Bupati Nyoblos Di TPS Jaban Dan Wabup Di TPS Pugeran

BUPATI SLEMAN

Sleman,  – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama keluarga menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2014 di TPS 26 Dusun Jaban Tridadi Sleman, Rabu (9/4). Bupati Sri Purnomo datang ke TPS sekitar pukul WIB bersama istrinya Ny Kustini Sri Purnomo dan 4 orang anaknya.

“Kami datang berenam, saya, istri, tiga anak, dan seorang menantu,” kata Sri Purnomo ketika memasuki rumah Kadus Jaban yang digunakan untuk pemilihan.

Begitu datang Sri Purnomo dan keluarga langsung menyerahkan undangan dan duduk mengantri sebentar, baru kemudian melakukan pencoblosan. Bupati Sri Purnomo terdaftar di DPT nomor 300. Istrinya Kustini Sri Purnomo tercatat di DPT nomor 301.

Anaknya yang pertama Aviandi Octa Maulana bersama istrinya Sri Indratma di nomor 304 dan 302. Anak kedua, Nudia Rimanda Pangesti di nomor 305 dan anak bungsu Raudi Akmal di nomor 306.

Dari ketiga putranya, dua di antaranya tercatat sebagai pemilih pemula yaitu Nudia Rimanda Pangesti (anak kedua) yang berusia 20 tahun mahasiswi semester 6 kedokteran UGM dan anak ketiga Raudi Akmal usia 18 tahun mahasiswa kedokteran UGM smester 2.

Usai melakukan pencoblosan Sri Purnomo dan tim dari Pemkab Sleman melakukan pemantauan ke Desa Sendangsari Kecamatan Minggir, dilanjutkan ke Desa Tambakrejo Tempel, Desa  Kepuharjo Cangkringan dan Desa Caturtunggal Depok.

Di TPS 26 Jaban, menurut Ketua KPPS Sudiharto, tercatat jumlah DPT nya 319 orang terdiri dari 165 orang pria dan 154 orang wanita.

Sementara Wakil Bupati Sleman Hj Yuni Satia Rahayu SS MHum melakukan pencoblosan di Dusun Pugeran tepatnya di TPS Dusun Pugeran Desa Maguwoharjo. Wakil Bupati melakukan pencoblosan beserta keluarga.

Yuni dan keluarga  tiba di lokasi pencoblosan pada pukul WIB.  Setelah mengantri beberapa saat, Wabup dan keluarga dipanggil petugas untuk melakukan pencoblosan.

Usai melakukan pencoblosan,  Yuni berharap agar pelaksanaan Pemilu di wilayah Sleman khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan damai.

Yuni juga mengimbau agar nantinya pada saat penghitungan suara benar-benar dilaksanakan dengan jujur dan adil, sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena masih ada tahap berikutnya, yaitu Pilpres, sehingga kondisi aman, dan damai ini perlu diwujudkan dan terus dijaga.

Selanjutnya,  Yuni beserta tim  melaksanakan pemantauan di wilayah Sleman tengah dan timur.




Wapres Boediono Mencoblos Di TPS 102 Sawitsari

Sleman, – Wakil Presidren RI Boediono memberikan suara dalam pemilu 2014 di kampungnya, yaitu di TPS 102 Sawitsari Condongcatur Depok Sleman, Rabu (9/4).

Wapres Boediono datang mengenakan kemeja lengan pendek dengan corak lurik sekitar pukul WIB bersama istrinya yang mengenakan baju warna hijau. Keluar dari rumah dengan berjalan kaki menuju TPS yang hanya berjarak  sekitar 120 meter.

“Selamat Pagi semua. Jangan lupa coblos ya,” ujar Boediono begitu tiba di TPS dengan pengawalan ketat pihak kepolisian maupun paspamres.

Setelah menunggu antrian selama beberapa menit sambil bersalaman dengan sejumlah warga kampungnya, mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia ini  lantas dipanggil panitia untuk mengambil surat suara dan masuk ke dalam bilik.

Usai menggunakan hak suaranya, Boediono  langsung meninggalkan TPS.

“Mudah-mudahan demokrasi kita dapat berjalan semakin baik, semakin maju dan semakin tertib. Semoga hasilnya nanti juga dapat semakin baik kualitasnya. Dan para wakil rakyat yang terpilih dapat mumpuni dan benar-benar mewakili rakyat,” katanya.




1.356 Personil TNI Dan Polri Amankan 2.390 TPS Di Sleman

Sleman, –  Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan sebanyak personel Polri dan TNI akan digeser ke TPS. Hal ini dikatakan Ihsan Amin usai mengikuti Apel Penggeseran Pasukan (Serpas) di Lapangan Denggung, Selasa (8/4).

“Perkuatan dengan memperhatikan pola kerawanan,” katanya, dan menambahkan, untuk pengamanan Pemilu, Polres Sleman melakukan pergeseran pasukan. “Kami mulai menempatkan personel ke TPS-TPS,” katanya.

Menurut Kapolres, dari TPS setidaknya ada 16 titik yang diindikasikan rawan. “Rawan ini karena suasana kamtibmas, atau yang kurang begitu terjangkau dan di lokasi yang berdekatan dengan kampus serta yang pada masa kampanye kemarin terjadi pergesekan,” katanya.

Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi menambahkan, personel TNI tidak berada di lokasi TPS, tetapi melakukan pengawasan di luar TPS. Pada kesempatan itu, Dandim menegaskan seluruh anggota TNI tetap netral.

Menurut Dandim, personel yang dikerahkan dua SST serta ada dukungan yang disiagakan di Batalyon 403/Wirasada Pratista. “Kami di luar TPS. Intinya kami memantau di luar. Yang di dalam rekan-rekan Polri,” ujarnya.

Bambang Yudhi mengemukakan, tiap-tiap TPS akan diawasi oleh seorang anggota TNI yang melakukan pengawasan. “Sama, yang ada di TPS rawan atau tidak,” katanya.

Apel Serpas itu sendiri dipimpin oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI. Dalam amanatnya, Sri Purnomo mengajak seluruh masyakarat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Di sisi lain, Bupati berpesan agar petugas yang melakukan pengamanan agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga pelaksanaan Pemilu ini aman dan kondusif. Apel Serpas diakhiri dengan pembacaan asmaul husna bersama-sama.




Satpol PP Kabupaten Sleman Bersihkan 5.000 APK

Sleman, – Satpol PP Kabupaten Sleman, bersama tim lainnya, melakukan operasi membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) beserta spanduk, baliho yang belum dilepas oleh parpol maupun Caleg pemasangnya, setelah memasuki masa tenang menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif, Rabu (9/4).

Hasil  operasi  APK selama tiga  hari, sejak Minggu hingga Selasa (6/4) ini, baik spanduk, rontek, umbul-umbul dan bendera tidak kurang dari lembar  APK, dan barang-barang tersebut sekarang diamankan di Satpol PP Sleman menunggu hasil koordinasi dengan Dinas PUP untuk penyimpanan selanjutnya.

Pembersihan APK tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Operasional Satpol PP Drs Fathoni. Menurut Fathoni, selain membersihkan APK juga dilakukan pembersihan spanduk dan rontek yang terpampang di pepohonan dan di fasilitas umum.

Dalam  operasi APK, di bagi menjadi  tiga titik yang masing-masing beranggotakan 10 sampai 11 orang, untuk operasi pembersihan APK pada hari pertama dan kedua hasil yang didapat sangat banyak namun di hari ketiga sudah mulai berkurang.

Hal tersebut karena pada hari pertama dan kedua, ada yang belum sempat  diambil oleh petugas  maka pada hari ketiga ini benar-benar bersih dari APK tersebut .

Diakui Fathoni, hasil operasi APK  ini perlu dikoordinasi dengan Kesbang untuk membuatkan payung hukum mengenai setelah kampanye APK-APK tersebut harus dikemanakan. Apalagi tidak lama lagi akan ada Pilpres  dan tahun 2015 adanya Pilkada.

“Sekarang aja dalam Pileg sudah sangat menumpuk dari hasil penertiban APK tersebut jika tidak dipikirkan penyelesaiannya, akan menumpuk di gudang,” kata Fathoni.

Kalau dibiarkan di gudang dikawatirkan barang tersebut akan menimbulkan masalah yang lain seperti sebagai sarang nyamuk dan tikus.




Panwaslu Sleman Awasi 72 Titik Rawan Serangan Fajar

Sleman, – Jelang hari H pencoblosan Pemilu pada hari Rabu, 9 April 2014, seringkali rawan di mana calon Legislatif (Caleg) melakukan serangan fajar atau bermain politik uang. Karena itu Panwaslu Kabupaten Sleman mewaspadai kemungkin potensi serangan fajar sekitar 72 titik.

Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman Sutoto Jatmiko menjelaskan, segala kemungkinan seperti serangan fajar jelang pencoblosan bisa saja terjadi.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan hingga H-1 pencoblosan, pihaknya mengindikasikan ada 72 titik pada seluruh kecamatan di Sleman yang rawan terjadi serangan fajar atau politik uang.

Sutoto memang tak menyebutkan secara detail titik-titik itu karena masih dalam pengawasan. “Berbagai macam bentuk, bisa pembagian sembako maupun uang, jelang pemilihan. Indikasinya ada 72 titik,” kata Sutoto, Senin (7/4).

Terkait kemungkinan terjadinya serangan fajar, lanjutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiap Panwascam untuk terus melakukan pengawasan ketat di wilayahnya. Sutoto juga berharap Caleg tidak melakukan aksi politik uang, karena itu masuk dalam tindak pidana.

Mewaspadai serangan fajar juga dilakukan kepolisian. Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan melalui anggota di luar ploting pengamanan TPS terkait isu serangan fajar.

Pasalnya serangan fajar bisa berpotensi menimbulkan konflik jika dilakukan Caleg satu sedangkan namun diketahui pendukung Caleg lain yang tidak melakukan politik uang.

“Potensi konfliknya ini yang kami hindari. Selalu kami pantau melalui anggota di lapangan. Kalau ada masyarakat yang mengetahui sebaiknya jangan takut untuk melapor, kami tentu menjaga keamanan pelapor,” katanya.