UN Hari Pertamadi Sleman Lancar 2 Siswa Absen

Sleman, – Ujian nasional (UN) bagi siswa SMA/SMK sederajat di Sleman berlangsung serentak mulai Senin (14/4) hingga Rabu (16/4).  Selama tiga hari, setiap mata pelajaran disajikan dalam 20 variasi soal. Artinya, setiap peserta dalam satu ruangan akan mengerjakan soal yang berbeda.

Hari pertama UN di Sleman berlangsung lancar, jumlah peserta yang tercatat sebanyak 4923 siswa SMA dan 6842 siswa SMK.

“Untuk sementara yang sudah lapor dan absen tidak hadir mengikuti ujian sebanyak 2 orang dengan alasan sakit,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH, usai melakukan pemantauan UN di sejumlah sekolah, Senin (14/4).

Dikatakan Arif, sejak awal pihaknya sudah mengimbau agar seluruh peserta UN percaya diri. Tidak usah terpengaruh oleh jawaban palsu yang tidak jelas dari mana asalnya. “Kami mengharapkan kepada seluruh siswa untuk belajar saja dengan sungguh-sungguh,” kata Arif.

Kepada para orangtua siswa juga diharapkan memberi dukungan dan perhatian bagi anaknya selama masa UN. “Orangtua siswa juga kami mohon memberikan dukungan kepada putra-putrinya supaya sukses dalam mengikuti ujian akhir nasional,” tutur Arif.




Pagu Indikatif Usulan Kecamatan Di Sleman Rp45 Miliar

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD), telah menganggarkan dana sekitar Rp 45 miliar untuk mengakomodasi usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat.

Untuk mengalokasikan dana tersebut, Pemkab melalui Bappeda Sleman telah meminta pada pemerintah Kecamatan di Kabupaten Sleman untuk membuat usulan yang dimasukkan dalam Pagu Indikatif Usulan Kecamatan (PIK).

“Kami sudah meluncurkan program PIK ini sejak 3 tahun lalu dan tahun 2014 ini, kami menganggarkan dana sekitar Rp45 miliar yang dibagi dalam PIK reguler sebesar Rp25,78 miliar dan PIK pendamping PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan sebesar Rp19,86 miliar,” kata Kepala Bappeda Sleman drg Intriati Yudatiningsih MKes kepada wartawan, di Sleman, Selasa (15/4).

PIK itu sendiri dimaksudkan untuk mengakomodasi usulan masyarakat dari tingkat kecamatan sehingga bisa diakomodir oleh masing-masing SKPD yang bersangkutan. Harapannya pelaksanaan musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun menjadi menarik karena masyarakat dilibatkan untuk memberikan usulan.

“Ada kewajiban bagi SKPD untuk mengakomodir usulan dalam PIK tersebut asalkan PIK yang diajukan sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Ada sekitar 11 kriteria untuk menyusun PIK tersebut,” kata Intriati.

Kriteria itu antara lain menyangkut jumlah penduduk, luas wilayah, posyandu, ruas jalan kabupaten, irigasi dan lainnya. PIK itu sendiri, kata Intriati, akan dibagikan dalam dua jenis, yaitu PIK reguler dan PIK pendampingan PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan.

“Intinya, PIK ini sebagai satana bagi kecamatan untuk mengusulkan apa yang diinginkan di daerahnya, sehingga usulan itu akan dibawa ke SKPD yang bersangkutan untuk mengakomodirnya,” tambahnya.

Besaran anggaran PIK ini setiap kecamatan berbeda dan akan dibagi secara proporsional dan  disesuaikan dengan kriteria yang ada.




Tujuh Siswa Tuna Netra Ikuti UN

Sleman, InfoPublik – Sebanyak tujuh siswa tuna netra mengikuti Ujian Nasional (UN) di MAN Maguwoharjo Depok Sleman, Senin (14/4). Dalam pelaksanaannya tujuh siswa tersebut  dibagi dalam dua ruangan, sesuai dengan jurusan masing-masing.

Ketujuh siswa ini mengerjakan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di ruangan IX dan X. Mereka tampak serius mendengarkan soal yang dibacakan guru, sedangkan dua pengawas duduk di kursi depan kelas.

Kepala Sekolah MAN Maguwoharjo, Drs Aris Fu’ad mengungkapkan, untuk peserta tuna netra memang soalnya dibacakan oleh guru pendamping. Meskipun disediakan soal dengan huruf braille, pihak sekolah sudah mengajukan permohonan ke Kanwil Dikpora DIY agar soal bisa dibacakan saja.

Menurut Aris, ada beberapa pertimbangan mengapa sekolah meminta soalnya dibacakan. Selama tiga tahun mereka belajar di MAN, para siswa ini lebih familiar jika soal atau materi pelajaran dibacakan.

“Selain itu, mereka juga lebih akrab dengan audio dibandingkan membaca huruf braille. Tapi mereka tetap bisa membaca dengan huruf braille, termasuk disediakan soal ujiannya,” kata Aris.

Secara keseluruhan di MAN Maguwoharjo ada 141 siswa dari tiga jurusan, IPA, IPS dan keagamaan. Selain itu, sekolah juga mendapat tambahan empat siswa dari sekolah lain.




201 Pelajar SMA/SMK/MK Di Sleman Ikut Seleksi Calon Paskibraka

Sleman, – Sebanyak 201 pelajar kelas X dan XI SMA/SMK/MA Negeri/Swasta yang lolos seleksi tingkat wilayah, mengikuti pemilihan calon Paskibraka Kabupaten Sleman. Sebelumnya total peserta tingkat wilayah Timur, Tengah dan Barat yang mengikuti seleksi sebanyak 500 pelajar. Pembukaan pemilihan calon Paskibraka ditandai dengan pengalungan nomor peserta secara simbolis kepada 2 pelajar putra putri oleh Sekda Kabupaten Sleman dr. Sunartono, Mkes, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH, di Aula Unit I Pemkab Sleman, Senin (14/4). Sunartono mengatakan bahwa seleksi calon anggota Paskibraka Sleman ini merupakan upaya pengkaderan anggota Paskibraka dalam mewujudkan generasi yang berwawasan kebangsaan. Seleksi Paskibraka juga untuk menanamkan jiwa perjuangan, disiplin dan ksatria. ”Hanya siswa-siswi yang memenuhi syarat, yang terpilih dalam melaksanakan tugas kenegaraan sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih, dalam rangkaian peringatan HUT RI di Kabupaten Sleman,” kata Sunartono. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sleman Arief Haryono menjelaskan bahwa seleksi ini nantinya untuk memilih 4 orang peserta putra dan 4 orang peserta putri untuk dikirim wakil pemilihan calon Paskibraka tingkat nasional. Targetnya salah satu calon dapat lolos ke tingkat nasional. Selain itu, seleksi juga dilakukan untuk memilih 18 orang putra dan 18 orang putri untuk dilatih menjadi Paskibraka Kabupaten Sleman dengan cadangan masing-masing 3 putra dan 3 putri. Pemilihan akan dilakukan selama 3 hari, mulai hari ini Senin (14/4) hingga Rabu (16/4) dengan materi tes tertulis, tes kesehatan dan postur tubuh, tes kesemaptaan jasmani, tes ketrampilan baris berbaris, tes wawancara meliputi mental dan ideology, kepribadian, pengetahuan umum dan kedaerahan, ketrampilan khusus meliputi penguasaan bahasa Inggris, seni budaya dan olahraga serta teknologi informasi.




30 Finalis Dimas Diajeng Sleman Melaju Babak Grand Final

Sleman, – Sleman saat ini telah berhasil memperoleh 30 orang dimas diajeng hasil seleksi tahun 2014. Kepastian 30 dimas diajeng Kabupaten Sleman ini diumumkan dalam acara Sugeng Rawuh Party, di Pusat Kuliner Jogja Paradise Jalan Magelang Sinduadi Mlati, Sleman, Jumat (11/4).

Dimas Tio, selaku ketua pelaksana, mengatakan walaupun sempat diguyur hujan namun acara yang dilaksanakan out door ini masih dapat berlangsung dan cukup meriah.

Dari 114 pendaftar telah diadakan tes meliputi dua tahap, yakni administrasi dan tertulis, serta wawancara. Seleksi dimas diajeng bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman dilakukan cukup ketat mengingat tujuan diadakannya pemilihan ini adalah untuk mencari generasi muda yang berkarakter, peduli dan berprestasi.

Acara Sugeng Rawuh Party, menurut Dimas Tio, merupakan bagian dari rangkaian acara untuk menyambut kehadiran 30 finalis sebagai anggota keluarga ikatan dimas diajeng Sleman.

Acara ini merupakan terobosan baru untuk mengumumkan siapa saja yang terpilih menjadi finalis, agar semua semifinalis pun bisa merasakan euphoria pemilihan. Selanjutnya nanti akan dipilih yang menjadi juara 1 s/d 5.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir. Ayu Laksmidewi, TP. MM mengungkapkan pemilihan dimas diajeng Sleman ini merupakan upaya untuk mendidik generasi muda secara dini, agar menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan ketahanan budaya yang tinggi.

Disamping itu, ke depan dimas diajeng Sleman juga diharapkan dapat menjadi generasi yang mampu mengemban sebagai duta wisata dan budaya yang benar-benar dinamis, penuh semangat dan dedikasi terhadap kemajuan Kabupaten Sleman.

Adapun untuk 15 dimas Sleman yakni Ade Dwi Saputra, Agus Salim, Arif zudi Winarto, Dimitri Dairi, Eko Setiawan, Emanuel Nung Agoton, Endy Agustian, Fahrizal Fauzi Aldino fajar wijanarko, Muh Amri Zakarzi, Rico Survival Subaidi, Rivo Riyarno, Sapta Abimanyu, Susilo, Tri Nurusan fadhillah.

Sementara 15 diajeng Sleman yakni Acintyas Widaning, Ahla Sabila, Anisa Yunas, Ariyanti Dyah Maharani, Desiyana Adityawati, Dorothea Gecella Putri, Galuh Santika, Gestina Novitasari, Kadenza Adatya Tamara, Nefertiti Yunizare, Honika Tiara Cintya, Rizky Annisa, Wulansari, Wurning Wandeha Larasukma.

Para finalis yang terpilih akan menjalani pembekalan yang sangat intens yang berupa workshop dan briefing, pemotretan, table manner, bakti sosial, kunjungan media partner, outbound, presentasi dan famtrip.

Sebelum malam Grand Final yang akan dilangsungkan tanggal 16 Mei 2014 di Gedung Serba Guna UIN Yogyakarta, para finalis diwajibkan untuk menjalani karantina selama 4 (empat) hari.