Aktualisasi Pendidikan Karakter, Santri Insan Utama Lakukan Bakti Sosial

Sleman – Memasuki sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadhan, masyarakat sudah mulai berlomba-lomba beribadah dan memperbanyak amalan. Termasuk kegiatan bakti sosial guna aktualisasi pendidikan karakter yang dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Insan Utama International Islamic Boarding School (IUIIBS) yang terletak di wilayah Padukuhan Mancasan, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (23/4/2022).

Berdasarkan keterangan penanggung jawab kegiatan bakti sosial, Heriyanto yang kesehariannya menjabat Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Utama 2 menjelaskan bahwa momentum berkah Ramadhan pada sepuluh malam terakhir ini dimanfaatkan santri Pondok Pesantren IUIIBS untuk memberikan amanah bakti sosial peduli warga berupa pemberian ratusan paket sembako bagi warga yang tergolong yatim, dhuafa, janda dan jompo yang tinggal di sekitar padukuhan Mancasan.

Adapun sumber pendanaan pengadaan paket sembako berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Yayasan Insan Utama Yogyakarta di bawah pengawasan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara resmi telah memperoleh izin operasional sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 423 Tahun 2015.

“Kegiatan sebar bakti sosial sejumlah 400 paket sembako ini merupakan salah satu bentuk kegiatan rutin setiap tahunnya guna mengaktualisasikan pendidikan karakter bagi santri dengan cara terjun langsung ke masyarakat memberikan manfaat seperti firman Allah SWT dalam surat At-Taubah tentang kewajiban dan keutamaan membayar zakat pada bulan suci Ramadhan,” tutur Heriyanto.

Ia juga berharap kegiatan yang dilakukan para siswanya dapat mendatangkan manfaat dan hikmah yang luar biasa lantaran dengan menunaikan zakat akan menyempurnakan Iman, sebagai bukti keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, serta dapat membersihkan hati dan diri karena berzakat tidak mengharapkan imbalan duniawi melainkan ketenangan hati dan pahala dari Sang Pencipta.

Hal senada disampaikan Sutarto selaku Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa zakat sejatinya dapat mempengaruhi kesehatan rohani yang menghubungkan manusia dengan Sang Maha Kuasa dan menjadikan pribadinya merasa penuh syukur, merasa aman dan tenang karena setiap kesulitan pasti ada kemudahan dimana pun berada, dan bagi seseorang yang berjuang dalam menuntut ilmu, ujian pendidikan adalah bagian dari jihadnya para santri.

“Saat berzakat santri belajar memberdayakan hartanya agar dana zakat mampu mendatangkan manfaat. Selama bulan suci Ramadhan para santri dipenuhi keberkahan dari para Muhsinin atau pendonasi yang telah memberikan donasinya guna keperluan menu buka puasa dan sahur. Kesempatan ini dijadikan sarana mengajak santri ikut berbagi dengan jalan menyalurkan dana zakatnya kepada mustahik secara produktif,” tambah Sutarto.

Dirinya juga bersyukur karena pandemi Covid-19 berangsur pergi sehingga di tahun 2022 umat muslim dapat beraktivitas di luar ruang untuk berbagi berkah dan bergotong-royong memulihkan kondisi perekonomian masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup bagi pemberi zakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts