Aktivitas Merapi Meningkat, Erupsi Diprediksi Tak Sebesar 2010

Menyikapi perkembangan aktivitas gunung Merapi saat ini, masyarakat diharap waspada namun tetap tenang serta memperhatikan arahan dari pihak yang berwenang. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih teliti dalam mengakses berita terkait merapi, agar tidak terpengaruh oleh kabar hoax.

“Supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat, terlebih di masa pandemi seperti saat ini”, kata Kepala Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyatno, saat rapat koordinasi penanganan darurat erupsi merapi di Aula lantai 3 Setda Sleman, Selasa (24/11/2020) sore.

Hadir pula pada rapat tersebut Ir. Dewi Sri Sayudi, Perekayasa Ahli Madya BPPTTKG-PVMBG-Badan Geologi. Menurutnya saat ini data pemantauan baik seismik maupun deformasi masih tinggi dan aktivitas guguran meningkat, menunjukkan dekatnya waktu erupsi. Namun, lanjutnya, jika terjadi erupsi eksplosif kemungkinan tidak sebesar erupsi tahun 2010 lalu.

Hal ini menurut Dewi berdasarkan beberapa fakta bahwa tidak terjadinya kegempaan dalam, migrasi magma berlangsung pelan, jumlan dan pola kegempaan peningkatan kegempaan serta deformasi EDM bersifat efusif mengikuti pola tahun 2006, dan banyaknya gempa hembusan menandakan lepasnya gas.

Rapat ini turut diikuti sejumlah pimpinan OPD terkait, TNI Polri, Lurah dan kapanewon yang berada di daerah rawan terdampak erupsi, serta sejumlah relawan. (Humas Sleman)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts