441 Kelompok Tani Terima Bantuan Alat Pertanian

Sleman – Sebanyak 441 kelompok tani di Kabupaten Sleman mendapat bantuan sarana dan prasarana pertanian, perikanan dan kehutanan senilai Rp 2,27 miliar. Penyerahan dilaksanakan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI didampingi Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi di halaman kantor  Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman, Rabu, (24/9).

Menurut penjelasan Widi Sutikno bantuan yang diserahkan terdiri dari pompa air 100 buah untuk 75 kelompok, timbangan, angkong 20 buah dan kranjang panen salak pondoh 180 buah untuk 10 kelompok,  cultivator 3 buah untuk 3 kelompok, transplanter (alat tanam) 2 buah untuk 2 kelompok, copper 3 buah untuk 3 kelompok, pompa air 115 buah untuk 115 kelompok, timbangan ikan 115 buah untuk 115 kelompok, alat ukur kadar air 35 buah untuk 35 kelompok, mesin pengolah bambu 4 buah untuk 4 kelompok dan traktor 37 buah untuk 37 kelompok.

Usai menyerahkan bantuan Sri Purnomo berpesan kepada kelompok tani penerima bantuan untuk dapat memanfaatkan sarana dan prasarana pertanian ini seoptimal mungkin. Pemkab Sleman memiliki komitmen yang kuat untuk memperkuat kondisi perekonomian warga, sebagai upaya dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera baik lahir maupun bathin.

Salah satu upaya penguatan tersebut dilakukan melalui fasilitasi pemerintah kepada kelompok petani yang mengajukan proposal bantuan sarana prasarana pertanian. Dengan saranaprasarana pertanian yang diberikan, diharapkan agar kelompok petani penerima dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan usaha pertaniannya.  Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan sektor pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu unggulan perekonomian.

Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,84% dalam PDRB atas harga berlaku tahun 2013, dan berdasar struktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar 28% masyarakat Sleman bergerak pada sektor tersebut.

“Oleh karena itu, untuk rencana pembangunan daerah ke depan, kami telah menetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, sebagai bagian dari upaya kami menjaga stabilitas ketahanan pangan,” kata Sri Purnomo.

Sebagai wilayah penyangga kebutuhan pangan DIY, Kabupaten Sleman berupaya menjaga keswasembadaan pangan yang merupakan prioritas penting. Untuk itu, Pemkab Sleman melakukan berbagai upaya, seperti pada aspek kebijakan, pelaksanaan teknis di lapangan baik sektor tanaman pangan, pertanian dan perkebunan, serta perikanan. Upaya stabilisasi ketahanan dan ketersediaan pangan dilakukan dari aspek peningkatan SDM, kelembagaan, sarana prasarana maupun pemanfaatan lahan.

Sri Purnomo juga mengharapkan agar Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, melalui para petugas penyuluh lapangan dapat terus memotivasi petani untuk dapat memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian. Para penyuluh lapangan juga perlu membekali diri dengan peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian yang modern tanpa meninggalkan pengembangan pertanian yang telah berhasil guna dalam meningkatkan kesejahteraan para petani.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts