Antisipasi Rendahnya Harga Salak dengan Budi Daya Kelapa Kopyor

Ada berbagai macam cara untuk mengantisipasi rendahnya nilai jual salak saat ini. Salah satunya adalah dengan budi daya Kelapa Kopyor. Hal ini yang disampaikan oleh Siswanto, warga Mlati, Kabupaten Sleman ketika memberikan sosialisasi mengenai Budi Daya Kelapa Kopyor di Rumah Makan Sedap Malam Gunung Anyar, Turi, Kabupaten Sleman, Jum’at (5/2/2021).

Siswanto yang telah malang melintang memberikan sosialisasi mengenai Kelapa Kopyor di beberapa daerah ini menyebutkan bahwa sudah ada beberapa petani yang melakukan budi daya Kelapa kopyor di Kapanewon Turi. “Ada pohonnya yang sudah berumur satu tahun,” ungkap Siswanto.

Ia menyatakan bahwa Kelapa Kopyor ini akan mulai berbuah setelah berumur 3 sampai 4 tahun. “Setelah Panen itu nanti harganya untuk yang besar itu 50 ribu rupiah per buahnya, untuk yang kecil itu 35 ribu rupiah. Kalau tidak berbuah pada masa tersebut, bisa diberikan nutrisi yang harganya itu 50 ribu,” katanya.

Siswanto kemudian menjelaskan tata cara melakukan budi daya Kelapa Kopyor, dimulai dari pembuatan lubang yang sesuai dengan ketentuan ukurannya, hingga tata cara pemupukan. “Lobang itu nanti diberi kapur, pasir dan pupuk kandang dari kambing,” ujarnya lagi.

Selain itu, Siswanto juga mengingatkan bahwa nantinya ketika panen, tidak semua kelapa menjadi kopyor. “Misalnya nanti berbuah 10 biji, 2 atau 3 biji nantinya tidak menjadi kopyor,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga menawarkan bantuan bagi warga yang berminat melakukan budi daya Kelapa Kopyor. Bentuk bantuannya antara lain penggantian bibit yang mati, dan menyediakan tenaga penanam khusus untuk yang ingin menanam dengan jumlah banyak.

“Sementara untuk menjadi agen, harus menanam minimal 20 batang Kelapa Kopyor,” Siswanto menambahkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan penyerahan simbolis bibit Kelapa Kopyor kepada salah seorang warga, sebelum ditutup dengan pembacaan do’a. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts