Jumlah Persediaan Darah PMI Sleman Meningkat

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman sudah mampu melakukan pemisahan komponen darah sejak dua tahun terakhir. Mulai tahun lalu, PMI juga membuka pelayanan darah selama 24 jam. 

Mengetahui informasi tersebut, sejumlah rumah sakit kini banyak yang menjalin kerja sama dengan PMI. Jumlah persediaan darah juga meningkat. Jika sebelumnya setiap bulan rata-rata hanya ada stok 300 kantung, sekarang mencapai 700-800 kantung darah.

“Stok darah tidak hanya berasal dari kami tapi juga instansi lain. Jika ada lembaga yang merayakan ulang tahun biasanya melakukan kegiatan donor darah,” kata Ketua PMI Sleman, dr  Sunartono Mkes di Sleman, Kamis (15/10).

Ditambahkan, PMI Sleman mempunyai “momongan” Gunung Merapi yang sering mengalami erupsi. Untuk keperluan itu PMI Ranting Pakem diperkuat untuk berjaga. Di sana juga ada relawan yang siaga setiap hari.

Selain melakukan pelayanan bencana Merapi, PMI Sleman juga memiliki pengalaman penanganan sejumlah bencana. Di antaranya gempa bumi, kekeringan, angin ribut, dan tanah longsor.

“Banjir lahar, kecelakaan lalu lintas, dan pendaki gunung yang tersesat juga sering terjadi,” kata Sunartono.

Sementara itu hasil bulan dana PMI Sleman tahun ini sebesar Rp 750 juta. Diakui, jumlah itu cukup banyak dan menggiurkan. Pengurus diingatkan agar berhati-hati dalam pengelolaannya agar tidak berurusan dengan hukum. ”Harus hati-hati. Target bulan dana tercapai tetapi kita harus selamat dari hukum,” tutur Sunartono.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts