BMT Insan Mandiri Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan tersebut lembaga keuangan syariah harus bisa berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada anggotanya.

Baitul Mal wal Tamwil (BMT) atau disebut dengan koperasi syariah yang didirikan oleh kelompok masyarakat berfungsi sebagai media penghimpun, penyalur, dan pendayaguna dana anggota seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta sebagai lembaga yang bersifat produktif dipandang sangat strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Untuk itu BMT harus senantiasa berkembang dengan terus meningkatkan omzet dan aset agar anggotanya lebih sejahtera.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun saat membuka Rapat Anggota Tahunan ke-22 BMT Insan Mandiri dan Tutup Buku Tahun 2019 yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman pada Sabtu (15/2/2020).

“Agar koperasi/BMT tersebut tetap eksis diperlukan kerja keras, kerja cerdas, serta kerja tuntas. Pengelola harus aktif dan kreatif agar koperasi kuat dan selalu berorientasi kepada kesejahteraan anggotanya bukan pengurusnya saja,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga berharap agar BMT cerdas menangkap peluang secara baik, membangun kepercayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dengan demikian akan lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya, serta bisa bersaing dengan koperasi atau lembaga keuangan yang lain.

Muhammad Banudi, Ketua Pengurus BMT Insan Mandiri menyatakan bahwa rapat anggota tahunan memegang kekuasaan tertinggi serta mempunyai arti yang sangat penting untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, sekaligus merumuskan rencana kerja satu tahun ke depan dan juga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Dalam uraiannya Koperasi Syariah BMT Insan Mandiri melayani anggotanya di 2 kantor yaitu kantor pusat yang terletak di Jalan Parasamya, Beran Lor, Tridadi, Sleman dan kantor cabang di Murangan. BMT Insan Mandiri berdiri 10 Oktober 1996. Pada akhir 2019 ini anggota pendiri 99 orang, anggota biasa 2629 orang, dan kini memiliki aset lebih dari 10 miliar rupiah.

Untuk laporan pertanggungjawaban, Mujiono, Wakil Ketua Pengurus mengungkapkan bahwa untuk bidang keuangan dan usaha koperasi ini memiliki rasio keuangan yang meliputi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, serta efisiensi yang masuk dalam kategori sehat baik dan aman.

“Lima tahun terakhir BMT Insan Mandiri mempunyai aset yang terus bertambah yaitu 5,8 miliar pada tahun 2015 menjadi 10,2 miliar pada tahun 2019 begitu pun pertumbuhan Sisa Hasil Usaha (SHU) mengalami peningkatan dari 98,2 juta pada tahun 2015 menjadi 132,4 juta tahun 2019,” ungkapnya.

Sedangkan bidang maal dan sosial, BMT Insan Mandiri juga menerima dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, hewan kurban, serta memberikan sumbangan rutin ke sejumlah institusi pendidikan dan meningkatkan kepedulian sosial kepada anggota dan masyarakat.

Rancangan kerja satu tahun ke depan, diungkapkan Mujiono BMT Insan Mandiri akan terus meningkatkan pelayanan anggota dan calon anggota, aset, pendapatan dan SHU, pun kerja sama dengan pihak lain serta performa pengurus. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik).

Print Friendly, PDF & Email

Related posts