BPBD DIY Gelar Sarasehan Kesiapsiagaan Peringatan Dini

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyelenggarakan sarasehan kesiapsiagaan peringatan dini dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana bagi masyarakat, di Gedung Pertemuan Tunas Mekar Pangukrejo Desa Umbulharjo Cangkringan Sleman, Jumat (9/5).

Hadir sebagai pembicara Kepala BPBD DIY Drs Gatot Sutadi, Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Sleman Heru Saptono, dan Dewi Sri Sayudi ahli Geologi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan terkait kondisi terkini Gunung Merapi, baik ketika masih berstatus normal. Maupun setelah menjadi waspada.

“Status waspada, bukan berarti Gunung Merapi sedang sakit. Masyarakat masih bisa beraktivitas seperti biasa. Hanya yang dibutuhkan meningkatkan kesiapsiagaan dan terus waspada,” kata Dewi.




Dinkes Sleman Pantau Jentik Untuk Cegah DBD

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melakukan pemantauan jentik nyamuk Aedes Aegypti, Jumat (9/5), sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi penyebaran penyakit endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut.

Pemantauan jenik nyamuk tersebut, yang dibagi dalam 2 kelompok kerja operasional (Pokjanal DBD). Kelompok I di Dusun Bulu Plembangan Desa Jogotirto Kec. Berbah. Pemantauan dilakukan  bersama Tim Pokjanal DBD yang terdiri dari Dinas Kesehatan, SKPD terkait,  Polri dan TNI serta dari Kecamatan dan Desa.

Pemantuan bersama di rumah-rumah penduduk untuk melihat langsung bak mandi, penampungan air,  serta tempat pemeliharaan burung, pot bunga dan lingkungan.

Dari hasil pemantauan terhadap sampel 61 rumah ditemukan  ada 11 positif ada jentik nyamuk di antaranya  ada di kaleng, pot  bekas yang ada di kebun serta yang sangat di luar dugaan, ada jentik di sebuah dispenser minum sehari-hari di wilayah tersebut dengan persentasase 81,96% masih di bawah standar normal   ABJ   95%.

Lokasi kedua pemantaun dilakukan oleh Tim Kelompok 2  di Desa Sambilegi Kidul RW 56, Desa Maguwoharjo yang dinilai rawan dalam penyebaran kasus DBD, dipimpin langsung oleh  Kepala Dinas Kesehatan.

Dari hasil pemantauan di 69 rumah sampel, ditemukan ada 20 titik positif ada jentik nyamuk namun masih di bawah persentase  normal ABJ 71%,

Menanggulangi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), yang  merupakan penyakit menular endemis, melalui  vector nyamuk Aedes Aegypti  yang dalam waktu cepat, dapat menimbulkan kematian jika tidak mendapat penanganan secara cepat dan tepat.

Sampai dengan  bulan April  sudah terdapat 236 kasus DBD  di wilayah Kabupaten Sleman. Kepala Dinas Kesehatan dr. Mafilindati berpesan kepada warga Dusun Sambilegi agar selalu  tetap waspada dan saling mengingatkan kepada para tetangga serta memantau langsung jentik  di setiap rumah.

Terlebih karena penggunaan foging justru berdampak kurang baik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, serta meningkatkan kekebalan nyamuk terkena Insektisida yang tidak mati.

Banyaknya rumah pemondokan dengan berbagai karakter individu penghuninya, diharapkan mempunyai rasa kepedulian lingkungan yang tinggi, agar tercipta kesadaran bersama diperlukan tata tertib yang mengikat baik untuk warga setempat ataupun individu yang tinggal di rumah pemondokan.

Tata tertib tersebut berisikan komitmen bersama untuk melaksanakan bersih lingkungan secara rutin, dan melakukan 3M plus, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur.




Ziarah Ke Makam Mantan Bupati Sleman

 Sleman – Dalam rangka Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman, dilaksanakan ziarah ke makam para mantan Bupati , Rabu (7/5), untuk mengenang jasa dan pengabdian, serta mendoakan  sebagai bentuk penghormatan kepada para Bupati Sleman masa kepemimpinan tahun 1945 s/d 1985.

Dalam acara ziarah ke makam mantan Bupati ini dibagi 2 kelompok yaitu kelompok I dipimpin oleh Kuswanto SIP Ketua DPRD Sleman didampingi Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik,  Kepala Kantor  Serta SKPD di Lingkungan  Pemkab Sleman Ke makam  Bukhori S Pranotokusumo, Rejodani Sariharjo Ngaglik dan makam KRT Pringgodiningrat, Karongan Jogotirto Berbah Sleman.

Kelompok II dipimpin Djoko Handoyo SH, Assisten Sekda Bidang Administrasi Staf Ahli Bupati  ke makam Pakuncen Jogja yaitu makam KRT Projodiningrat, KRT Murdodiningrat, KRT Tejodiningrat dan KRT. Projosuyoto Hadiningrat dan Makam Hastorenggo Kotagede yaitu KRT Dipodiningrat dan KRT Prawirodiningrat.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan tali kasih dari Pemkab Sleman kepada para ahli waris dan diteruskan tabur bunga ke makam mantan Bupati.

“Maksud dan tujuan ziarah ke makam para mantan Bupati ini adalah menjalin tali silahturahmi dan kerjasama kepada ahli waris mantan Bupati Sleman untuk masukan dalam rangka membangun Sleman yang Lebih Sembada,” kata Ketua DPRD Sleman.

Dia menambahkan bahwa warisan para leluhur mantan Bupati ini dapat dilestarikan para penerus pemimpin Kab. Sleman selanjutnya, sehingga Kab. Sleman nanti bisa lebih maju, sejahtera.




Jumlah Pengangguran Di Sleman Tertinggi Di DIY

Sleman – Jumlah pengangguran di Kabupaten Sleman termasuk paling banyak di antara kabupaten/kota lainnya di wilayah DIY. Berdasar data, di Kabupaten Sleman tercatat ada sedikitnya orang penganggur dari angkatan kerja pada tahun 2013.

“Tidak semua faktor tingginya angka pengangguran berasal dari internal Kabupaten Sleman. Ada juga faktor eksternal akibat tingginya mobilitas penduduk,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sleman, Drs Untoro Budiharjo, di kantornya, Rabu (7/5).

Ia menambahkan, dikatakan tertinggi karena warga Sleman jumlahnya paling banyak di antara Kabupaten/Kota di DIY. Demikian juga dengan jumlah pendatang, termasuk kalangan akademisinya.

Meski demikian, Untoro menyebut bahwa pengangguran yang ada tergolong penganggur terdidik. Sebab, sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi.

“Selain itu, meski tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman, tapi hanya memiliki kartu identitas sementara. Tapi memang banyak juga pendatang yang menetap,” imbuh Untoro.

Menurutnya, tinggi rendahnya pengangguran juga dipengaruhi kriteria dan teknik pengambilan sampel dalam survei serta waktu pendataan. Angka pengangguran berada di titik tertinggi jika sampel diambil antara Agustus-September. Sebab, saat itu banyak sarjana lulusan baru dari perguruan tinggi.

“Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) dengan dinas pun kadang berbeda,” kata Untoro.

Berdasar data BPS, persentase tingkat pengangguran dibagi angkatan kerja, berturut-turut pada 2011 sebesar 5,25 persen, 2012 (5,42 persen), dan 2013 (3,8 persen). Hasil itu jauh lebih rendah dari data Pemkab Sleman, yakni 2011 (7,61 persen), 2012 (6,74 persen), dan 2013 (6,47 persen).

“Mayoritas penganggur berpendidikan SMA, diploma dan sarjana (S1) dengan usia produktif 18-35 tahun,” tambah Untoro.




Kodim Sleman Pulihkan Jalan Penghubung 5 Dusun

Sleman – Kodim 0732/Sleman melakukan kegiatan pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2014 dengan memulihkan jalan yang menghubungkan 5 dusun di Desa Umbulmartani Ngemplak, karena jalan tersebut selama ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dandim Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi mengatakan, kegiatan  pra-TMMD ini diharapkan pemerintah desa bisa semaksimal mungkin dalam kontribusi meningkatkan pembangunannya. Salah satunya dengan memperbaiki akses jalan supaya transportasi masyarakat lancar.

“Dulunya jalan tersebut bisa dilalui. Namun karena tidak terurus, akhirnya tidak bisa dilewati. Makanya kami pulihkan kembali agar masyarakat tidak memutar terlalu jauh,” kata Dandim, Rabu (7/5).

Pasiter Kodim Sleman Kapten Inf Kamdiyo menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan di Dusun Ngemplak 1, Ngemplak 2, Cilikan, Meces dan Kledokan. Jalan yang dikerjakan itu untuk memperpendek jalur evakuasi menuju Jalan Kaliurang maupun jalan poros Cangkringan.

“Pengerjaan yang melibatkan 60 anggota TNI dan 75 warga setiap harinya ini, dilaksanakan mulai tanggal  5-20 Mei 2014. Ini merupakan program komando atas,” ujarnya.