid Nurul Mutaqin, Kompleks PKU Muhammadiyah Cangkringan, Argomulyo.

Husnan Nurjuman, S.Ag., M.Si. selaku Dosen Isipol UHAMKA Jakarta mata Kuliah Komunikasi Penyiaran Islam, mengatakan merasa bangga bisa hadir di tengah Masyarakat Tangguh Bencana di Cangkringan dan Sleman.  

“Pada prinsipnya bencana alam seperti erupsi, banjir, tsunami bukanlah bencana jika tidak ada korban jiwa, di sinilah konsep Masyarakat Tangguh Bencana ini menjadi penting untuk mengurangi risiko bencana dan masyarakat Cangkringan dengan berbagai stakeholder termasuk Muhammadiyah mengambil peran besar untuk membangun konsep tangguh bencana ini,” katanya.

LPB PDM Sleman yang dikomandani M. Fauzah Yaksya, selaku tuan rumah menyampaikan pengalamannya selama erupsi Merapi 2010 dan bencana lain yang terjadi di Sleman, yakni dengan melibatkan dan mengkoordinasikan semua potensi AUM Muhamdiyah beserta ortomnya.

Sementara Sumarah S.Pd, Bundanya Relawan Sleman yang telah berkiprah sejak Merapi 1994  sampai sekarang, pun berbagi bagaimana dirinya merasa panggilan kemanusiaan dan keinginan untuk menjaga akidah umat menjadi penyemangatnya berkecimpung di dunia kebencanaan dan kerelawanan Muhammadiyah. (Arif Hartanto)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts