Bangun Nilai Budaya Guna Antisipasi Efek Perkembangan Teknologi

Sleman – Dalam rangka mendukung penguatan pembangunan karakter bangsa serta penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan adat dan budaya, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi RI menyelenggarakan kegiatan pertunjukan Kesenian Rakyat Wayang Kulit, Jumat (18/10/2019). Acara ini merupakan hasil kerjasama dengan Masyarakat Adat Wonorejo sebagai rangkaian acara Merti Bumi, yang dilakukan di Padukuhan Wonorejo, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Acara dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun dan juga Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo, beserta pejabat dan tokoh lainnya, seperti Eka Suryo Prihantoro, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sleman dan Suyanto, Camat Pakem.
Dalam sambutannya, Sri Muslimatun menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Merti Bumi ini. Merti bumi ini menurut Muslimatun merupakan bentuk rasa syukur warga lereng merapi terhadap rahmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.
Selain itu, Muslimatun juga menyoroti pagelaran wayang yang dapat dijadikan sebagai wadah komunikasi untuk membangun masyarakat berbudaya dan berjiwa pancasila. Dikatakannya, banyak nilai-nilai moral yang dapat dijadikan sebagai paduan hidup di dalam lakon-lakon pewayangan, terutama yang terkandung dalam simbol-simbol yang disampaikan dalam lakon wayang tersebut.
“Lakon dan kisah yang diceritakan dalam pewayangan dapat menjadi pendidikan karakter bagi kita. Lakon Pandawa Kumpul ini misalnya, yang merepresentasikan para Pandawa dalam memperbaiki kesalahan dan berkomitmen dalam menguatkan kebenaran,” ujar Muslimatun.
Mulimatun pun menggarisbawahi kesesuaian lakon pewayangan dengan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Menurut Muslimatun, esensi dalam lakon Pandawa Kumpul yang berupa komitmen menguatkan kebenaran sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Sikap tersebut sesuai diterapkan dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat dibanjiri informasi dari berbagai kanal media, yang rawan memecah belah kerukunan antar warga,” ungkap Muslimatun.
Untuk itu dirinya berpesan agar masyarakat selalu berhati-hati dengan banyaknya informasi yang beredar dari berbagai media.
“Jangan sampai tersulut sehingga sampai memecah belah persatuan,” tutupnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo. Menurut Widodo, perkembangan teknologi saat ini menyebabkan informasi itu akan sangat mudah tersebar. Hal ini akan menyebabkan rawannya tersebar informasi yang tidak benar, atau hoaks.
“Kita harus siap mental dalam menghadapi perkembangan teknologi ini. Ketika ada informasi kita harus memahaminya dahulu, terus crosscheck lagi dengan sumber lainnya,” ungkap Widodo di sela-sela acara pagelaran Wayang Kulit.
Widodo membeberkan, pagelaran budaya seperti wayang kulit ini dapat membangun nilai-nilai budaya yang kaya dengan kearifan lokal untuk mengantisipasi efek perkembangan teknologi.
“Selain itu dapat juga menyebarkan kebaikan, kebenaran, toleransi, dan semangat menegakkan kebenaran,” tambahnya.
Widodo juga menekankan agar kita berhati-hati dalam menyikapi informasi yang kita dapat.
“Jangan main copy paste saja, terus disebar. Pahami dulu informasi yang didapat, harus masuk akal, konkret dan nyata. Nanti kalau langsung disebar, kalau salah malah bahaya. Ingat, semua info yang kita sebar menggunakan Hp meninggalkan jejak digital,” pesannya. (Rep Faridz)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts