87 Relawan di Kalurahaan Margomulyo Ikuti Bimtek Pendataan SDGs

Sebanyak 87 orang relawan yang tersebar di 13 padukuhan di Kalurahan Margomulyo mengikuti Bimbingan Teknis Sustainable Develoment Goals (SDGs) yang digelar di Gedung Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Selasa (1/6/2021).

Bimtek dihadiri juga oleh Lurah Margomulyo, Ketua BPKal Margomulyo, Lembaga Kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pendamping Desa Margomulyo.

SDGs sendiri merupakan pembangunan total desa, yang implementasinya tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 59/2017.

Suhardjono, Lurah Margomulyo pada kesempatan tesebut menggarisbawahi mengenai pentingnya data yang akan diperoleh oleh relawan SDGs terhadap kelangsungan pembangunan di Kalurahan.

“Output yang berupa data kuesioner yang dihasilkan dari pendataan tersebut merupakan database yang sangat penting untuk perencanaan pembangunan 6 tahun mendatang,” ungkap Suhardjono.

Wahyu Dwi Sulistyo, Pendamping Lokal Desa yang bertindak sebagai narasumber pada Bimtek memberikan penjelasan mengenai SDGs dan pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan. “Dasar penggunaan dana desa, yaitu dana desa harus dirasakan seluruh warga, terutama golongan rendah, dan harus berdampak pada peningkatan ekonomi dan SDM Desa,” jelas Wahyu.

Pembangunan desa sendiri menurut Wahyu harus mengarah pada 18 tujuan atau tema pembangunan berkelanjutan.

“Beberapa diantaranya adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, dan keterlibatan perempuan desa,” terangnya.

Sementara itu, Margiyanto, Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat yang bertindak sebagai narasumber kedua lebih menekankan kepada teknis pengisian kuesioner SDGs. Menurutnya data dari kuesioner menjadi penentu keberhasilan pembangunan. “Sesuai dengan 4 kegiatan pokok dalam pelaksanaan pembangunan, yaitu pendataan, perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban,” ungkap Margiyanto.

Menurut Margiyanto, melalui data yang dihasilkan relawan nantinya akan didapatkan gambaran desa secara objektif, sehingga dapat menyusun rekomendasi dalam perencanaan pembangunan desa.

Dalam kuesioner untuk pendataan desa kata Margiyanto, harus ditekankan pada pendataan potensi dan sumber daya pembangunan desa, pendataan pada tingkat RT, pendataan tingkat kalurahan, dan pemutakhiran data desa. “Termasuk data kemiskinan,” tambahnya.

Para relawan rencananya akan turun ke lapangan untuk melakukan pendataan mulai dari tanggal 3 Juni 2021 hingga 24 Juni 2021. “Tanggal 3 sampai 17 Juni untuk pendataan kuesioner tangkat RT, tanggal 3 sampai 24 Juni 2021 untuk pendataan kuesioner rumah tangga dan individu. Tanggal 25 Juni 2021 merupakan batas akhir pengumpun kuesioner,” terang Irvan Susanto, Ketua Pokja Relawan Pendataan Kalurahan Margomulyo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts