Bisnis Marmut Hias dari Sendangarum Minggir Rambah Internasional

Kondisi pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Alfian Widiantoro untuk melakukan bisnis yang menurutnya sangat menjanjikan yaitu beternak marmut hias. Pemilik dari usaha yang dinamakannya Marmut Saya Farm ini memilih marmut hias sebagai andalan usaha.

Beberapa varian ternak yang dimiliki Alfian seperti Peruvian, Sheltie/Silky, Coronet, American, dan Abbysinian ini jika ditilik dari harganya pun relatif tergolong murah untuk sekelas hias.

“Dengan kisaran harga kualitas baik mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 3 juta per ekor tergantung dari kualitas hewan tersebut, semakin kualitas dari segi warna, bentuk dan kriteria, genetik mempengaruhi dari harga tersebut,” tandasnya.

Ditemui Rabu (14/10/2020) di Kebitan, Sendangarum, Minggir, Sleman, pengalaman Alfian menangani marmut menjadikan peternakannya tujuan pembelian marmut seluruh Indonesia.

“Langkah awal untuk merintis usaha ini adalah menyiapkan bibit yang berkualitas menjadi faktor utama untuk bisa menjalankan usaha ini. Namun sebelum mencari bibit, hal yang harus dipersiapkan adalah kandang. Kandang ini bisa didapatkan dengan membeli atau memesan pada pembuat kandang. Berikutnya adalah pakan yang diberikan untuk marmut sebaiknya memenuhi kelayakan dengan nutrisi yang terkandung dalam pakan tersebut. Hal ini karena akan berpengaruh pada pertumbuhan dan kesehatan marmut,” jabar Alfian.

Alfian juga membeberkan bahwa pemasaran menggunakan media online memberikan kemudahan menjangkau konsumen di manapun, seperti yang telah dikembangkan Marmut Saya Farm melalui Instagram : marmut_saya serta Youtube : cahireng_vlog.

“Terbukti kami sudah sering kirim seluruh Indonesia, seperti Bali, Kalimantan, Riau, dan sebagainya bahkan pernah ekspor luar negeri seperti Malaysia dan Singapura,” tandasnya. (Arief Hartanto)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts