Bupati Ingatkan Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Sleman – Bupati Sleman, Drs Sri Purnomo mengatakan tujuan dari penyelenggaraan safari tarwih keliling (tarling) adalah sebagai ajang silaturahmi pejabat bertemu masyarakat dan untuk memakmurkan masjid, melihat secara nyata ibadah masyarakat dan untuk menyerap aspirasi masyarakat.“Saya juga mengingatkan untuk dapat melaksanakan hak pilihnya dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam pemilu pilihan Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang serta dapat menjaga kerukunan antar warga masyarakat walaupun beda pilihan,” kata Sri Purnomo ketika mengikuti tarling bersama Tim Safari Tarling Kabupaten Sleman Kelompok IV, Kamis (3/7) malam di Masjid Al Hasanah yang berdiri sejak tahun 1982 Di Dusun Pelem Desa Girikerto Kecamatan Turi Sleman.

Sri Purnomo juga memberikan bantuan kepada Takmir masjid  Al Hasanah Berupa Infaq dari Desa Girikerto  Rp , Kecamatan Turi Rp 1,25 juta, Bank Sleman Rp 1,5 juta, BAZ Kabupaten Rp 3

juta, Pemkab Sleman Rp 3,5 juta, Infaq malam itu terkumpul  Rp 1,57 juta dan 12 Kitab Suci  Alquran, 10 Jilid Buku Iqro serta Ruku.

Pada kesempatan tersebut diakhiri lultum Drs KH Ahmad  dari Kantor kementrian Agama Sleman dalam ceramahnya mengatakah bahwa siapa yang selalu mensyukuri nikmat Allah akan selalu ditambah pahala dan rejekinya.

Pada acara setelah sholat tarawih Takmir masjid melaporkan kegiatan masjid diantaranya Tadarus Alquran, TPA anak / Orangtua, buka puasa bersama, peringatan Nuzulul Quran, pengumpulan dan pembagian zakat dan takbiran serta memohon kepada Bupati untuk dapat memberikan bantuan guna  perluasan pembangunan Masjid Al Hasanah.




Logistik Pilpres Mulai Proses Pengepakan

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mulai proses pengepakan logistik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Wakil Presiden (Pilwapres) 9 Juli nanti. Pengepakan memakan waktu tiga hari dan akan berakhir, Jumat (4/7).

Pengepakan melibatkan petugas PPK dan PPS. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok disesuikan dengan daerah masing-masing. Anggota KPU Sleman Divisi Logistik, Keuangan, Rumah Tangga dan Umur, Aswino Wardhana mengungkapkan dalam Pileg lalu KPU melibatkan petugas honorer dalam proses pengepakan logistik. Namun kali ini, KPU memilih melibatkan petugas PPK dan PPS. Alasannya karena mereka yang tahu kebutuhan di masing-masing daerah.

“Jadi PPK dari Kecamatan Kalasan, mereka mendapat tugas untuk mengepaki logistik untuk daerah Kalasan. Begitu juga dengan petugas dari kecamatan lainnya. Harapannya dengan melibatkan PPK dan PPS  dalam pengepakan, mereka dapat lebih teliti dalam menghitung kebutuhan logistik di daerahnya masing-masing,” kata Aswino, kemarin.




Sleman Buka Posko Keluhan Terkait Harga Sembako

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman membuka posko pengaduan keluhan masyarakat terkait kemungkinan adanya kenaikan harga sembilan bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran.“Untuk menampung keluhan masyarakat terkait kenaikan harga sembako menjelang Lebaran, telah dibuka pos pengaduan di Dinas Perindusterian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr. Sunartono , Jumat (4/7).

Menurut Sunartono, posko pengaduan ini siap menerima keluhan masyarakat terkait kenaikan harga maupun terkait persediaan sembilan kebutuhan pokok atau sembako di masyarakat. “Keluhan yang masuk akan kami tindak lanjuti, jika kenaikan harga sudah tidak wajar maka akan kami lakuan operasi pasar, termasuk juga bila terjadi kelangkaan persediaan sembako,” katanya.

Untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah akan dilakukan pasar murah atau pasar lebaran di Dinas Perindusterian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman. “Pasar murah ini direncanakan akan dilaksanakan pada 14 Juli 2014 dengan menyediakan paket sembako dengan harga di bawah pasaran,” kata Sunartono.

Dikatakan Sunartono, ada kemungkinan Pemkab Sleman melakukan operasi kalau ada spekulan yang nakal dan mempermainkan harga maupun menimbun stok sembako. “Kalau ada spekulan yang nakal maka akan dilakukan teguran hingga dicabut izinnya,” katanya.

Diakui Sunartono pihaknya juga berupaya menjamin barang juga aman sampai ke konsumen. Akan dilakukan pantauan dan operasi di pasar bersama badan BPPOM. Di tingkat konsumen perlu meyakinkan untuk tidak perlu khawatir ketersediaan sembako dan tidak perlu melakukan aksi borong dan menimbun barang.

“Oleh karena itu kepada masyarakat disarankan tidak perlu berlebihan dalam mengkonsumsi,” tutur Sunartono.




Bulan Puasa Sehari Bisa Masak 3 Kwintal Ketela Untuk Dibuat Slondok

0407 SLEMAN SLONDOK(2)Sleman – Bulan puasa Ramadan hingga Lebaran memang menjadi berkah tersendiri bagi industri rumahan seperti usaha pembuatan makanan ringan slondok milik Saiman Hardisumarno warga Dusun Kules Desa Sumberadi Mlati Sleman.  Pada bulan puasa ini produknya slondoknya meningkat tajam.

“Jika hari – hari biasa saya memasak ketela untuk pembuatan slondok 2 kwintal  tetapi sekarang ini meningkat menjadi 3 kwintal ketela per hari,” kata Saiman ketika menerima rombongan prestour
wartawan dan Humas Sleman, kemarin. Dikatakan Saiman dari bahan baku ketela sebanyak 3 kwintal tersebut setelah diolah akan menjadi makanan slondok sekitar 30 sampai 33 persennya.

Dijelaskan Saiman, proses pembuatan slondoknya memang tidak sulit yaitu setelah ketela dikupas, dicuci kemudian direbus. Setelah direbus dihancurkan dan dibumbui dengan bawang dan garam baru kemudian dibentuk bulat – bulat dan dijemur.

“Untuk membuat slondok yang gurih dan renyah memang dipilih ketela yang baik dan selama ini saya hanya menggunakan ketela dari daerah Kecamatan Turi,” kata Saiman yang dalam usahanya dibantu
istri, anak dan 7 orang tenaga kerjanya.

Hanya saja kalau terpaksa menggunakan ketela dari luar Turi didatangkan dari Wonosono dan Temanggung yang memiliki kualitas ketela yang sama dengan hasil ketela dari Turi. Diakui Saiman, usaha pembuatan slondok yang sudah digeluti selama 25 tahun ini memang kadang menemui kendala masalah pengeringan, apalagi kalau musim hujan. Karena itu Saiman ingin sekali membeli alat pengering. Sebab untuk mengeringkan slondok membutuhkan waktu 7 jam dengan cuaca panas.

“Selama ini saya hanya memproduksi slondok rasa bawang, kalau mau buat varian rasa lain belum direkomendasi dari Dinas Perindustrian karena warna slondok akan berbeda dengan yang rasa bawang kuning kecoklatan,” kata Saiman.

Untuk slondok produknya ditambahkan Saiman dijual di pasar Godean dan tinggal menyetorkan ke pedagang langganannya. Untuk 1 kg slondok produknya dijual Rp 25 ribu per kg. Dan saat ini produksi ditingkatkan karena banyak pesanan di hari Lebaran.




Masyarakat Diminta Saling Menghormati Dalam Perbedaan

Sleman, InfoPublik – Menyikapi panasnya suhu politik dan kampanye dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) saat ini, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI berharap agar masyarakat saling menghormati dalam perbedaan, adanya perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang biasa, semuanya untuk menuju kebaikan. “Termasuk perbedaan dalam memilih, siapapun yang terpilih kita harus menghormati dan yang terpenting jangan ada dendam semua harus didukung,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri Tarawih Keliling (tarling) putaran keempat yang berlangsung di Masjid Al Huda Bibis Lumbungrejo Tempel Sleman, Rabu (2/7) malam.

Selanjutnya dikatakan Sri Purnomo bahwa untuk bisa kembali mengunjungi masjid yang sama dalam tarling diperlukan waktu puluhan tahun, bahkan ratusan tahun karena banyaknya masjid yang ada di Kabupaten Sleman. Sedangkan satu tahun paling baanyak melakukan tarling hanya 20 an kali dan satu Kecamatan hanya satu kali dapat menerima kunjungan tarling kabupaten.

Ditambahkan pula bahwa di bulan Ramadan ini Sri Purnomo meminta masyarakat untuk memperbanyak berbuat amal kebaikan, karena di bulan Ramadan ini pula banyak ampunan dari Allah SWT. Sri Purnomo juga menyinggung megahnya Masjid Al Huda, dengan megahnya masjid tersebut diminta agar kegiatan di masjid lebih ditingkatkan lagi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat yang Islami.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga menyerahkan bantuan total senilai Rp 11,55 juta yang terdiri bantuan Pemda Rp 3,5 juta, BAZ  Rp 3 juta, Kecamatan Turi Rp 1 juta, Desa Rp , PDAM Sleman Rp , dan infaq saat tarling sejumlah Rp 2 juta serta Muskaf Al’Quran, Iqro, Rukuh (dari Kemenag) dan diterima Ketua Takmir Masjid Ahyari yang juga Kadus setempat.

Sementara Jadiyo dari KUA Tempel dalam tausiahnya menyampaikan bahwa puasa hanya sarana untuk menjadi orang yang bertaqwa, hingga untuk menjadi taqwa perlu proses. Sedang orang yang dalam hidupnya baik dapat dilihat setelah mati, matinya bagaimana. Sementara orang Khusnul Hayat adalah orang yang dimasa hidupnya penuh kebaikan, dan khusnul khotimah adalah yang tadinya kurang baik bisa menjadi baik. Yang penting menurut Jadiyo kalau ada orang yang tidak baik agar
dimintakan Hidayah pada Allah SWT.