Bangun Kesadaran Bencana dengan Aplikasi Lapor Bencana Sleman

Sleman – Informasi yang cepat dan tepat merupakan kunci utama untuk mengatasi kondisi darurat bencana. Hal inilah yang menjadi dasar utama BPBD Sleman meluncurkan aplikasi sadar bencana yaitu Lapor Bencana Sleman, sebuah aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk memberikan informasi darurat secara cepat dan tepat.

“Karena masyarakat itu kan ketika mau melaporkan kondisi darurat yang terjadi, harus melalui telepon. Biasanya infonya tidak lengkap,” ungkap Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman ketika ditemui dikantornya, Senin (04/11/2019).

Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat Sleman, terutama yang berada di daerah rawan bencana dapat lebih sadar dan paham mengenai bencana yang terjadi di sekitarnya. “Terutama yang berada di daerah rawan bencana, diharapkan melalui aplikasi ini dapat lebih sadar bencana, bisa lebih melibatkan diri untuk mengatasi dampak bencana,” Makwan menambahkan.

Melalui aplikasi Lapor Bencana Sleman, masyarakat dapat secara cepat dan tepat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tim tanggap darurat agar dapat segera melakukan tindakan pertama untuk menanggulangi dampak bencana. “Biasanya, tim itu kesusahan untuk menuju lokasi karena tidak tahu lokasi pastinya itu dimana, koordinat berapa. Dengan adanya sistem Lapor Bencana ini, tim dapat bergerak dengan cepat menuju lokasi, karena basisnya itu sistem geospasial, koordinasinya itu langsung terdata ketika melaporkan,” jelas Makwan.

Selain itu, aplikasi ini juga menjadi alat saring informasi bencana yang palsu atau hoaks. “Dulu sering ada informasi darurat yang dilaporkan. Tapi waktu dicek ke lapangan, ternyata tidak ada. Makanya pakai aplikasi ini, tim itu dapat memastikan dulu kejadian yang sebenarnya. Soalnya ada fotonya harus diambil waktu kejadian dan tidak bisa diambil dari galeri,” aku pria berkumis ini.

Ia juga menerangkan fungsi adanya keharusan mengambil foto ketika melaporkan melalui aplikasi Lapor Bencana ini agar tim tanggap darurat dapat melakukan assessment awal mengenai kejadian yang terjadi sehingga dapat memudahkan melakukan persiapan untuk penanggulangan bencana.

”Jadi melalui foto itu, tim tahu harus bawa apa aja ke lapangan. Butuh gergaji mesin nggak, butuh damkar, atau butuh berapa orang. Dari foto atau video yang dilaporkan, kita bisa mempersiapkan semuanya,” terang Makwan.

Aplikasi Lapor Bencana Sleman telah tersedia di Google Playstore dan sudah bisa diunduh oleh pengguna Android. Tampilan awalnya cukup sederhana dan pengorperasiannya sendiri ramah pengguna.

Pengguna akan disajikan beberapa pilihan menu. Pertama adalah menu Laporan Bencana. Melalui menu ini, pengguna dapat melaporkan bencana yang terjadi di sekitarnya. Pengguna tinggal mengisi identitasi diri seperti NIK, nama, nomor seluler, bencana yang terjadi, alamat seperti kelurahan dan dusun. Pada menu ini, titik koordinasi pelapor telah tercantum secara otomatis melalui sistem lokasi ponsel masing-masing. Pengguna juga diminta untuk mengambil foto atau video kejadian yang terjadi. Laporan yang telah dimasukkan oleh pengguna akan tercatat di menu History sebagai bukti laporan.

Selain itu, ada juga menu Jarak Aku Merapi. Makwan menerangkan bahwa menu ini memungkinkan pengguna mengetahui berapa jarak mereka dengan titik puncak merapi. Ketika pengguna berada di daerah berbahaya atau zona merah merapi maka ponsel pengguna akan berbunyi atau bergetar sebagai tanda peringatan agar segera melakukan evakuasi dari lokasi tersebut. Ini juga sebagai bentuk bantuan kepastian status bagi warga yang berada disekitar kaki gunung merapi.

“Dengan menu ini, kita jadi tahu kapan kita harus mengungsi, tidak harus repot menunggu info lagi karena sistem informasinya sudah terhubung langsung dengan kita,” papar Makwan.

Makwan juga menambahkan bahwa konsep yang digunakan dalam aplikasi ini juga dapat diterapkan oleh keadaan darurat lainnya. Nantinya, aplikasi ini akan dikembangkan lagi agar dapat mengakomodir keadaan darurat lainnya, seperti kejadian kebakaran ataupun kebutuhan ambulan darurat. (Rep Faridz)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts