Wapres Boediono Nyoblos di TPS Sawitsari

Sleman, InfoPublik – Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono menggunakan hak pilihnya di TPS 102 Perumahan Sawitsari Sleman, Rabu (9/7)  bertempat di TPS 102 perumahan Sawitsari Dusun Pikgondang, Condongcatur Depok Sleman, Wapres  Boediono beserta istri Herawati menggunakan hak pilihnya pada pukul WIB. 

Dalam kesempatan tersebut rombongan Wapres  disambut oleh Muspika Kecamatan Depok. Setelah melakukan pendaftaran Wapres beserta istri kemudian menggunakan hak pilihnya di bilik suara yang telah disiapkan oleh panitia.

Boediono, berharap agar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini dapat berjalan dengan lancar, tertib dan damai.  Boediono juga berpesan agar siapapun yang terpilih nanti harus didukung, karena semua calon tersebut adalah putra-putra terbaik bangsa.

Boediono juga menambahkan bahwa panasnya berita-berita yang ada di media, ternyata tidak seperti yang terjadi dilapangan, Boediono melihat masyarakat cukup tenang dan mampu menahan diri, namun demikian Boediono juga berpesan agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya, sehingga  suasana pemilu yang bersamaan dengan bulan Ramadan ini dapat menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.




Bupati Nyoblos di TPS Jaban, Wabup di TPS Pugeran

bupati dan keluargaSleman – Pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014,  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beseta Istri dan anak-anaknya  menyampaikan hak suaranya di TPS 26 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman bersama keluarganya. Sementara  Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum beserta keluarga  melakukan pencoblosan di TPS dusun Pugeran  Desa Maguwoharjo Depok Sleman.

  Usai melakukan pencoblosan Bupati dan Wakil Bupati bersama Pimpinan SKPD akan melakukan pemantauan pelaksanaan Pilpres di wilayah Sleman. Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak untuk memilih pemimpin yang terbaik dan berharap agar pelaksanaan pemilu di wilayah Sleman khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan damai.

Kepada jajaran SKPD terkait, KPU dan Bawaslu Kabupaten harus tetap memantau dan menjaga suasana tetap kondusif dan mendukung kelancaran serta suksesnya acara pesta demokrasi. Di samping itu harus selalu waspada dan tanggap dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya permasalahan baik langsung maupun tidak langsung terhadap situasi yang  berkembang selama pelaksanaan dan paska Pilpres.

Sementara untuk memenuhi penggunaan hak pilih bagi pasien RSUD Sleman dan Prambanan diharapkan TPS yang berdekatan dengan Rumah sakit untuk aktif mendatangi pasien ke rumah sakit. Dan untuk RS JIH dan RS Sarjito sudah diadakan TPS tersendiri. Sampai dengan 30 Juni terdapat Form A 5 sejumlah 4545, sementara untuk yang belum mendapatkan Form A5 bagi mahasiswa luar Sleman bisa menggunakan hak suaranya di TPS setempat dengan surat keterangan dari desa setempat.

Bagi TPS yang kemungkinan banyak mahasiswa yang menggunakan surat keterangan ini, maka KPPS perlu mengantisipasi apabila terjadi kekurangan surat suara dapat  dikoordinasikan dengan TPS terdekat sehingga semua mahasiswa dapat terlayani dalam menggunakan hak pilihnya.




Pasien RSJ Grhasia Juga Berikan Hak Suaranya

Sleman – Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, Sleman  juga ikut memberikan hak pilihnya, Rabu (9/7).Terdapat 110 pemilih yang terdaftar di dalam Daftar pemilih tetap (DPT). Pemilih tersebut terdiri dari 32 karyawan dan 78 pasien.

Tidak seperti pemilihan pada tempat lain, untuk RSJ Grhasia pemilih melaksanakan coblosan pada TPS Keliling. TPS keliling tersebut selain beroperasi di RSJ Grhasia juga mendatangi Lapas Narkotika Pakem dan Panti Sosial Tresna Werdha Pakem.

Untuk pelaksanaan pencoblosan di RSJ Grhasia Pakem, petugas KPPS mendatangi setiap pasien di ruang perawatanya. Hal ini dilakukan mengingat kondisi pasien yang dikhawatirkan akan melarikan diri jika diajak keluar perawatan.




Bupati Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Sleman – Pada pelaksanaan Pilpres 2014,  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beseta Istri dan anak-anaknya akan menyampaikan hak suaranya di TPS 26 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman bersama keluarganya. Sementara itu Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS. MHum beserta keluarga akan melakukan pencoblosan di TPS dusun Pugeran Desa Maguwoharjo Depok Sleman.  Usai melakukan pencoblosan Bupati dan Wakil Bupati bersama Pimpinan SKPD akan melakukan pemantauan pelaksanaan Pilpres di wilayah Sleman.

Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak untuk memilih pemimpin yang terbaik dan berharap agar pelaksanaan pemilu di wilayah Sleman khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan damai. Kepada jajaran SKPD terkait, KPU dan Bawaslu Kabupaten harus tetap memantau dan menjaga suasana tetap kondusif dan mendukung kelancaran serta suksesnya acara pesta demokrasi.

Di samping itu harus selalu waspada dan tanggap dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya permasalahan baik langsung maupun tidak langsung terhadap situasi yang  berkembang selama pelaksanaan dan paska Pilpres. Sementara untuk memenuhi penggunaan hak pilih bagi pasien RSUD Sleman dan Prambanan diharapkan TPS yang berdekatan dengan Rumah sakit untuk aktif mendatangi pasien ke rumah sakit.

Dan untuk RS JIH dan RS Sarjito sudah diadakan TPS tersendiri. Sampai dengan 30 Juni terdapat Form A 5 sejumlah 4545, sementara untuk yang belum mendapatkan Form A5 bagi mahasiswa luar Sleman bisa menggunakan hak suaranya di TPS setempat dengan surat keterangan dari desa setempat.

Bagi TPS yang kemungkinan banyak mahasiswa yang menggunakan surat keterangan ini, maka KPPS perlu mengantisipasi apabila terjadi kekurangan surat suara dapat  dikoordinasikan dengan TPS terdekat sehingga semua mahasiswa dapat terlayani dalam menggunakan hak pilihnya.




Dewan Minta Status Tanah Stadion Maguwoharjo Segera Diselesaikan

Sleman, InfoPublik – DPRD Kabupaten Sleman meminta agar persoalan status tanah Stadion Maguwoharjo segera diselesaikan. Stadion ini memang berdiri di atas tanah kas desa, yang merupakan asset negara. Legalitas kewenangan ada pada Gubernur, kepemilikan ada pada pemerintahan desa, sementara  bangunan stadion beserta sarana pendukungnya milik Pemda Kabupaten Sleman.

Konflik kewenangan terjadi dan butuh jalan keluar. “Tugas kita bersama untuk menemukan altenatif solusi yang tepat dalam penyelesaiannya,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Rohman Agus Sukamta, usai menyampaikan hasil rapat kerja Dewan, kemarin . Masalah status lahan ini menjadi penting ketika ada keinginan agar ada optimalisasi Pengelolaan Stadion Maguwoharjo.

Wakil Ketua DPRD Sleman lainya Agus Ma’sudi mengatakan, harga tanah di lokasi stadion sudah mencapai ratusan juta rupiah. Jika Pemda harus membeli, maka pengeluaran akan sangat banyak. Selain itu, ada ketidakadilan bagi masyarakat yang lain, jika dana pemerintah banyak terserap hanya untuk membeli lahan stadion yang harganya sudah mahal,

“Selain itu, ada keharusan mencarikan tanah pengganti bagi desa” ujar politisi PKS ini.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  mengatakan untuk penyelesaian masalah ini, bisa dilakukan dengan pembelian tanah secara bertahap. Sri Purnomo mengatakan, penyelesaian kasus ini tak mudah karena Pemkab juga harus bisa membantu desa untuk persiapan tanah pengganti.***