BPBD Diminta Intensifkan Sosialisasi Penanganan Bencana

Sleman – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Sleman dalam beberapa hari terakhir, mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman. Dewan mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sleman Sofyan Setyo Darmawan dikantornya, Jumat (13/2). Menurut Sofyan, BPBD selaku pihak yang berwenang pasti sudah memiliki data. Daerah mana saja yang termasuk rawan bencana. Hal tersebut juga sebaiknya langsung disampaikan ke masyarakat agar mereka dapat meningkatkan kewaspadaan.

“Kebanyakan masyarakat kurang memahami jika daerahnya termasuk rawan bencana. Sebab mereka sehari-hari tinggal di daerah tersebut, sehingga menganggap sudah akrab. Padahal, mitigasi bencana itu tetap penting dimiliki oleh masyarakat. Mungkin dari BPBD lebih ke teorinya,” kata Sofyan.

Mengenai status tanggap darurat, Sofyan menilai belum diperlukan. Sebab untuk menentukan status tanggap darurat harus dicermati lagi. “Nanti BPBD Sleman akan kita undang untukmenjelaskan secara rinci terkait kejadian yang terjadi. Sebab sampai sekarang belum ada laporan data seperti apa,” tutur Sofyan.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts