BST Upaya Jaga Daya Beli Masyarakat di Masa Pandemi

Guna menjaga daya beli masyarakat yang terdampak Covid-19, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk wilayah Kecamatan Gamping berupa uang tunai senilai 600 ribu rupiah setiap bulan selama tiga bulan.

Sejalan dengan hal itu, Camat Gamping, Ikhsan Waluyo meninjau penyaluran bantuan sosial (bansos) di Pendopo Kecamatan Gamping bersama Kapolsek Gamping, Kompol Aan Andrianto, Kamis (21/5/2020). “Bantuan berupa uang tunai tersebut merupakan Bansos Pemerintah DIY untuk masyarakat Kecamatan Gamping yang tersebar di lima desa yaitu Desa Ambarketawang, Desa Balecatur, Desa Banyuraden, Desa Nogotirto, dan Desa Trihanggo selama masa pandemi yang diberikan dalam waktu sepekan,” terang Ikhsan Waluyo.

Menurut Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Gamping, Budi Supriyanto bahwa BST disalurkan kepada warga miskin dan rentan terdampak Covid-19. Keduanya adalah KPM di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Indeks bantuannya sama dengan program bansos sembako Presiden, yakni Rp 600 ribu/KK/bulan selama tiga bulan, mulai April, Mei, dan Juni 2020.

“Adapun jumlah keluarga penerima bansos berjumlah 2.700 KK. Dalam penyaluran bansos ini, kami bersinergi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY karena jaringannya yang luas. Demi mengejar target penyaluran ke 2.700 keluarga penerima bansos, pihak BPD DIY memutuskan untuk memaksimalkan seluruh cabang dalam penyaluran bansos yang memerlukan waktu selama sepekan untuk penyalurannya,” ucap Budi.

Di akhir perbincangan, Camat Gamping berharap pendistribusian bansos dapat lebih cepat dan lancar untuk ke depannya sehingga bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, masalah belum tuntasnya data penerima bansos juga dapat segera teratasi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts