Dari Sedekah Sampah Menuju Pengelolaan Berkelanjutan, Ngudi Lestari Cibuk Kidul Masuk Nominasi Terbaik di Sleman

Sleman – Kelompok Sedekah Sampah Ngudi Lestari Cibuk Kidul di Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil masuk dalam 15 besar Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) terbaik yang menjalani visitasi lapangan Penilaian Pengelolaan Sampah Kabupaten Sleman Tahun 2026. Kegiatan penilaian ini dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.
Visitasi tersebut merupakan bagian dari apresiasi DLH Sleman terhadap KPSM yang telah aktif menerapkan Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (Siosestu)—sebuah platform digital berbasis web untuk mengintegrasikan data persampahan, mulai dari kelembagaan, data nasabah, hingga transaksi pengelolaan sampah secara transparan dan akurat.
Koordinator Pendamping Kapanewon dari DLH Kabupaten Sleman, Sutarno, menjelaskan bahwa penilaian tahun ini dikhususkan bagi KPSM yang telah memanfaatkan aplikasi Siosestu secara konsisten sejak Januari hingga September 2026.
“Untuk tahun 2026 ini diadakan lomba dengan peserta dari KPSM yang telah menggunakan Siosestu dari bulan Januari hingga September 2026,” jelas Sutarno di sela-sela kegiatan.
Dalam kunjungan tersebut, tim juri dari DLH Sleman melakukan verifikasi lapangan yang meliputi pemeriksaan tertib administrasi kelembagaan—seperti daftar hadir sosialisasi, notulensi, dan dokumentasi foto—serta peninjauan langsung ke lokasi pemilahan sampah warga di RT 6 Cibuk Kidul.
Selain meninjau pemilahan sampah anorganik, tim juri juga mengapresiasi praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan komposter mandiri. Berdasarkan hasil evaluasi, tim juri memberikan sejumlah catatan penting, termasuk peningkatan kelengkapan dokumen fisik serta penguatan edukasi pemilahan sampah bagi masyarakat agar semakin masif dan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam ajang ini, Sedekah Sampah Ngudi Lestari diharapkan mampu mengoptimalkan tata kelola administrasi serta menginspirasi warga untuk terus menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah mandiri dari tingkat rumah tangga. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



