Antusiasme Masyarakat Sleman pada Sensus Online Dinilai Cukup Baik

Sensus penduduk online yang digelar oleh Badan Pusat Statistik telah berlangsung sejak tanggal 15 Februari lalu. Di hari pertama berlangsungnya sensus penduduk online, BPS Kabupaten Sleman sudah menerima sekitar 600 data dari masyarakat Kabupaten Sleman yang diinput dengan metode online yang merata di setiap kecamatan. Meski data yang masuk di hari pertama belum begitu banyak namun BPS mengatakan bahwa server untuk data sensus online sudah mulai sibuk pada jam kerja.

“Untuk di awal jika dilihat dari sibuknya server yang telah dipersiapkan sedemikian rupa namun mengalami kelambatan pada jam kerja maka dapat dikatakan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ujar Paulus, Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Sleman saat ditemui di kantor BPS Sleman pada Selasa (18/2/2020).

Paulus menambahkan bahwa dari 600 data yang masuk diawal hanya ada 376 data yang sudah clean. Hal tersebut dapat terjadi karena data tidak lengkap atau adanya eror saat pengisian.

“Data yang sudah clean di sini dimaksudkan bahwa data yang dimasukkan sudah lengkap. Jika data yang dimasukkan belum lengkap maka masyarakat bisa menyimpannya terlebih dahulu baru kemudian dilengkapi. Selain data yang kurang lengkap, masalah server juga bisa berpengaruh atau juga bisa dipengaruhi masalah sinyal,” jelas Paulus.

Di tengah permasalahan tersebut, Paulus mengimbau agar masyarakat tetap berpartisipasi dalam sensus penduduk online ini mengingat sensus masih akan berlangsung hingga 31 Maret 2020. Dengan partisipasi mandiri dari masyarakat ini, tentunya masyarakat tidak perlu menunggu petugas sensus untuk datang ke rumah.

“Kalaupun memang tidak bisa menggunakan metode online karena berbagai hal seperti masalah sinyal, NIK baru, NIK tidak masuk yang disebabkan kesalahan sistem dan berbagai hal lainnya tidak perlu khawatir kerena Juli akan diperbaiki dengan metode wawancara,” tambah Paulus. (Rep Ifan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts