Antisipasi Bencana, Kalurahan Banyuraden Gelar Simulasi Bencana

Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dilakukan oleh relawan Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping yang tergabung dalam Komunitas Dharma Laku bersama Destana Banyuraden. Kegiatan berupa simulasi terkait respon cepat penanganan bencana kebakaran semak dan permukiman penduduk di daerah bantaran sungai menggunakan ‘Rigid Alumunium Boat’ dilaksanakan di Perairan Embung Serut Banyuraden, Minggu (31/1/2021).

Menurut Koordinator Simulasi, Sholeh bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Komunitas Dharma Laku dengan melibatkan relawan Geplakan Siap Siaga, Pareanom, TheTrekkers Jogja, Waroeng Makan Klangenan, serta Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna Kapanewon Gamping yang saling bersinergi menyukseskan jalannya simulasi sesuai peran masing-masing.

“Kegiatan memperagakan adegan situasi seperti kebakaran sesungguhnya yang bertujuan untuk menyiapkan potensi sumberdaya manusia relawan dalam penanggulangan bencana kebakaran di bantaran sungai yang sulit dilalui mobil pemadam,” ujar Sholeh.

Oleh kerena itu, ia menyebutkan bahwa kegiatan pemadaman api ini dilakukan menggunakan Rigid Alumunium Boat.

“Sedangkan perahu Jon Boat digunakan sebagai sarana untuk mengevakuasi korban bencana,” ungkapnya.

Ketua Komunitas Dharma Laku, Sri Purwanti menerangakan alur simulasi yang dilakukan. Skenario diawali dengan aktivitas masyarakat yang sedang bercocok tanam, mandi, berbenah rumah, serta membersihkan lingkungan. Kemudian salah satu warga menyapu daun-daun bambu kering dan membakarnya. Selang beberapa menit api membesar hingga merembet ke pepohonan yang mengakibatkan kebakaran rumah. Selanjutnya salah satu penduduk meminta bantuan kepada tim relawan guna mengatasi bencana kebakaran tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen yang terlibat dalam simulasi siang ini atas kerjasama yang sudah terjalin baik sehingga kegiatan berjalan lancar dan selamat sesuai dengan skenario yang telah dibuat. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat diterapkan apabila terjadi keadaan yang sesungguhnya nanti,” kata Purwanti bersemangat.

Ia juga berharap agar warga permukiman sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap penyebab bencana kebakaran karena kelalaian manusia yang melakukan pembakaran sampah tidak terkontrol memiliki kerentanan sebagai pemicu terjadinya kebakaran. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts