SintaArtosari, Inovasi Digital PAMDES Tirtosari Minggir Menuju Sumunar Awards Provinsi DIY

Sleman – Pengelolaan Air Minum Desa (PAMDES) Tirtosari di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan sistem digital terpadu bernama SintaArtosari. Inovasi berbasis aplikasi dan Internet of Things (IoT) ini dikembangkan untuk menjawab tantangan pengelolaan air bersih yang menjangkau 12 padukuhan di Sendangsari serta meluas hingga Kalurahan Sendangrejo.

Berawal dari kebutuhan untuk mengefektifkan pengawasan operasional dan pelayanan di tengah kesibukan para pengurus Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Sari Mumpuni, inovasi ini mulai dirintis sejak 2021 atas gagasan Sekretaris LPMKal Sendangsari sekaligus Pengawas BUMKal, Agus Budiono.

“Teknologi harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kami ingin pencatatan meter air lebih mudah, informasi tagihan lebih praktis diakses, dan pengawasan pompa bisa dilakukan dari jarak jauh,” ungkap Agus Budiono.

SintaArtosari mengintegrasikan aplikasi Android berteknologi QR Code untuk pencatatan meteran air, layanan informasi tagihan via WhatsApp AutoResponse dan website, serta kendali pompa dan pemantauan reservoir secara real-time menggunakan perangkat IoT dan CCTV.

Hingga 2026, sistem ini telah diandalkan oleh sekitar 900 pelanggan terdaftar. Berkat efisiensi dan kemudahan layanan yang dihadirkannya, PAMDES Tirtosari kini membawa inovasi SintaArtosari untuk berlaga dalam ajang Sumunar Awards tingkat Provinsi DIY. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




UNY Perkuat Kesiapan Mahasiswa dan Alumni Menghadapi Dunia Kerja Melalui Workshop Bimbingan Karier

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Workshop Seri Bimbingan Karier (WSBK) #19 bertema “Get Ready, Get Hired, Preparation for Success Career & Interview” di Aula Fakultas Psikologi UNY, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dan alumni dalam menghadapi proses seleksi kerja melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis.

Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Iis Prasetyo, menjelaskan bahwa perencanaan karier perlu dilakukan sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan guna mengenali potensi diri serta membangun kompetensi yang dibutuhkan industri.

“Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi wawancara kerja, termasuk cara menjawab pertanyaan, mengomunikasikan kompetensi diri, dan menunjukkan sikap profesional, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berlatih melalui simulasi wawancara yang mendekati situasi seleksi kerja,” ujar Iis Prasetyo.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Branch Head FIFGROUP Sleman Branch, Sigit Harsya Bahtiar, yang membawakan materi strategi dan persiapan menghadapi wawancara kerja, serta psikolog industri dan organisasi yang juga alumni Psikologi UNY, Khairunissa Dhara, yang memaparkan materi penyusunan peta jalan kesuksesan karier (roadmap to career success).

Melalui pemanfaatan lembar kerja dan simulasi langsung, para peserta didorong untuk menyusun rencana pengembangan diri yang terarah sehingga lulusan UNY semakin siap bersaing, adaptif, dan memiliki perencanaan karier yang matang di dunia profesional. (Athiful/KIM Depok)




Semarak Hari Santri 2026, SDN Susukan Seyegan Gelar Salat Istisqa dan Duha

Sleman – SDN Susukan, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rangkaian ibadah salat Duha dan salat istisqa di halaman sekolah pada Kamis (22/10/2026) untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana penguatan keimanan, pembelajaran praktik ibadah, serta penanaman kepedulian sosial bagi para peserta didik.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama, dilanjutkan pelaksanaan salat Duha, salat istisqa untuk memohon turunnya hujan, serta ditutup dengan zikir dan doa bersama.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN Susukan Seyegan, Ahmad Nursalim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.

“Melalui pelaksanaan salat istisqa, para siswa diperkenalkan dengan salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan, sehingga mereka memahami bahwa manusia senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT,” ujar Ahmad Nursalim.

Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini juga menjadi wujud pembelajaran empati dan solidaritas terhadap sesama, termasuk bagi masyarakat di berbagai daerah yang tengah menghadapi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Melalui doa bersama, para siswa diajak untuk menumbuhkan kepekaan sosial, kepedulian kemanusiaan, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi, MWCNU Gamping Rawat Harmoni Budaya Jawa dan Nilai Islam

Sleman – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping melaksanakan ziarah ke makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan spiritual yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus merawat harmoni antara tradisi budaya Jawa dan nilai-nilai Islam.

Rombongan ziarah yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Gamping, Ahmad Mabarun, merefleksikan keteladanan Syekh Maulana Maghribi sebagai salah satu tokoh ulama awal sebelum era Wali Sanga yang menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan bijaksana dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

Ahmad Mabarun mengungkapkan bahwa kompleks makam yang berada di kawasan pesisir selatan ini tidak hanya menjadi situs sejarah, tetapi juga simbol perpaduan luhur yang dijaga secara turun-temurun.

“Kompleks makam yang dikelola oleh Keraton Yogyakarta dan dijaga oleh para abdi dalem ini mencerminkan harmonisasi antara tradisi Jawa dan nilai-nilai Islam,” tandas Ahmad Mabarun.

Ia menambahkan, akulturasi budaya dan spiritual tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kearifan lokal seperti unggah-ungguh, tata krama, dan gotong royong dapat berjalan selaras dengan ajaran agama. Nilai persaudaraan yang terjalin melalui tradisi ziarah ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi, merawat kerukunan, serta mendorong kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, MWCNU Gamping berharap generasi muda dan warga Nahdliyin tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi mampu menerjemahkan semangat perjuangan para ulama ke dalam tindakan nyata untuk menjaga keharmonisan sosial dan persatuan bangsa. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




KUA Tempel Perkuat Pembinaan Umat, Ingatkan Sebelas Tanda Orang Celaka

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Tempel menggelar pembinaan keagamaan bagi para pengurus takmir masjid dan rois se-Kalurahan Margorejo di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan umat sekaligus memperkenalkan program resmi pendaftaran majelis taklim.

Penyuluh Agama Islam KUA Tempel, Subagyo, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan tausiah tentang akhlak dan kehidupan beragama, ia turut memaparkan mekanisme pendaftaran majelis taklim melalui KUA agar kelembagaannya semakin tertib dan terdata dengan baik.

“Sekarang ada program pendaftaran majelis taklim melalui KUA. Majelis taklim yang didaftarkan akan mendapatkan nomor registrasi. Program ini diharapkan membantu pendataan dan penataan kelembagaan majelis taklim agar keberadaannya semakin tertib,” ujar Subagyo.

Dalam inti tausiahnya, Subagyo mengajak para jemaah untuk melakukan introspeksi diri dengan mencermati sebelas tanda orang celaka di dunia maupun akhirat sebagaimana dinukil dari kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits al-Samarqandi.

“Di antara tanda orang celaka adalah terlalu rakus terhadap harta dunia, mengejar kesenangan hingga melalaikan ibadah, buruk dalam berkata-kata, gemar menggunjing, serta lalai mengerjakan salat lima waktu. Ini menjadi peringatan agar kita tidak hanya sibuk mengurus kehidupan dunia, tetapi juga menjaga kewajiban kepada Allah,” terangnya.

Peringatan tersebut mencakup kebiasaan buruk dalam pergaulan, akhlak tercela, kesombongan, keengganan memberi manfaat bagi sesama, kurangnya kasih sayang antarsesama orang beriman, sifat kikir, hingga kelalaian mengingat kematian. Melalui pembinaan ini, KUA Tempel berharap para takmir masjid dan rois dapat menjadi teladan dalam membangun lingkungan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta harmonis. (sbd/KIM Tempel)