Bupati Sleman Dorong UMKM Nogotirto Naik Kelas

Gamping – Dalam rangka pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis resiko atau versi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) bagi anggota Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Nogotirto maka Pemerintah Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping menyelenggarakan pelatihan yang digelar di Gedung Pertemuan Nogotirto, Selasa (12/10/2021) hingga Rabu (13/10/2021).

Pelatihan pembuatan NIB berbasis resiko berdurasi 2 hari tersebut dibuka langsung secara resmi oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi oleh Panewu Gamping, Sarjono bersama Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi dan Pj Lurah Nogotirto, R. Hery Subagio.

Kegiatan yang dipandu oleh Destiawan Dwi Nugroho ini menghadirkan narasumber Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu, Edy Santoso yang diikuti sebanyak 30 pelaku usaha UMKM yang belum memiliki NIB berbasis resiko tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan Nogotirto dengan penanggungjawab kegiatan Sutanti selaku Ketua Forkom.

Di awal sambutannya Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengimbau kepada seluruh pelaku usaha agar selalu dapat menjaga kualitas produknya agar bisa bermitra dengan toko jejaring nasional untuk memasarkan produk di gerainya. Dengan adanya kemitraan antara pelaku usaha dengan toko jejaring tingkat nasional yang sudah menguasai pasar maka diharapkan pelaku UMKM bisa naik kelas dan meningkat kesejahteraannya.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman sudah menjalin kerjasama dengan toko jejaring tingkat nasional sebanyak 123 gerai yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro yang ada di wilayah Kabupaten Sleman untuk memasarkan produknya. Untuk itu, UMKM dituntut agar berani menjaga rasa dan kualitasnya, serta kelengkapan administrasi usahanya demi UMKM di wilayah Nogotirto naik kelas,” tegas Kustini dihadapan peserta pelatihan.

Menurut Kustini ada 63 gerai toko jejaring yang belum dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kabupaten Sleman. Padahal, toko jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk UMKM naik kelas. Pelaku usaha dapat menyuplai produk berupa buah hasil budidaya lokal, beras, dan air minum dalam kemasan dari Kabupaten Sleman dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan warga sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah mengikuti pelatihan dan setiap UMKM memiliki NIB berbasis resiko maka pelaku usaha akan mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha, memperoleh pendampingan untuk pengembangan usahanya seperti akses fasilitasi sertifikasi halal, hak atas kekayaan inteltual terkait logo dan merek dagangnya, berhak mengikuti penyuluhan keamanan pangan dan bimbingan teknis dari badan pengawasan obat dan makanan Republik Indonesia, mengikuti pameran, serta meningkatkan performa usaha dan pemilik usaha.

Kustini mengharapkan UMKM di Kabupaten Sleman ikut tumbuh, sejalan dengan akan dibukanya beberapa destinasi wisata yang rencananya akan dilakukan saat Sleman memasuki PPKM Level 2.

“Diharapkan UMKM juga ikut tumbuh. Namun, harus disertai kelengkapan administrasi usaha, kualitas dan kemasan produk yang bagus, serta pengetahuan informasi teknologi yang cukup. Selamat mengikuti pelatihan, semoga pembuatan NIB berjalan dengan baik, jangan patah semangat, berani berinovasi untuk meningkatkan ekonomi dan kapasitas UMKM di Kalurahan Nogotirto,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts