Pemerintah Kalurahan Banyuraden Gelar Sosialisasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Pasca Bencana

Sleman – Guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, menggelar sosialisasi penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana pada Kamis (28/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat setempat ini dihadiri oleh perangkat kalurahan, pengurus Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPK), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Satlinmas, serta relawan Desa Tanggap Bencana.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, dalam sambutannya menekankan bahwa wilayah Sleman, termasuk Banyuraden, memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana alam seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga dapat memicu krisis kesehatan berupa wabah penyakit, terbatasnya akses layanan kesehatan, dan masalah gizi.

“Masyarakat harus memiliki kesiapan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dari segi pengetahuan dalam menghadapi bencana,” ujar Sudarisman.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dr. Fitri Indah Setiyawati, ., memaparkan langkah-langkah pencegahan dan penanganan krisis kesehatan pasca bencana. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga sanitasi di lokasi pengungsian, penanganan pertama pada korban luka, serta dukungan psikososial bagi penyintas.

“Harapannya, materi ini menjadi bekal masyarakat agar lebih tanggap dan tidak panik ketika menghadapi bencana,” jelas dr. Fitri.

Salah satu fokus utama sosialisasi adalah pengelolaan air bersih dan makanan sehat di lokasi pengungsian. dr. Fitri menjelaskan bahwa krisis kesehatan pasca bencana seringkali dipicu oleh sanitasi yang buruk. Masyarakat perlu memahami cara mengolah air minum, menyimpan bahan makanan, dan menjaga kebersihan diri untuk mencegah penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Anton Prabu Semendawai, yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, pengetahuan tentang penanggulangan krisis kesehatan merupakan kunci penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.

“Pemerintah dapat menyiapkan regulasi dan sarana prasarana, sementara masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan serta keterampilan dasar untuk menolong diri sendiri dan sesama,” ujar Anton.

Ia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan solidaritas sosial agar lebih siap, tangguh, dan selamat dalam menghadapi bencana.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat lokal dalam menghadapi potensi krisis kesehatan pasca bencana. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Kalurahan Condongcatur Perkuat Kesiapsiagaan di Bulan Agustus

Sleman – Kalurahan Condongcatur menggelar Rapat Koordinasi Satlinmas dan Relawan Kebencanaan pada Rabu malam (13/8/2025) pukul WIB, di Ruang Wacanaloka. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan mempersiapkan rangkaian kegiatan Agustus, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Hadir dalam rapat tersebut berbagai unsur, antara lain Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Condongcatur Sahid Fahrudin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Destana, Satlinmas, Dapur Umum, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Rudi Antariksawan, membuka acara dengan apresiasi atas dedikasi seluruh anggota Satlinmas, Destana, KSB, dan Dapur Umum. Ia menegaskan peran krusial mereka dalam menjaga keamanan, kesiapsiagaan, dan pelayanan masyarakat, terutama di momen penting seperti peringatan HUT RI.

“Pantau wilayah masing-masing secara rutin dan sigap terhadap potensi gangguan keamanan,” pesannya.

Dalam pembahasan agenda, disampaikan bahwa Satlinmas dan Relawan Kalurahan Condongcatur diharapkan hadir dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus 2025 di Lapangan Monumen Pancasila Kentungan, dengan jadwal standby pukul WIB. Sementara itu, Satgas Kebencanaan yang terdiri dari Destana, KSB, dan Dapur Umum juga akan berpartisipasi.

Rapat turut membahas pengamanan kegiatan perayaan Kemerdekaan RI ke-80 di wilayah Kalurahan Condongcatur. Babinsa Condongcatur, Ashari, menghimbau masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar suasana kondusif tetap terpelihara.

Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aipda Bastian, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama kasus pencurian yang belakangan marak.

“Lakukan ronda malam, koordinasi antarwarga, dan laporkan aktivitas mencurigakan,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi agenda penting Kalurahan Condongcatur di bulan Agustus, tidak hanya untuk memperingati HUT RI, tetapi juga sebagai momentum pelaksanaan kegiatan budaya dengan partisipasi aktif masyarakat. Melalui sinergi antara Satlinmas, relawan kebencanaan, aparat keamanan, dan warga, diharapkan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan meriah. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Gelar Koordinasi Bulanan, Satlinmas, Destana, dan KSB Condongcatur Bahas Kamtibmas dan Mitigasi Bencana

Sleman – Koordinasi bulanan yang melibatkan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) berlangsung di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Rabu (13/8/2025). Koordinasi kali ini membahas berbagai isu strategis terkait keamanan dan kesiapsiagaan wilayah.

Pertemuan dipimpin oleh jajaran pengurus Satlinmas dan Destana, dengan dihadiri Babinsa Condongcatur, Serda Ashari, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Serda Ashari menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara berkesinambungan.

Ia mengingatkan seluruh anggota untuk selalu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif di lingkungan, serta mengedepankan koordinasi lintas unsur sebagai langkah pencegahan kejahatan.

Isu maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah sekitar turut menjadi perhatian utama. Selain itu, dibahas pula persiapan aksi mitigasi kebencanaan yang akan melibatkan anak-anak dan sekolah, peningkatan kapasitas anggota Satlinmas-Destana-KSB, serta pengecekan kesiapan Posko Lumbung Sosial dan pelaksanaan piket harian.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Condongcatur sekaligus Jogoboyo, Rudi Antariksawan, memberikan arahan langsung kepada seluruh anggota agar berpartisipasi aktif dalam ipacara pengibaran bendera 17 Agustus 2025 yang akan digelar di Lapangan Yonif 403 Kentungan.

“Anggota agar mengondisikan area luar lapangan sebelum upacara dimulai, sehingga jalannya peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI dapat berlangsung tertib dan khidmat,” ujarnya.

Koordinasi rutin ini menjadi ajang konsolidasi bagi para relawan keamanan dan kebencanaan di Condongcatur. Dengan langkah-langkah preventif dan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan wilayah Condongcatur semakin tangguh dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas maupun bencana. (Lidya/ KIM Depok)




PMI Depok Perkuat Kesiapsiagaan PKKMB UNY 2025

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2025, pada Jumat (8/8/2025) sampai dengan Sabtu (9/8/2025).

Keterlibatan PMI Depok dalam agenda penting ini merupakan wujud nyata sinergi antara organisasi kemanusiaan dan institusi pendidikan tinggi dalam upaya pembinaan karakter dan peningkatan kesadaran kemanusiaan di kalangan generasi muda.

Kegiatan PKKMB UNY 2025 tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan lingkungan akademik. Melainkan juga sebagai momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, kemanusiaan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat.

Dalam kerangka tersebut, PMI Kecamatan Depok mengerahkan sejumlah relawan terlatih untuk memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama kepada mahasiswa baru, guna membekali mereka dengan kemampuan dasar yang esensial dalam penanganan kondisi kritis.

Salah satu relawan PMI Kecamatan Depok, Hening Yuliana yang berperan aktif dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya peran serta mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

“Melalui keterlibatan ini, kami berharap mahasiswa baru dapat menginternalisasi nilai kemanusiaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam berbagai kondisi. Sehingga kelak mereka tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga tangguh secara sosial,” ujarnya.

Dukungan dan apresiasi atas keterlibatan PMI tersebut juga disampaikan oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta. Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY, Tsania Nur Diyana menegaskan bahwa integrasi nilai kemanusiaan dalam pendidikan tinggi merupakan faktor krusial dalam pembentukan karakter mahasiswa.

“Keterlibatan PMI dalam PKKMB ini merupakan langkah strategis yang sangat kami hargai, karena selain memperkaya pengetahuan mahasiswa baru, juga memperkuat aspek karakter dan etika sosial yang menjadi pondasi utama dalam mencetak insan akademik yang berintegritas dan bertanggung jawab,” jelas Tsania.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan relawan PMI sangat relevan dengan tantangan kehidupan kampus dan masyarakat yang semakin kompleks.

“Kemampuan dasar pertolongan pertama yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi modal penting dalam membangun jiwa kepemimpinan dan jiwa sosial yang aktif serta responsif terhadap dinamika sosial,” ungkapnya.

Keterlibatan PMI Kecamatan Depok dalam PKKMB UNY 2025 tidak hanya memperlihatkan sinergi yang harmonis antara lembaga kemanusiaan dan institusi pendidikan, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. (Athiful/KIM Depok)




KSB Merapi Rescue Latih Relawan Hadapi Bencana Ramah Disabilitas

Sleman – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana yang inklusif, Kampung Siaga Bencana (KSB) “Merapi Rescue” Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, menggelar pelatihan peningkatan kapasitas relawan inklusi pada Rabu (30/7/2025). Kegiatan berlangsung di Kandang Kuning Merapi, Dusun Bendosari-Gambretan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mitra strategis.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars KSB. Lurah Umbulharjo, Danang Sulistiya Haryana dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun sistem kesiapsiagaan yang tidak diskriminatif, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

“Penanggulangan bencana tidak boleh eksklusif. Semua warga, tanpa kecuali, berhak atas perlindungan dan keselamatan. Relawan harus dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang ramah disabilitas,” ujarnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh kader KSB Inklusi, relawan Difagana DIY, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Umbulharjo, pendamping desa, serta mahasiswa KKN Unit 5 Universitas Respati Yogyakarta yang turut diperkenalkan dalam kesempatan tersebut. Para mahasiswa akan mendukung program inklusi kebencanaan selama masa pengabdian mereka di Umbulharjo.

Selanjutnya materi utama disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial DIY, Sigit Alifianto yang memaparkan tentang penanganan disabilitas dan kelompok rentan dalam situasi darurat. Sesi dilanjutkan oleh Suwarni, relawan Difagana, yang membagikan panduan pengelolaan barak pengungsian inklusi sebagai bagian dari mitigasi berbasis kebutuhan khusus.

Di akhir kegiatan, dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin Ketua KSB Merapi Rescue. Agenda utama membahas pemutakhiran data penyandang disabilitas sebagai dasar penyusunan strategi evakuasi dan layanan darurat di wilayah lereng Merapi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas yang inklusif. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kelompok rentan, Kalurahan Umbulharjo terus membangun ketangguhan menghadapi potensi ancaman Merapi tanpa meninggalkan siapa pun. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)