Bupati Sleman Kunjungi Rumah Korban Bencana Angin Kencang di Berbah

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengunjungi rumah korban akibat hujan lebat dan angin kencang pada hari Sabtu (27/1/2024) di Sumber Kulon, Kalitirto, Berbah, Sleman.

Korban meninggal atas nama Jumirin 63 tahun  tertimpa gasebo yang roboh akibat terjangan hujan lebat disertai angin kencang pada jumat siang  tanggal 26 Januari 2024 dan sudah dimakamkan Jumat malam jam . Almarhum Jumirin meninggalkan anak satu yang masih kuliah di semester akhir. Sedangkan istrinya sudah mendahului berpulang beberapa waktu yang lalu.

Kunjungan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Sosial Sleman Mustadi, Kepala Satpol PP Shavitri Nurmala Dewi, Kepala BPBD Sleman Makwan, Penewu Berbah Tri Akhmeriyadi, dan Lurah Kalitirto Ariadi.

Kustini menyampaikan rasa berduka yang dalam atas meninggalnya Jumirin akibat bencana hujan lebat disertai angin kencang kemarin.

“Karena harus disadari Sleman salah satu wilayah yang memiliki 7 jenis bencana (erupsi merapi, banjir, tanah longsor, angin, kebakaran, kekeringan, gempa bumi) yang selalu mengintai dan bisa terjadi kapanpun,” kata Kustini.

Dalam kesempatan yang sama Kustini memberikan santunan sejumlah uang berserta sembako dan kebutuhan yang lain.

Kustini juga mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan berusaha memberikan bantuan untuk biaya perkuliahan anak korban.

“Bila kartu keluarga Sleman nantinya bisa mendapatkan keringan dalam biaya perkuliahan. Namun pihaknya akan berusaha membantu sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Kustini. (Kusnadi/KIM Berbah)




Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Tumbangkan Puluhan Pohon di Berbah

Sleman – Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang di Wilayah Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada hari Jumat (26/1/2024). Hujan lebat dan angin kencang juga terjadi di Kapanewon Prambanan dan Kalasan yang wilayahnya berdekatan dengan Berbah.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, didampingi Kepala Jawatan Sosial Andi Kurniawan dan Kepala Jawatan Keamanan Syukri Tanjung, meninjau langsung titik lokasi terdampak di Wilayah kapanewon Berbah sekaligus melakukan pendataan  kerusakan akibat hujan lebat dan angin kencang.

Tri menjelaskan lokasi terdampak angin kencang wilayah Berbah terjadi di Jebresan, Bedilan, Karang, Cangaan, Teguhan, Sumber Kulon, PIAT UGM Kalitirto Berbah.

Dampak kerusakan terjadi di Ngentak Jogotirto, Berbah pohon tumbang menimpa rumah Mulyadi 38 tahun. Sementara angin kencang menyebabkan puluhan pohon besar kecil tumbang menimpa rumah, memutuskan kabel listrik dan kabel jaringan internet.

“Akibat bencana kali ini menyebabkan satu orang meninggal dunia Jumirin umur 63 tahun warga Sumber Kulon Kalitirto Berbah,” jelas Tri.

Tri menambahkan, dalam penanganan dampak kerusakan terjadi di wilayah Kapanewon Berbah relawan bekerjasama dengan warga masyarakat dengan berbagai komunitas.

Adapun personel yang terlibat dalam penanganan kerusakan adalah warga masyarakat,  PLN, TRC, BPBD Sleman, TRB, Relawan Madurejo, TNI, Polri, Restagana, RDP Purwomartani, GBS, P4K UGM, SAR Sultan Agung, dan Relindo. (Kusnadi/KIM Berbah)




Forkopim Gamping Antisipasi Intensitas Hujan Tinggi dan Siklon Tropis

Sleman – Kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon Gamping Perdana pada tahun 2024 dilaksanakan di Ruang Rapat Wirasuta Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping Lantai II, Rabu (25/1/2024) dibuka secara langsung oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, didampingi Wakil Komandan Koramil 17/GP, Kapten (Inf) Wahyani, dan AKP Koesworo mewakil Kepala Kepolisian Sektor Gamping.

Dalam sambutan pembuka dan arahannya, Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, mengatakan perlu adanya antisipasi terhadap intensitas hujan yang tinggi disertai siklon tropis yang maemasuki wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia berharap ada kewaspadaan dini terhadap kemungkinan kejadian bencana angin kencang dan cuaca ekstrim agar menjadi sorotan utama.

“Beberapa kejadian pohon tumbang yang sudah berlalu, dan kemungkinan terjadinya banjir, genangan dan longsornya tebing Sungai harus diantisipasi. Potensi komunitas relawan, jagawarga, dan Kalurahan Siaga Bencana agar aktif saling bersinergi dan berkomunikasi dalam mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi,” terang Tamzis.

Selain itu, perlu mengingatkan kembali agar masyarakat untuk memotong pohon-pohon rimbun yang berada di lingkungan perumahan atau pinggir jalan agar dapat dikurangi daunnya. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak menjadi masalah baru pada saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.

Adapun program kerja baru yang akan dilaksanakan di awal tahun 2024 ini diantaranya kegiatan ‘Panewu Goes To School’ dengan menyambangi sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas Bersama dengan institusi Kepolisian Sektor, Komando Rayon Militer, Puskesmas, Kantor Urusan Agama, dan intansi kapanewon lainnya yang tergabung dalam satu tim dalam memberikan edukasi penting bagi para pelajar.

Terkait dengan kegiatan pemilu serentak 2024, Panewu Gamping berpesan kepada penyelenggara pemilu di tingkat kapanewon baik penyelenggara teknis pemilu maupun pengawas pemilu agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Sinergi PPK dan Panwaslu Gamping dengan pemerintah kalurahan di wilayah Kapanewon Gamping agar digiatkan dan ditingkatkan kualitasnya. Termasuk PPS dengan PKD di tingkat kalurahan, serta KPPS dan Pengawas TPS agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Hadapi Cuaca Ekstrim, Destana dan KSB Sardonoharjo Adakan Rakor Kesiapsiagaan

Sardonoharjo —  Wahyudi Ketua Destana pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan bencana di Kalurahan Sardoharjo , pada Jum’at (19/01/2024) malam, bertempat di Posko Kebencanaan Pencarsari, Sardonoharjo, Ngaglik.

Rakor yang diikuti oleh Anggota Destana dan KSB Sardonoharjo diselenggarakan sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi situsi cuaca ekstrem yang tidak menentu di Sleman, serta curah hujan dengan intensitas yang tinggi yang memicu terjadinya bencana.

Pada kesempatan tersebut, Wahyudi menginginkan agar relawan  tetap siaga dan tidak lengah dengan situasi yang terjadi di pedukuhan  masing-masing.

“Karena beberapa hari kebelakang ada kejadian pohon tumbang yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman ,” katanya.

“Hak itu tentu harus menjadi perhatian bagi kita semua, baik di tingkat Kalurahan , laporkan sesuai alurnya bisa ke Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo jika terjadi bencana, dan juga kesiapan alat – alat dengan memperbaiki yang rusak dan membeli sparepart,” imbuhnya.

Kemudian untuk seragam, Wahyudi akan kembali membuat kaos untuk teman-teman TRC yang berada di lapangan.

“Walaupun bencananya tidak terjadi, tetapi itu sebagai upaya mencegah dan menghindari bencana dan meminta agar siap siaga untuk segala bentuk alat pendukung dan SDM-nya. Alat – alat di cek jangan sampai bilamana dibutuhkan alat ataupun SDM-nya sampai tidak bisa turun di lapangan,” tegasnya.

Wahyudi juga mengimbau masyarakat agar dapat segera menghubingi kalurahan dan destana ketika ada kejadian bencana. (Eka Sastra Kurniawan /KIM Sardonoharjo)




Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Tim KSB Glagaharjo Cangkringan Dikukuhkan

Sleman – Guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi ancaman bencana, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengukuhkan tim KSB “Kumbo Karno” Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan. Kegiatan yang diadakan di lapangan kantor Kalurahan Glagaharjo pada Sabtu (2/11) ini digagas oleh Dinas Sosial DIY.

Kegiatan ini diawali dengan simulasi penanggulangan bencana erupsi gunung Merapi yang diperagakan oleh masyarakat Kalurahan Glagaharjo. Kemudian dilanjutkan pengukuhan tim KSB “Kumbo Karno” Kalurahan Glagaharjo oleh Bupati Sleman.

Pada acara tersebut, Kustini juga sempat meninjau kesiapan serta keterampilan tim KSB dalam upaya penanggulangan bencana, seperti dapur umum, posko kesehatan, dan posko pengungsian. Ia mengapresiasi serta mendukung kegiatan simulasi dan pengukuhan KSB ini. Dikatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan keterampilan terkait mitigasi bencana di wilayah Kalurahan Glagaharjo.

“Seperti yang kita ketahui bahwa Glagaharjo ini termasuk kawasan rawan bencana. Kalau kita me-review tahun 2010 lalu, dampak erupsi Merapi luar biasa di Glagaharjo ini. Maka masyarakat perlu mempunyai kesiapsiagaan untuk meminimalisir dari dampak bencana tersebut,”Ungkapnya.

Sementara Sigit Alifianto dari Dinas Sosial DIY menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh perubahan paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif. Upaya preventif menurutnya perlu dilakukan demi meminimalisir jatuhnya korban akibat bencana.

“Maka tugas pemerintah adalah mendorong masyarakat untuk memiliki sikap kesiapsiagaan serta mampu mendeteksi dini gejala-gejala yang muncul dari bencana tersebut,” kata Sigit.

Disebutkan pengukuhan tim KSB ini diikuti oleh 60 personil dari berbagai unsur masyarakat di Kalurahan Glagaharjo. Kegiatan pembentukan tim KSB ini dimulai dari tanggal 30 November 2023 dan berakhir pada 2 Desember 2023. Adapun lumbung sosial yang diserahkan kepada Kalurahan Glagaharjo adalah senilai 182 juta rupiah yang terdiri dari bahan makanan, pakaian, peralatan mitigasi bencana serta dapur umum.

“Pembentukan KSB Kalurahan Glagaharjo ini merupakan yang ke-66 di DIY sejak 2010, dan ke-24 di Kabupaten Sleman,” jelasnya.