Kaltana Sardonoharjo Mitigasi Bencana Melalui Penebangan Pohon

Sleman – Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Sardonoharjo menggelar Giat Mitigasi Bencana pada Sabtu (9/3/2024). Kalurahan binaan BPBD Sleman ini dengan dibantu warga melakukan penebangan pohon mangga yang  beresiko membahayakan rumah warga, di belakang salah satu rumah warga yaitu pada Pedukuhan Jetis Baran , Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Tim Kaltana mendapat laporan dari salah satu warga Suparjono terkait dengan Pohon wuni diameter 40cm. Kondisi pohon pangkal rapuh dan menjorok ke atas rumah warga  dan sangat berpotensi tumbang menimpa rumah apabila hujan angin. Tim Kaltana langsung melakukan observasi dan penebangan pohon yang menjadi target.

Ketua Kaltana Wahyudi mengatakan, sebelum menebang pohon diperlukan kesiapan diri dan peralatan yang diperlukan.

“Alat untuk menebang pohon menggunakan chainsaw dan peralatan keamanan yang diperlukan untuk menebang pohon yang terdiri dari helm, sepatu boots, dan kaos tangan,” ujarnya.

Wahyudi juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan penebangan pohon yang dianggap rawan tumbang.

“Upaya mitigasi ini perlu dilakukan pasalnya cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga perlu upaya mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain pohon besar dan tua, faktor kesehatan dan kelayakan pohon pun akan menjadi perhatian Tim Reaksi Cepat Kaltana  dalam pengawasan,” tutupnya. (Eka Sastra /KIM Sardonoharjo)




Kalurahan Condongcatur Beri Bantuan Korban Tanah Longsor

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan bantuan kerohiman kepada Anik Sorjoni yang rumahnya ambrol / longsor dan Gino yang bangunan warungnya terkena longsoran akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul WIB pada hari Minggu 25 Februari 2024. Penyerahan dilakukan pada Senin (26/2/2024).

Rumah kedua korban berada di Kampung Karangasem RT 06 RW 12 Padukuhan Gempol. Sebelumnya dari Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Condongcatur bersama Panewu Depok dan Carik Condongcatur setelah kejadian telah menyerahkan bantuan kedaruratan berupa terpal /tenda gulung, Beras, Mie Instan, Gula, Teh dan Air Mineral. Saat ini puing-puing bangunan dan lumpur telah dibersihkan oleh warga

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji didampingi Plt. Jagabaya dan Dukuh Gempol saat menyerahkan bantuan menyampaikan bahwa bantuan dana kerohiman ini diharapkan dapat membantu warga korban yang tertimpa bencana longsor yang menyebabkan dan bagian gudang garasi Anik dan warung Gino roboh.

“Kalurahan bersama masyarakat dan relawan dengan cepat setelah ada kejadian langsung melakukan tindakan pembersihan lingkungan, membuka akses jalan, membuka posko penanganan di RT 06 dan distribusi logistik makanan dan non makanan. Kami ucapkan terimakasih atas gerak cepat dan kepedulianya sehingga bisa segera tertangani dengan baik,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Hujan Deras Mengakibatkan Rumah Roboh di Moyudan

Sleman – Moyudan- Hujan deras pada hari Sabtu (24/2/2024) mengakibatkan rumah Sutiman, salah seorang warga RT 03 RW 34 Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman roboh.

Beruntung rumah tersebut tidak dihuni sejak 16 Februari 2024 yang lalu, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut ketua RT 03, Muniat bahwa sebenarnya kondisi rumah tersebut sudah cukup lama rapuh bagian atapnya dan retak temboknya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena penghuninya sudah pindah tempat,” tutur Muniat.

Sedangkan Dukuh Sombangan, Agus Sartono mengungkapkan bahwa Sutiman adalah warga asli Sombangan tetapi sudah pindah penduduk menjadi warga Gunung Kidul, sehingga tidak bisa untuk dicarikan bantuan bedah rumah.

Selain itu juga belum memiliki sertifikat tanah masih gabung satu keluarga dari Almarhum Wono Dimejo.

“Bangunan rumah sudah cukup tua dan menghawatirkan. Tetapi saya selaku Dukuh memang tidak bisa mencarikan bantuan karena yang bersangkutan adalah ber-KTP luar Kabupaten Sleman,” ungkap Agus.

“Kalau dipandang dari sudut perekonomian Sutiman memang termasuk ke dalam golongan yang tidak mampu, karena sebagai pedagang bakso keliling yang sudah bertahun-tahun ditekuninya,” pungkas Agus. (Giek/KIM Moyudan)




Kurangi Risiko Pohon Tumbang, Sumbersari Lakukan Rabas Pohon

Sleman- Guna mengurangi risiko pohon tumbang dan terjadinya gangguan listrik, Lurah Sumbersari, Sukadi memimpin langsung kegiatan Rabas Pohon pada hari Sabtu (3/2/2024). Kegiatan tersebut dilakukan oleh Pamong Kalurahan Sumbersari dan Destana.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah pemotongan dan rabas pohon yang berada di dekat jaringan listrik maupun pohon yang dirasa membahayakan penduduk.

Menurut, Sukadi rabas pohon tersebut sebagai upaya mitigasi bahaya gangguan jaringan listrik dan tumbangnya pohon yang bisa menimpa rumah warga.

“Atas nama pemerintah Sumbersari mengucapkan terima kasih kepada Destana yang telah bahu membahu membantu menanggulangi bahaya pohon tumbang, dimusim hujan yang disertai angina,” tutur Sukadi. (GIek/KIM Moyudan)




BNPB Salurkan Bantuan Logistik dan Peralatan Siaga Bencana untuk Pemkab Sleman

Sleman – Bertempat di Kantor Sekretariat Daerah, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menerima secara langsung bantuan logistik dan peralatan untuk siaga darurat dalam penanggulangan bencana hidrometrologi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (29/1).

Bantuan yang diserahkan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI My Esti Wijayanti ini berupa 200 paket sembako, 200 buah selimut, dan 200 buah terpal.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa mengatakan bahwa kondisi Siaga Darurat Bencana Hidrometrologi di Sleman menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten, sehingga status ini kemudian ditindaklanjuti melalui SK Bupati Sleman No. 675 Tahun 2023, tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometrologi di Sleman.

“Penetapan SK ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman bencana seperti kekeringan, banjir, angin kencang, tanah longsor, cuaca ekstrem dan kebakaran hutan mulai 1 Desember 2023 hingga 29 Februari 2024,” kata Danang.

Lebih lanjut, Danang juga menyampaikan keprihatinan atas bencana puting beliung yang terjadi di Sleman pada Jumat (26/1) lalu, yang melanda wilayah di tiga Kapanewon antara lain Berbah, Prambanan, dan Kalasan.

Dari peristiwa tersebut, ujar Danang, diperkirakan taksiran kerugian korban bencana mencapai lebih dari Rp373 juta akibat rumah rusak ringan dan rumah rusak berat.

“Untuk menanggulangi bencana ini kami telah melakukan sejumlah langkah seperti asesmen dampak bencana, pemotongan pohon yang menutup akses jalan yang membahayakan pengguna jalan, hingga menyalurkan bantuan kedaruratan,” katanya.

Adapun Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan bahwa salah satu upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan memperkuat pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Menurut Jati, hal ini dapat menjadi langkah strategis untuk meminimalisir timbulnya korban lebih banyak lagi.

“Masyarakat perlu diperkuat dengan berbagai cara, mulai dari simulasi, pelatihan dan pemahaman dalam mengantisipasi bencana,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)