Banyak Peserta UN Paket C Di PKBM Tidak Hadir

Sleman – Dari sekitar 40 bangku peserta Ujian Nasional Paket C di PKBM Panca Usaha Kecamatan Gamping, Sleman, sekitar 10 orang di antaranya tidak datang. Kebanyakan dari peserta UN Paket C ini adalah karyawan, buruh atau pedagang yang ingin meraih derajat pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Panca Usaha, Gamping, Komaruddin, saat ditemui di kantornya, Selasa (15/4), menjelasan bahwa mereka yang ikut UNPC (Ujian Nasional Paket C) ini berusia antara 21 – 50 tahun. “Meski di PKBM, mereka juga sudah mempersiapkan diri untuk ikut UN,” katanya.

Ditambahkan Komaruddin bahwa sejak tiga bulan lalu mereka mempersiapkan diri dengan latihan soal dan penyiapan mental. Komaruddin mengemukakan banyaknya peserta yang tidak datang kebanyakan karena tidak ada izin dari tempat mereka bekerja.

“Ada perusahaan yang berorientasi produktivitas, sehingga menganggap ketidak-hadiran apalagi sampai tiga hari akan mengganggu produktivitas,” katanya.

Menurut dia, jauh sebelum UNPC, PKBM sudah membuatkan surat permohonan dispensasi tidak masuk kerja. Hanya saja ada perusahaan yang tetap tidak memberi izin UN.

Sementara salah satu peserta UNPC, Sarjana (46), mengatakan, ikut UNPC ini diharapkan akan membantu kenaikan pangkat. PNS di salah satu UPTD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman ini diikutkan ke Paket C oleh pimpinannya.

Melalui kepesertaannya itu, Sarjana berharap nantinya bisa menembus jenjang kepangkatan Golongan III saat pensiun.




Pemkab Sleman Selenggarakan Sosialisasi Pelayanan Publik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi Pelayanan Publik di pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (15/4), dan kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Sleman dr. Sunartono, Mkes.

Acara yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi ini, menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, sementara peserta sosialisasi meliputi seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Sleman.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada aparatur negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam memperoleh pelayanan. Sosialisasi ini juga sejalan dengan komitmen Pemkab Sleman dalam mewujudkan good governance.

“Sementara kualitas pelayanan publik juga ditentukan oleh kualitas aparaturnya. Upaya peningkatan SDM aparatur dilakukan melalui diklat, bimtek, kursus maupun pelatihan-pelatihan khusus,” kata Sekda.

Kinerja pelayanan publik Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dengan diraihnya Piala Citra Bhakti Abdi Negara Tahun 2011 dengan kategori A serta diraihnya Peringkat II pada Peneringkatan Kinerja Pelayanan Publik Tingkat DIY berdasar PermenPANRB No. 66 Tahun 201, dan juga tahun 2014 ini program Pasar Kerja Keliling juga menjadi salah satu Inovasi Pelayanan Publik harus lebih  dikembangkan.

Dalam pandangan masyarakat seringkali kinerja birokrasi dinilai dari seberapa baik pelayanan publik yang  diberikan kepada masyarakat. Jika pelayanan publiknya baik maka kinerja birokrasi dianggap baik pula begitupun sebaliknya.

Untuk menghindari penilaian buruk kinerja birokrasi maka perlu senantiasa berupaya untuk memberikan yang terbaik pada masyarakat. Pelayanan prima yang dimaksud adalah pelayanan  yang terbaik yang mampu diberikan kepada masyarakat.




Sekjen Kementerian Pendidikan Pantau Langsung UAN Di Sleman

Sleman, – Untuk memastikan pelaksanaan ujian nasional (UN) berjalan sesuai dengan POS (Prosedur Operasional Standar), Sekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Prof DR. Ainun Nain mengadakan pemantauan langsung ke sekolah di wilayah Sleman, pada hari pertama UN, Senin (14/4).

Sekolah yang dipantau meliputi SMAN 2 Ngaglik, SMK I Cangkringan, SMA I Cangkringan dan SMA Sunan Kalijogo Cangkringan.  Peninjauan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIkpora) Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH.

Hasil peninjauan pelaksanaan ujian nasional hari pertama, tidak dijumpai masalah baik dari sisi distribusi soal-soal maupun Pokja siap semua dan pengawas juga lengkap.

Namun demikian, menurut Arif Haryono, pelaksanaan pada hari pertama UN di Sleman terdapat 2 siswa yang tidak masuk karena sakit yakni di SMK YPKK 2 Sleman dan SMA Bina Umat Moyudan.




Wakil Gubernur DIY Resmikan Gerakan Petani Cerdas Di Sleman

Sleman, – Launching Teknologi Padi Istimewa dan Gerakan Petani Cerdas, diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX di rumah makan Limasan Ngalangan Ngaglik Sleman, Senin (14/4), dengan ditandai pemukulan kentongan.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, , Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, Msi, . Gunawan Somodiningrat dari UGM, serta Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur DIY menyempatkan memberi nama padi istimewa pengembangan Jenis Menur (Melati dari Menoreh) dengan nama Syntia. Padi jenis baru tersebut ternyata mampu menghasilkan padi yang sudah baik kualitasnya maupun kuantitasnya dan juga memiliki rasa yang enak.

Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan pertanian masih memegang peranan penting dalam rangka pencapaian target produksi pangan, sekaligus berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sektor pertanian juga masih merupakan sektor yang dapat menampung tenaga kerja cukup besar, hal tersebut menunjukkan serapan tenaga kerja di sektor pertanian cukup potensial. Ini menunjukkan masih banyak ruang dari sektor pertanian yang perlu untuk dikembangkan.

Paku Alam menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus dimulai dari desa, sebagai upaya guna menekan laju urbanisasi, serta ketimpangan sosial ekonomi masyarakat, baik struktural maupun spasial.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perkembangan alih fungsi lahan di kabupaten Sleman sangat tinggi, disebabkan adanya penjulanan lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa masyarakat jangan terlalu mudah untuk menjual sawahnya yang sehingga menjadi fungsi yang lain.  Yuni Satia berharap agar masyarakat menggeluti pertanian maupun perikanan bukan hanya generasi tua saja, tetapi generasi muda sebaiknya menjadi motor dan pelopor dalam pertanian.

Sedangkan, Prof. Dr. Gunawan Somodiningrat dari UGM menyampaikan bahwa rendahnya produksi padi disebabkan beberapa hal, antara lain  adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Selain itu,  belum diterapkannya inovasi teknologi budidaya serta pemilihan benih varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim, kualitas lahan yang menurun akibat  penggunaan input kimia yang berlebihan, sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan pertanian, serta penguasaan  teknologi oleh petani yang masih rendah, dll.

Lebih lanjut disampaikan Gunawan,  bahwa  rendahnya kualitas beras mengakibatkan persentase rata-rata beras pecah di DIY mencapai 35% dari keseluruhan beras yang digiling, sehingga  perlu adanya pembinaan intensif kepada petani untuk membuat persentase tersebut  turun hingga  mencapai 25% bahkan bukan mustahil bisa ditekan hingga angka 15%.




Peserta UN SMAN I Turi Dapat Susu Dan Snack

Sleman, – Siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Turi Sleman mendapat susu dan snack gratis dari sekolah, sehabis mengikuti ujian nasional (UN) sesi pertama atau pada saat istirahat, Senin (14/4).

Seperti disampaikan Kepala SMAN 1 Turi, Kristya Mintarja Med, bahwa sekolah sengaja memberi fasilitas berupa makanan dan minuman agar siswa tak perlu repot-repot ke kantin.

“Minuman dan snack ini semuanya gratis. Selain itu, kami juga memberikan peralatan tulis untuk ujian kepada siswa,” kata Kristya.

Sebelum mengikuti ujian, semua siswa harus datang ke sekolahan tepat pukul WIB. Setelah itu doa bersama di lapangan yang dipimpin guru agama. Baru selanjutnya siswa memasuki ruangan masing-masing yang terbagi dalam 6 ruang bagi 102 peserta ujian SMAN 1 Turi.

Setiap ruang ujian ada siswa penanggungjawab ruang. Dimana nantinya siswa itu akan mengabsensi teman-temannya sebelum memasuki ruang ujian. Dengan harapan, jika ada salah satu siswa yang terkendala di jalan misalnya ban sepedanya kempes, maka segera melapor kepada siswa penanggungjawab ruang.

Nantinya, pihak sekolah akan siap untuk menjemput siswa yang mengalami kendala dijalan itu. “Semua ini kami lakukan agar siswa SMAN 1 Turi merasa nyaman dan siap menghadapi UN. Sehingga memperoleh hasil yang maksimal,” tutur Kristya.