Rakorpim Gamping Soroti Sinergitas Lintas Sektor untuk Perkuat Kamtibmas dan Cegah Kenakalan Remaja

Sleman — Penguatan sinergitas dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah kenakalan remaja dan potensi gangguan keamanan di wilayah Kapanewon Gamping. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (20/10/2026).
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gamping, AKP Rusdiyanto, mengatakan pemeliharaan kamtibmas tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan. Menurutnya, diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, TNI-Polri, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat.
“Selain menjaga stabilitas keamanan wilayah, perhatian terhadap kenakalan remaja juga perlu menjadi agenda bersama,” tegas Rusdiyanto.
Ia menjelaskan, peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan perlu dilakukan secara bersama-sama. Koordinasi yang baik akan membantu setiap unsur mengetahui perkembangan situasi sejak dini sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan proporsional.
Menurut Rusdiyanto, penanganan kenakalan remaja tidak cukup dilakukan melalui pendekatan penindakan. Upaya tersebut perlu diimbangi dengan edukasi, pembinaan karakter, pengawasan, dan pendampingan agar generasi muda dapat mengembangkan perilaku positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Peran keluarga dan lingkungan pendidikan juga dinilai penting dalam membangun kesadaran remaja mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsekuensi dari setiap tindakan. Orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah perlu memperkuat komunikasi dan kepedulian terhadap aktivitas generasi muda, terutama dalam mendeteksi sejak dini perilaku berisiko yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, Panewu Gamping, Suyanto, menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat. Koordinasi terkait perizinan, pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, serta antisipasi potensi kerawanan sesuai karakteristik kegiatan diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan keamanan.
“Kolaborasi yang berkelanjutan juga perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata, seperti penyuluhan kepada pelajar, pembinaan generasi muda, peningkatan kewaspadaan lingkungan, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Rakorpim Kapanewon Gamping menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, menyampaikan perkembangan situasi wilayah, serta merumuskan langkah antisipatif terhadap berbagai persoalan sosial dan keamanan. Melalui forum tersebut, seluruh unsur diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi dan membangun pola komunikasi yang efektif dalam merespons berbagai persoalan di tingkat kapanewon maupun kalurahan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



