Bedah Rumah Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman

Sleman – Pada rangkaian hari jadi Kabupaten Sleman ke-98, banyak diisi dengan berbagai kegiatan yang sifatnya sosial, salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat pada masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, adalah rehabilitasi rumah tak layak huni atau program bantuan bedah rumah.  

Kegiatan tersebut berupa bedah rumah yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang memiliki rumah tidak layak huni.

Bedah rumah tersebut untuk 6 keluarga  di 6 tempat, yaitu di Pangukan Tridadi Sleman, Ngaangkrik, Triharjo Sleman, Kamal Kulon Margodadi Seyegan, Mejing Kidul Ambarketawang Gamping dan dua tempat di pedukuhaan Ngajek Tirtomartani Kalasan.

Nilai bantuan untuk bedah rumah tersebut masing-masing Rp12 juta yang pelaksanaannya telah dimulai tanggal 30 April 2014. Hingga saat ini kondisi bangunan mencapai 30-40%, hal tersebut terjadi karena dikerjakan secara gotong royong tergantung banyak jumlahnya yang mengerjakan.

“Untuk pencairan dana bantuan bedah rumah tidak diberikan sekaligus tetapi dilakukan dalam tiga tahap. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik tanpa ada pemborosaan,” kata Kepala Bagian Adpem Drs. Agung Armawanta, Kamis (8/5).

Lebih lanjut disampaikan Agung Armawanta bahwa kegiatan bedah rumah tersebut dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Sleman, agar masyarakat dapat merasakan semangat kegembiraan dan saling berbagi.




Bupati Sleman Pantau Jalur Evakuasi Merapi

211_20140508074847

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melakukan pemantauan jalur evakuasi Merapi di wilayah Cangkringan, Kamis (8/5).

Bupati didampingi oleh Asisten Sekda Bidang  Pembangunan, Dra Suyamsih MPd, Kepala  Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Ir Sapto winarno, Kepala  Dinas DPUP Nurbandi,  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diwakili Heru Saptono (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan).

Pemantauan dilakukan di Jalur evakuasi Geblok-Kaliadem sekitar 3 Km dengan dana BNPB, 1 Km APBD.

Kemudian jalur  Srunen-Bronggang sekitar 5 Km dengan dana BNPB,  wilayah perbatasan pasar Butuh ke utara dikerjakan Pemkab Klaten Jateng, pasar Butuh ke selatan dana BNPB pengerjaan oleh Pemkab Sleman dengan bantuan BPBD Provinsi DIY. Total dana Rp 20,75 miliar dialokasikan melalui Kabupaten  Sleman.

Secara teknis dijelaskan oleh Mirza Anfansury ST MT (Kabid Bina Marga) DPUP, Spesifikasi jalan nantinya sekelas dengan jalan kabupaten dengan kapasitas maksimal 6 ton.

Dengan total dana Rp20,75 miliar tersebut secara keseluruh tahun 2014 ini dialokasikan untuk 4 ruas jalan untuk evakuasi dengan total 8,2 Km. Target jadi DED sudah selesai, dan secepatnya dilakukan pengadaan fisik. Diharapkan pada bulan Juli 2014 pengerjaan sudah dapat dimulai dan September 2014 direncanakan selesai.

Keempat jalur tersebut yaitu, Jambon – Jlapan 1,85 Km, Brongkol-Plumbon 1,58 Km, Koroulon- Joholanang 1,5 Km. Selain jalur evakuasi, Sri Purnomo juga melihat jalur tambang Mbatur-Mbakalan tepi sungai Gendol.




Desa Wisata Tanjung Terima Hadiah Lomba Desa Wisata DIY

Dinas Pariwisata DIY menyerahkan penghargaan Lomba Desa Wisata tingkat DIY di desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman, Kamis (8/5). 

Penghargaan diserahkan kepada desa wisata yang telah dievaluasi beberapa waktu yang lalu, yakni untuk Juara I Desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik Sleman, Juara II Desa Wisata Kalisuci Gunungkidul, Juara III Desa Wisata Wukirsari Bantul, Juara Harapan I Desa Wisata Grogol, Juara Harapan II Desa Wisata Banjaretno Kulon Progo dan Juara Harapan III Desa Wisata Wuwung Kulonprogo.

Sebelum penyerahan penghargaan, juga dipentaskan tari thek Bung dari desa Wisata Tanjung yang menampilkan tari lilin, tari kendi dan tari tayub yang mengajak tamu ikut menari.

Dalam kesempatan ini, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Heru Darmawanta MP mengatakan Pemerintah DIY yang mempunyai 3 pilar, yakni pariwisata, kebudayaan dan pendidikan, berkomitmen bagaimana pariwisata bisa dinikmati masyarakat dengan jalan menjadikan desa wisata untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam mengelola pariwisata perlu bersinergi beberapa pihak pemerintah, industri, masyarakat, perguruan tinggi,perbankan dan pers. Karena di bidang pariwista tidak mungkin berjalan sendiri tapi butuh dukungan sektor lain.

“Kalau kita akan mengembangkan sebuah destinasi pariwisata harus memiliki daya tarik wisata, event, fasilitas, pelayanan, dan yang dijual adalah paket,” kata Heru.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Sri Murni yang juga hadir bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM,i mengatakan pariwisata itu dimulai dari internal desa itu sendiri bisa menarik wisatawan dari luar.

Selanjutnya juga perlu penanganan yang profesional karena saat ini banyak sekali bermunculan desa wisata yang tentu memiliki strategi selain dengan adanya potensi alam yang sudah mendukung.

Acara penyerahan penghargaan ini menghadirkan pengelola desa wisata di wilayah  Sleman, maupun pengelola desa wisata di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota se DIY dan di adakan di joglo desa wisata Tanjung. Joglo ini merupakan salah satu rumah tradisional yang dibangun oleh Mangundimejo.

Rumah ini telah berusia ratusan tahun, meskipun sudah beberapa kali mengalami renovasi tetapi tetap tidak merubah bentuk aslinya. Masih ada beberapa tinggalan yang masih asli, antara lain sentong, gandok kiwo-tengen, gebyok. Bangunan berukuran 9 X 10 meter ini menggunakan rangka dari kayu nangka.

Pada masa penjajahan Belanda rumah ini pernah digunakan sebagai rumah sakit darurat, sedangkan sekarang digunakan sebagai pusat lokasi kegiatan desa wisata Tanjung. Pada tahun 2004 Joglo Tanjung memperoleh penghargaan sebagai warisan budaya dari Provinsi DIY.




Java Promo Bermanfaat Besar Bagi Sleman

Sleman – Java Promo yang merupakan wadah kerjasama pengembangan pariwisata 16 kabupaten di kawasan Jateng-DIY, dinilai mendatangkan manfaat yang besar bagi para anggotanya.

Di antaranya untuk mempromosikan secara luas potensi wisata di masing-masing Kabupaten/Kota anggota Java Promo tersebu, sehingga diharapkan para anggota yang selama ini telah bergabung tetap mendukung keberlangsungan wadah kerjasama tersebut.

Demikian antara lain beberapa hal yang mengemuka saat dilaksanakan pertemuan enam bulanan anggota Java Promo, Rabu (7/5), di Balai Desa Ponggok Polanharjo Klaten Jawa Tengah.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Klaten H Hartini SE MM, Sekda Sleman selaku Ketua Java Promo dr Sunartono MKes dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM selaku Sekretaris Java Promo.

Demikian antara lain disampaikan Sekretaris Java Promo, AA Ayu Laksmidewi kepada wartawan dikantornya, Kamis (8/5).

Menurut Ayu pada kesempatan tersebut Bupati Klaten H Sunarna SE MHum dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Hartini mengungkapkan bahwa Java Promo merupakan wadah yang tepat dan efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata secara luas. Melalui kerjasama antar daerah maka upaya pengembangan dan pemasaran pariwisata akan dapat dilakukan secara terpadu.

Dikatakan Ayu, masing-masing anggota Java Promo tentu memiliki karakter dan keunggulan tersendiri yang diantaranya adalah potensi daerah yang mampu mendukung sektor pariwisata.

Dengan perbedaan karakter potensi wisata di masing-masing anggota Java Promo inilah yang justru akan lebih memperkuat wadah kerjasama tersebut.

Ketua Java Promo Sunartono mengatakan bahwa wadah kerjasama pengembangan pariwisata Java Promo dinilai efektif untuk mengoptimalkan pariwisata daerah.

Wadah Java Promo merupakan wadah untuk saling berkompetisi positif dan bekerjasama, saling belajar satu sama lain dalam meningkatkan kualitas destinasi di masing-masing anggota. Java Promo juga terbuka untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan berbagai stakeholder pariwisata.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Azis Achmad SSos mengungkapkan sebagai anggota termuda di Java Promo, Banjarnegara sudah merasa memperoleh manfaat dalam pengembangan sektor pariwisata.

Di antaranya Java Promo dapat menghadirkan komunitas travel agent dari Thailand pada tahun 2012 dan travel agent dari Malaysia pada tahun 2013 silam ke destinasi wisata anggota Java Promo.

Harapannya kedepan mereka akan dapat menjual destinasi dan paket wisata yang ditawarkan masing-masing anggota sehingga akan semakin banyak wisatawan yang datang di masa mendatang




FORPI Adakan FGD Bahas UU Desa

211_20140506031157

Sleman – Forum Pemantau Independen (FORPI) Kabupaten Sleman mengadakan Forum Group Diskusi (FGD) terkait kesiapan pemerintah desa dalam menyongsong UU Desa. Acara dilangsungkan di kantor Kecamatan Prambanan, Selasa (6/5).

Diskusi yang dipandu Ketua FORPI, Drs Octo Lampito MPd, dan menghadirkan dua pembicara. Drs Triyanto Purnomo Raharjo MSi yang merupakan staf pengajar Sekolah Tinggi Pemerintah Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ dan Kabag Pemdes Pemda Sleman Sukarno SH MSI.

Kabag Tata Pemerintahan Sleman Dra Endang Wisudawati mengatakan, beberapa desa di Kabupaten Sleman telah ditunjuk sebagai desa pencontohan. Terutama terkait pengelolaan keuangan desa. Sebab, di sejumlah desa masih ditemukan ketidakteraturan dalam pengelolaan alokasi dana desa (ADD).

“Dengan situasi politik yang terjadi sekarang ini, sebenarnya baik Pemkab maupun Pemda DIY telah banyak memberikan bantuan ke desa. Namun perkembangan situasi baik sosial maupun sosial yang cepat, membuat bantuan yang masuk ke desa tersebut dirasa kurang,” jelasnya.

Sementara itu dipilihnya Kecamatan Prambanan dalam pelaksanaan FGD, karena letaknya yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu kondisi masyarakat juga cukup heterogen, sehingga hasil dari dikusi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang baik. Terutama terkait permasalan desa