Bupati Jadi Imam dan Khotib Shalat Idul Fitri di Denggung

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bertindak sebagai imam dan khotib shalat Idul Fitri di lapangan Denggung Tridadi Sleman, Jumat (17/7). Hadir pada shalat Idul Fitri 1436 H tersebut antara lain Sekda Sleman dr Sunartono MKes, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj Kustini Sri Purnomo dan keluarga besarnya, dan beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Sleman.

Dalam khotbahnya Sri Purnomo  menyampaikan bahwa  orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu  bahagia ketika berbuka puasa setiap sore hari sebagai tanda selesainya puasa pada hari itu, dan puncaknya adalah hari saat shalat Idul Fitri sebagai tanda kebahagiaan berakirnya puasa Ramadan selama satu bulan.

Dikatakan Sri Purnomo  di bulan Ramadan banyak pelajaran, hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat diambil untuk bekal kehidupan kedepan, dan apakah kita bisa meneruskan aktivitas yang dilakukan di bulan Ramadan diteruskan di bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya untuk berbuat amal kebajikan dan meningkatkan imam dan taqwa.

Menurut Sri Purnomo  ada tiga pesan dan kesan Ramadan yang bisa dipegang bersama sesudah Ramadan selesai bagi umat Islam/beragama, yaitu pesan moral atau Tahdzibun Nafsi, yaitu harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia yaitu hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai, dan jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri.

Pesan kedua menurut Sri Purnomo adalah  pesan sosial, yaitu saat diakhir Ramadan untuk mengeluarkan zakat fitrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapan kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin.

Sedang pesan ketiga adalah Jihad, jihad dimaksud adalah bukan jihad dalam pengertian sempit, yakni berperang di jalan Allah, akan tetapi jihad dalam pengertian yang utuh, yaitu  jihad yang lebih komprehensip, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, ataupun jiwa untuk mencapai keridhaan dari Allah, terutama jihad nelawan diri sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang palin besar.

Sri Purnomo juga mengajak kepada jamaah untuk bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan Ramadan ke dalam  bingkai kehidupan nyata, yaitu untuk mengemdalikan hawa nafsu kita sendiri untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain, menjalin hubungan silaturahmi serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda bedakan status sosial serta meyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bertmartabat, berkeadilan dan sejahtera.

Yang jelas tambah Sri Purnomo bahwa setelah puasa satu bulan tersebut mampu melahirkan spirit baru untuk dapat diteruskan di bulan-bulan setelahnya, yaitu bangkit dengan semangat puasa, bangkit dengan spirit Al-Quran dan bangkit dengan spirit sholat malam. Sedangkan yang bertindak sebagai Imam dan Khotib shalat Idul Fitri 1436 H di Masjid Agung Soedirohoesodo adalah Dr KH Mahrus Munajad MHum.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts