PKK Margorejo Perkuat Pemberdayaan Perempuan, Siapkan Kader Hadapi Penilaian Posyandu 6 SPM

Sleman – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Margorejo menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Perempuan Berdaya di Beiji Park dan Pantai Klayar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kelompok kerja (Pokja) PKK Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan, memperkuat kapasitas organisasi, serta menyiapkan para kader menghadapi penilaian Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ketua TP PKK Margorejo, Maryana Abdul Azis, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini didanai melalui anggaran kalurahan untuk pemberdayaan perempuan dengan sumber pendanaan dari komponen pendapatan terkait pajak.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh Pokja untuk mempererat kebersamaan. Harapannya, setelah mengikuti pembinaan ini, para kader semakin bersemangat menjalankan kegiatan PKK dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Maryana Abdul Azis.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani, yang mengingatkan seluruh kader agar mematangkan persiapan teknis dan koordinasi kelembagaan jelang penilaian Posyandu 6 SPM.

“Posyandu 6 SPM akan ada penilaian, yang ketuanya juga Ketua PKK. Masa kepengurusan PKK sesuai dengan masa jabatan lurah, tidak seperti LKD yang lainnya,” tegas Anwar Ihsani.

Penilaian Posyandu 6 SPM menjadi fokus krusial mengingat posisi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat di tingkat kalurahan. Pemahaman terhadap masa kepengurusan PKK yang mengikuti periode jabatan lurah juga penting agar perencanaan program dapat berjalan selaras dan berkesinambungan dengan pemerintah kalurahan.

Melalui pembinaan di luar lingkungan kerja rutin ini, TP PKK Margorejo diharapkan makin solid dalam menjalankan peran pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan, pengasuhan anak, hingga penguatan ekonomi warga. (SBD/KIM Tempel)




Tampil Impresif, MDT Kalimasada Sardonoharjo Raih 10 Kejuaraan di PORSADIN VII Sleman 2026

Sleman – Kontingen Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kalimasada Sardonoharjo sukses mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026. Dalam helatan yang berlangsung di Kalurahan Pandowoharjo dan SD Negeri Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (17/10/2026) tersebut, santri-santri MDT Kalimasada berhasil memboyong 10 kejuaraan di berbagai cabang perlombaan.

Mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi”, PORSADIN VII Sleman 2026 diikuti oleh 205 santri MDT se-Kabupaten Sleman. Ajang tahunan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan mental juara, sportivitas, serta mempererat silaturahmi antar-madrasah diniyah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Nadhif, menekankan pentingnya memaknai perlombaan sebagai proses belajar dan pembentukan karakter kepemimpinan santri.

“Kewajiban kita yang utama adalah belajar, sinau. Menjadi juara itu bonus. Anak-anak yang mendapatkan juara tidak boleh sombong, sedangkan yang belum juara tidak boleh berkecil hati,” pesan Nadhif.

Kepala MDT Kalimasada, Saviera Ajeng, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru, pendamping, serta santri yang telah berjuang keras selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru MDT Kalimasada serta para pendamping yang telah sabar membimbing santri-santri kita. Bagi santri yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Perlombaan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk menempa diri. Pengalaman hari ini adalah bekal berharga untuk meraih keberhasilan yang lebih besar di masa depan,” tutur Saviera Ajeng.

Raihan gelar juara pertama berhasil disabet oleh Wisnu Resiaji di cabang Lomba Pidato Bahasa Indonesia dan Hanan Tazakka Nitiaksara di cabang Lomba Sholawat. Sementara itu, gelar Juara III diraih oleh Muhammad Al Fatih pada Lomba Baca Puisi serta Almeera Shabira Nawangsih pada Lomba Pidato Bahasa Indonesia.

Prestasi kontingen melengkapi deretan Juara Harapan I yang diraih oleh Muhammad Haidar Hilmi dan Ristyadistya di cabang Pidato Bahasa Arab, Fathina Garin Fuady di cabang Sholawat, serta tim Cerdas Cermat Agama (CCA) yang diperkuat Nathania Aqila, Fathin Adzkiya Nahda, dan Alesha Tsamara Az-Zahwa. Adapun gelar Juara Harapan II diraih oleh Sky Maldives pada Lomba Atletik serta Bushra Svetlana Semesta pada Lomba Sholawat.

Para santri peraih Juara I selanjutnya diproyeksikan mewakili Kabupaten Sleman ke ajang PORSADIN Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. (Ajeng/KIM DSN Ngaglik)




Panewu Tempel Apresiasi Porkal Sumberrejo 2026, Dorong Sportivitas dan Kebersamaan Warga

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumberrejo bekerja sama dengan Karang Taruna Dasa Eka Bhakti memeriahkan Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumberrejo 2026 melalui kegiatan senam massal dan pembagian hadiah di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (18/10/2026).

Acara yang terbuka secara gratis untuk umum ini dihadiri langsung oleh Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan. Dalam sambutannya, Rasyid mengapresiasi tinggi inisiatif penyelenggaraan Porkal sebagai sarana menjaga kebugaran fisik sekaligus merawat tali silaturahmi warga.

“Melalui kegiatan Pekan Olahraga Kalurahan ini, kita berharap semangat sportivitas masyarakat semakin meningkat. Bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita belajar berkompetisi secara sehat, saling menghargai, dan tetap menjaga persaudaraan,” ujar Rasyid Ratnadi Sosiawan.

Ia menambahkan, perjumpaan sosial melalui olahraga berbasis masyarakat sangat penting untuk memperkuat kepedulian, gotong royong, serta keharmonisan di lingkungan kalurahan.

“Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini menjadi sarana mempererat kebersamaan warga. Mari kita jadikan olahraga sebagai ajang memperkuat persatuan, membangun kerukunan, dan menumbuhkan semangat positif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian senam massal dipandu oleh instruktur Ika Rina dari Ronggolawé serta dihibur oleh penampilan Nury dan Erika WS dari Geng’s Production.

Selain berolahraga dan menikmati hiburan, masyarakat yang hadir disuguhkan beragam doorprize menarik yang disiapkan panitia, mulai dari peralatan rumah tangga hingga hadiah utama berupa seekor kambing.

Keterlibatan Karang Taruna Dasa Eka Bhakti dalam perhelatan ini juga membuktikan peran strategis pemuda sebagai motor penggerak kegiatan positif di tingkat lokal yang adaptif, kreatif, dan partisipatif. (SBD/KIM Tempel)




Gayamharjo, Tak Hanya Raja Gunung tapi Juga Raja Gadung

Sleman – Kalurahan Gayamharjo yang terletak di gugusan Pegunungan Prambanan, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyimpan potensi olahan pangan lokal berbahan dasar umbi gadung yang bernilai ekonomi tinggi.

Gayamharjo, wilayah ujung timur Sleman yang dikenal dengan situs peninggalan stupa Mintorogo, memiliki kekayaan hasil bumi berupa tanaman ubi-ubian liar yang tumbuh subur di kawasannya. Melalui pengolahan tradisional yang tepat, umbi liar berkandungan racun alami tersebut diubah menjadi olahan keripik gadung bertekstur renyah dan gurih.

Pembina UMKM Kalurahan Gayamharjo, Deni, memaparkan bahwa untuk mengolah umbi gadung menjadi camilan garing yang aman dikonsumsi, diperlukan teknik khusus serta tingkat ketelitian ekstra.

“Umbi gadung memiliki kandungan racun alami, makanya perlu penanganan yang tepat, salah satunya dicuci berkali-kali hingga racunnya hilang. Setidaknya perlu hingga lima kali pencucian, bahkan bisa lebih,” ujar Deni.

Proses pembuatan dimulai dari pengupasan dan pengirisan umbi secara tipis, perendaman di air mengalir selama beberapa hari, hingga pelumuran abu dapur atau garam untuk menyerap racun dan melunakkan serat umbi. Setelah dicuci bersih berulang kali hingga sisa abu hilang, irisan umbi dijemur hingga benar-benar kering sebelum masuk tahap penggorengan.

Saat ini, produksi keripik gadung di Gayamharjo dikelola secara terpusat oleh Kelompok UMKM Gadung “Sri Asih” yang mengusung merek dagang “Raja Gadung”. Kelompok ini juga sempat berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk penguatan manajemen usaha.

Deni menambahkan, optimasi promosi dan branding terus dilakukan agar Gayamharjo dapat berkembang menjadi desa wirausaha sentra produksi gadung, salah satunya melalui partisipasi dalam berbagai pameran UMKM.

“Pengembangan dilakukan dengan membuka stan di event-event, baik yang diadakan swasta maupun pemerintah, seperti di stan FOKOM UMKM Gayamharjo pada perhelatan Hari Kebudayaan 2026 yang diselenggarakan BPK Wilayah X di kawasan Candi Kedulan ini,” pungkas Deni saat ditemui di lokasi pameran pada Sabtu (17/10/2026). (Dwi Ony Raharjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Kader PKK Sumberrejo Diajak Bangun Kepercayaan Diri Lewat Keterampilan Public Speaking

Sleman – Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan keterampilan krusial bagi kader pemberdayaan masyarakat untuk menyampaikan pesan secara efektif, membangun kepercayaan, hingga menggerakkan warga.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Sumberrejo yang berlangsung di Aula Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (17/10/2026).

Dalam rakor tersebut, trainer dan konsultan komunikasi, Zenny Ika Risna, menyampaikan materi bertajuk “Art of Public Speaking: Percaya Diri Berbicara dan Memesona untuk Menginspirasi”. Materi ini disiapkan khusus untuk memperkuat kapasitas dan rasa percaya diri para kader PKK saat berinteraksi langsung dengan warga.

Zen Risna menekankan bahwa public speaking dalam konteks pemberdayaan bukan sekadar kepiawaian berpidato di atas panggung, melainkan kemampuan menyampaikan program, memimpin pertemuan, dan menjalin dialog yang persuasif.

“Berbicara dengan percaya diri bukan berarti harus selalu tampil sempurna. Yang penting, kita memahami pesan yang ingin disampaikan, mengenali siapa audiens kita, dan menyampaikannya dengan tulus serta jelas. Ketika pesan dipahami, komunikasi akan lebih bermakna,” ujar Zen Risna.

Ia mengimbau para kader untuk memadukan keberanian berbicara dengan sikap empati serta kemampuan mendengarkan lawan bicara.

“Tujuan komunikasi bukan hanya agar kita didengar, tetapi juga agar orang lain memahami pesan yang kita sampaikan. Karena itu, keberanian berbicara perlu berjalan bersama kemampuan mendengarkan dan menghargai lawan bicara,” tambahnya.

Zen Risna yang memiliki rekam jejak sebagai mantan penyiar radio, profesional perbankan, Koordinator Bidang Pengembangan SDM FK UMKM Sleman, serta Duta Museum DIY, berbagi tips praktis seputar penguasaan panggung, pelayanan pelanggan (customer service), hingga tata protokol sederhana bagi organisasi tingkat kalurahan.

Melalui pelatihan public speaking ini, TP PKK Kalurahan Sumberrejo berharap para kader makin sigap dan percaya diri dalam menjalankan pendampingan keluarga serta menjadi penggerak program pembangunan di wilayahnya. (SBD/KIM Tempel)