Bawaslu Sleman Luncurkan ‘Footnote’ Sebagai Prasasti Intelektual

Gamping – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman telah resmi meluncurkan sebuah buku berjudul ‘Footnote’ catatan pengawasan pemilu serentak 2019 di Kabupaten Sleman di hadapan mitra kerjanya yang dilangsungkan di Ruang Orchid, The Rich Jogja Hotel, Sleman, Senin (25/11/2019).

Kegiatan bertajuk fasilitasi dan koordinasi dengan mitra kerja ini dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Rahayu Werdiningsih, Ketua Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi, perwakilan beberapa Instansi Pemerintah di lingkungan Kabupaten Sleman (Satpol PP, Dinas Kominfo, Bakesbangpol), Lembaga Swadaya Masyarakat (Idea, KISP, Sigap), PKK, Pramuka, Karang Taruna, serta Wartawan, termasuk Media Center Sembada.

Buku karya Abdul Karim Mustofa, Vici Herawati, Arjuna Al Ichsan Siregar, Ibnu Darpito dan Sutoto Jatmiko ini menjadi penting mengingat ditulis langsung oleh penulis yang sekaligus mengawasi langsung proses di lapangan dan memiliki semangat sebagai punggawa pengawas pemilu untuk terus mencatat hasil pengawasan selama pemilu serentak 2019 berlangsung dengan segala dinamikanya.

“Semoga dengan diterbitkannya buku Footnote ini dapat menginspirasi dan menambah wawasan sekaligus menjadi referensi bagi masyarakat dalam pencegahan pelanggaran pemilu serta menumbuhkan budaya literasi pengawasan di lingkungan Bawaslu Sleman guna membuat prasasti intelektual yang selanjutnya,” ungkap Karim di hadapan tamu undangan.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Abdul Karim Mustofa juga menginformasikan bahwa menghadapi pemilihan bupati Sleman 23 September 2020 mendatang, pihaknya akan melakukan perekrutan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) mulai 27 November 2019 hingga 3 Desember 2019. “Proses perekrutan Panwascam tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kami akan lakukan tes CAT (Computer Assisted Test) sesuai dengan arahan dari Bawaslu RI dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi, serta demi menjaga integritas dan obyektivitas Bawaslu Sleman dalam melakukan proses seleksi,” tuturnya.

Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati membenarkan terkait tes CAT dalam seleksi Panwascam tersebut. Walaupun merupakan hal dan tantangan yang baru namun harus dilaksanakan. “Panwascam bukan hanya dituntut bisa melakukan pengawasan pemilu saja, namun seorang panwascam juga harus melaporkan dan mahir mengoperasikan komputer,” tegas Vici.

Srikandi Bawaslu Sleman ini uga menyebutkan tentang perlunya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilihan. Masyarakat harus mengerti tentang pengawasan pemilihan, dalam hal ini peran media sangat diperlukan sebagai penyampai informasi kepada masyarakat luas. Kelemahan saat ini dikarenakan masing-masing pihak berjalan sendiri, KPU Sleman dan Bawaslu Sleman sudah sewajarnya berjalan seiring dalam penyelenggaraan pemilihan, serta peran masyarakat.

“Partisipasi masyarakat secara aktif dalam pengawasan pemilihan harus dimaksimalkan. Berkaitan hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Sleman menginisiasi terbentuknya Desa Anti politik Uang (APU) di Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem dan Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik.  Adanya desa APU merupakan wujud langkah pencegahan dalam menekan lajunya politik uang yang marak terjadi di setiap pemilihan, serta mendorong warga desa turut terlibat aktif mencegah terjadinya praktik politik uang di lingkungannya,” tegas Vici bersemangat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kecamatan Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts