Pemkab Sleman Alokasikan Rp 1,137 Miliar Untuk Pugar 108 Rumah Tak Layak Huni

Sleman – Berdasarkan data 2013, sebanyak ribuan rumah atau tepatnya rumah di Kabupaten Sleman dianggap tidak layak huni. Namun demikian anggaran yang ada belum cukup untuk melakukan renovasi seluruhnya.

“Ini masih akan divalidasi lagi karena kadang ada kegiatan bantuan dari pihak swasta dan CSR,” ungkap Jenu Santosa, Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman, Kamis (24/4) kemarin.

Pemilik rumah tidak layak huni bisa mengajukan proposal untuk direnovasi pemerintah dengan persetujuan dari desa dan kecamatan. Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 1/2013, proposal harus diajukan satu tahun sebelumnya.

Dari pengajuan proposal pada 2012, sebanyak 116 rumah kemudian direnovasi Pemkab Sleman pada 2013. Sementara berdasarkan pengajuan tahun lalu, tahun ini akan ada 108 rumah yang menjadi sasaran program renovasi.

“Anggaran dari APBD sekitar Rp1,137 miliar,” kata Jenu Santosa.

Setiap rumah, maksimal mendapat bantuan senilai Rp11 juta. “Gambaran kasarnya misal atap sudah bocor atau strukturnya yang membahayakan bagi penghuni. Lalu dinding dan bambu atau sudah tembok tapi keadaannya sudah memprihatinkan,” jelas Jenu Santosa.

Ditambahkan, syarat rumah yang dianggap tak layak huni sehingga perlu mendapat bantuan juga dilihat dari sisi kesehatan, penerangan, dan sanitasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 22/2008, ditargetkan pada 2025 ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat sudah 100 persen layak.

“Ini kan tinggal sepuluh tahun lagi. Kalau ada rumah tidak layak huni, berarti kami harus menuntaskan sekitar rumah per tahun,” ujar Jenu Santosa.

Kendati demikian lanjutnya, target itu dianggap memberatkan, mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki setiap daerah.

“Ini masih akan dibahas lagi, kalau memang ingin begitu, setidaknya ada bantuan dari pusat agar bisa untuk rumah per tahun,” tambahnya.




Bupati Sleman Terima Penghargaan Dari Presiden

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menerima tanda kehormatan Samkaryanugraha Parasamya Purna Karya Nugraha dari Presiden RI. Tanda kehormatan diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono bertepatan dengan peringatan hari otonomi daerah ke XVIII 2014 di Istana Negara, Jumat (25/4).

Tanda kehormatan ini diterima Bupati Sleman atas prestasinya selama tiga tahun berturut-turut menjadi yang terbaik di Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pada malam harinya (Jumat malam) juga diadakan malam apresiasi kinerja pemerintahan daerah serta ramah tamah dengan Wakil Presiden RI Boediono di Hotel Sahid Raya Jakarta.

Usai menerima penghargaan, Sri Purnomo mengatakan bahwa penghargaan dari Presiden ini menunjukkan bukti kesungguhan dalam bekerja secara profesional dan terukur aparat birokrasi/SKPD Pemkab Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sri Purnomo juga menyatakan penghargaan ini juga sebag)ai kado istimewa Hari Jadi Sleman ke-98 tahun 2014 ini.

Ada tiga Kabupaten yang menerima penghargaan sama yakni Kabupaten Sleman, Pacitan dan Jombang. Untuk kota diterima Kota Jogja, Cimahi, Tangerang dan Depok.

“Penghargaan ini memberikan semangat kepada jajaran SKPD untuk terus meningkatkan pelayanan bagi kesejahteraan seluruh  masyarakat Sleman. Penilaian dan pemberian penghargaan ini baru pertama dilaksanakan sejak era reformasi,” tutur Sri Purnomo.




Suara Kicauan Burung Warnai Pembukaan Dan Launching Batik Sleman

Sleman – Pameran potensi daerah dan Gelar ragam budaya Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di kompleks gedung serbaguna dan lapangan Denggung Sleman, dibuka oleh  Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, Jumat (24/4).

Pembukaan ditandai dengan melepaskan anak panah sebagai simbol tekad yang kuat untuk memajukan Kabupaten Sleman, yang disambut oleh para tamu udangan dengan meniup seruling tradisional dari bambu yang mengeluarkan bunyi menyerupai suara kicauan burung.

Secara simbolis, Wakil Bupati Yuni Satia juga meresmikan pembukaan stand pameran dengan pengguntingan buntal (rangkaian bunga melati) di gapura arena pameran.

Dalam acara ini juga dilakukan launching Batik Khas Sleman, yaitu batik “sinom parijoto salak” oleh Sekretaris Daerah dr. Sunartono dan Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Pameran ini diikuti oleh 229 peserta yang menempati 268 stand. Untuk kepesertaan UKM ikut berpartisipasi pula potensi dari BKM/LKM dibawah koordinasi DPUP Sleman mengisi 20 kurang lebih stand.

Di arena pameran juga akan diselenggarakan Gelar ragam budaya Sleman setiap hari pada pukul  WIB.

Sejumlah pelaku seni dari 17 kecamatan di wilayah kabupaten Sleman, akan menyemarakkan panggung budaya di Lapangan Denggung dengan format kesenian semi kolosal yang melibatkan kurang lebih 30 pelaku seni  dari masing-masing penampilan. Gelar budaya ini dikoordinir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman.

Selain itu, di arena pameran juga berlangsung gelar potensi siswa sekolah dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Pertunjukan siswa dalam gelar potensi sisswa berlangsung setiap hari pada pukul WIB sampai pada acara penutupan tanggal  4 Mei 2014 pukul WIB.

Untuk menyemarakkan greget peserta pameran dan ragam budaya, panitia mengadakan lomba stand yang berlaku bagi seluruh peserta dengan kriteria penilaian yang menonjolkan kekhasan dari Sleman dengan 5 stand terbaik dengan total uang pembinaan sejumlah .

Sedangkan untuk penampilan kesenian dari 17 kecamatan akan diambil penampil terbaik dan favorit dengan hadiah uang pembinaan, dengan 5 penampil terbaik dengan total uang pembinaan sejumlah .

Panitia menyediakan doorprize bagi pengunjung yang akan diundi setiap hari di panggung budaya, dengan grand doorprize 1 unit sepeda motor Suzuki  pada acara penutupan 4 Mei 2014.

Bagi pengunjung PPD dan Ragam Budaya, akan disediakan hadiah menarik yang diundi setiap harinya, dan Grand Doorprize 1 unit Sepeda Motor yang diundi pada saat penutupan acara. Hadiah ini persembahan dari Suzuki Indo Jaya Motor.

Penyelenggaraan Pameran potensi daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2014 ini, tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat serta pihak sponsor yaitu BPR Bank Sleman, BPD DIY, PDAM, dan Suzuki Indojaya Motor.




Pemkab Sleman Kembali Gelar Pameran Potensi Daerah Dan Gelar Budaya

Sleman – Salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman tahun 2014 ini, akan diselenggarakan pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS).

Pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman, diselenggarakan pada tanggal 25 April sampai dengan 4 Mei 2014, jam s.d. , di Komplek Gedung Serbaguna dan lapangan Denggung, Beran, Tridadi Sleman, dengan mengusung tema ”Memanfaatkan Produk Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraaan Masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan sebuah media unjuk produk bagi UKM, Kelompok Tani, serta berbagai industri baik sedang maupun besar dari berbagai daerah, khususnya dari wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diharapkan juga mampu menggerakkan ekonomi produktif dan kreatif menjelang pasar bebas ASEAN 2015.

Di ajang PPD kali ini terdapat 309 stand yang bersal dari instansi pemerintah, UKM binaan SKPD,UKM luar Sleman, Mitra Pemda Sleman, perbankan dan binaannya, UKM binaan PMPM Mandiri, lembaga vertikal, perguruan tinggi, potensi pendidikan Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK, potensi kecamatan, potensi pertanian, perikanan dan peternakan, dan perusahaan komersial.

Di arena PPD juga tersedia zona stang khusus kuliner, sehingga pengunjung tidak akan jauh-jauh jika ingin menikmati kuliner yang lezat dan hyegenis. Selain itu, juga tersedia zona permainan anak. Untuk mendorong kreativitas peserta/stand, akan dilakukan penilaian estetika stand dan akan ditentukan juara 1 hingga 5 untuk mendapatkan hadian dari Pemkab Sleman.

Selain PPD, perhalatan kali ini juga akan festival budaya Sleman dan festival karya seni aiswa. Pada festival gelar budaya Sleman akan menampilkan, kesenian kolosal dari 17 kecamatan yang akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam .

Festival karya seni siswa akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam . Dalam festival gelar budaya Sleman, grup kesenian yang tampil, akan dinilai dan ditentukan juara 1 hingga juara 5 yang akan mendapatkan hadiah pembinaan persembahan dari Bank Sleman.

Dalam perhelatan PPD dan Ragam Budaya tahun 2013, dari jumlah stand sebanyak 219  stand, besaran nominal transaksi yang terjadi pada event tahun 2013 selama 10 (sepuluh) hari mencapai lebih dari Rp2,5 milyar.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pameran potensi daerah dan gelar budaya Kabupaten Sleman sudah mendapat apresiasi yang cukup besar bukan saja dari masyarakat tetapi juga pelaku ekonomi Sleman. Diharapkan perhelatan tahun ini, akan mendapatkan apresiasi yang lebih besar




Pemkab Sleman Kembali Gelar Pameran Potensi Daerah Dan Gelar Budaya

Sleman – Salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman tahun 2014 ini, akan diselenggarakan pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS).

Pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman, diselenggarakan pada tanggal 25 April sampai dengan 4 Mei 2014, jam s.d. , di Komplek Gedung Serbaguna dan lapangan Denggung, Beran, Tridadi Sleman, dengan mengusung tema ”Memanfaatkan Produk Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraaan Masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan sebuah media unjuk produk bagi UKM, Kelompok Tani, serta berbagai industri baik sedang maupun besar dari berbagai daerah, khususnya dari wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diharapkan juga mampu menggerakkan ekonomi produktif dan kreatif menjelang pasar bebas ASEAN 2015.

Di ajang PPD kali ini terdapat 309 stand yang bersal dari instansi pemerintah, UKM binaan SKPD,UKM luar Sleman, Mitra Pemda Sleman, perbankan dan binaannya, UKM binaan PMPM Mandiri, lembaga vertikal, perguruan tinggi, potensi pendidikan Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK, potensi kecamatan, potensi pertanian, perikanan dan peternakan, dan perusahaan komersial.

Di arena PPD juga tersedia zona stang khusus kuliner, sehingga pengunjung tidak akan jauh-jauh jika ingin menikmati kuliner yang lezat dan hyegenis. Selain itu, juga tersedia zona permainan anak. Untuk mendorong kreativitas peserta/stand, akan dilakukan penilaian estetika stand dan akan ditentukan juara 1 hingga 5 untuk mendapatkan hadian dari Pemkab Sleman.

Selain PPD, perhalatan kali ini juga akan festival budaya Sleman dan festival karya seni aiswa. Pada festival gelar budaya Sleman akan menampilkan, kesenian kolosal dari 17 kecamatan yang akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam .

Festival karya seni siswa akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam . Dalam festival gelar budaya Sleman, grup kesenian yang tampil, akan dinilai dan ditentukan juara 1 hingga juara 5 yang akan mendapatkan hadiah pembinaan persembahan dari Bank Sleman.

Dalam perhelatan PPD dan Ragam Budaya tahun 2013, dari jumlah stand sebanyak 219  stand, besaran nominal transaksi yang terjadi pada event tahun 2013 selama 10 (sepuluh) hari mencapai lebih dari Rp2,5 milyar.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pameran potensi daerah dan gelar budaya Kabupaten Sleman sudah mendapat apresiasi yang cukup besar bukan saja dari masyarakat tetapi juga pelaku ekonomi Sleman. Diharapkan perhelatan tahun ini, akan mendapatkan apresiasi yang lebih besar.