Pemkab Sleman Gelontorkan Total 447 Juta Rupiah untuk Bantuan Korban Bencana Alam Hingga November 2022

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. sleman menyerahkan bantuan sosial berupa uang kepada masyarakat korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Sleman sepanjang Oktober. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Aula Unit 1 Pemkab Sleman, Kamis (10/11/2022).

Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Makwan dalam laporannya menyampaikan bahwa pada bulan Oktober lalu telah terjadi bencana alam tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran yang menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Ia menjelaskan bahwa bantuan sosial kali ini diserahkan kepada 9 warga dari 9 Padukuhan, 5 Kalurahan dan 4 Kapanewon di Kabupaten Sleman dengan total bantuan sebesar 92 juta rupiah.

“Jumlah bantuan sosial yang kami berikan kepada warga korban bencana disesuaikan dengan tingkat kerugian yang dialami,” ujarnya

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyerahan bantuan sosial ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meringankan beban warga terdampak bencana di wilayah Sleman. Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan bijaksana dan menjadi motivasi untuk pulih kembali.

“Saya berharap bantuan ini menjadi sarana pemulihan kondisi sosial, psikologis, dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan ekonomi kembali,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai cuaca ekstrim di Kabupaten Sleman. Memasuki musim penghujan ini menurut Kustini masyarakat perlu melakukan mitigasi dan langkah preventif untuk mengantisipasi kerugian akibat bencana alam.

Berdasarkan data BPBD Sleman, sepanjang bulan Januari hingga November 2022 telah terjadi 66 kejadian angin kencang, 8 kejadian petir, 52 titik tanah longsor, dan 5 kejadian banjir lahar hujan dengan total kerugian 4,8 miliar rupiah. Oleh karena itu, realisasi bantuan sosial untuk meringankan korban bencana alam di Sleman terus dilakukan dan saat ini telah terealisasikan bantuan total untuk 223 warga di 14 Kapanewon dengan total bantuan 447 juta rupiah. (Humas Sleman)




Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah dengan SPAB

Sleman – Sebanyak 55 sekolah/madrasah se- DIY dikukuhkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana rintisan 2020 – 2022 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (2/11/2022). SPAB ini dimaksudkan agar sekolah yang dikukuhkan dapat membentuk tim siaga di sekolah masing-masing.

 “Hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah rawan bencana, termasuk DIY. Tidak hanya bencana alam, namun DIY juga memiliki potensi bencana non alam maupun bencana sosial, “kata KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur DIY pada sambutan peresmian SPAB, Rabu (2/11/2022).

Dengan dibentuk SPAB, sekolah mendapat bekal cara mengantisipasi agar mencegah jatuhnya korban jika terjadi bencana. Di samping itu juga mengedukasi warga sekolah untuk melakukan tindakan yang benar jika terjadi bencana. Seperti melindungi kepala, tidak saling dorong, tidak berdesak-desakan dan memberi pertolongan pertama jika terdapat korban.

Dalam kesempatan ini sekolah juga mendapatkan bantuan alat komunikasi HT dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Capaian ini mendorong sekolah untuk menyiapkan SDM guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi,” tambah Paku Alam.

Untuk membekali kemampuan dan kesiapan sekolah menghadapi bencana, BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan workshop Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Kontinjensi, Pengintegrasian Materi Pengurangan Risiko Bencana kedalam Kurikulum, Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi Kepala Sekolah dan tim siaga bencana bagi sekolah yang menjadi SPAB.

SMK Muhammadiyah 2 Turi menjadi salah satu dari 55 sekolah/madrasah yang dikukuhkan sebagai SPAB. Kurikulum pada Kompetensi keahlian Asisten Keperawatan di SMK Muhammadiyah 2 Turi diselaraskan dan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kesehatan yang siap membantu memberikan pertolongan pertama yang dibutuhkan bagi korban bencana. Sekolah juga membuat film pendek tentang simulasi penanggulangan  bencana untuk mengedukasi seluruh warga sekolah. Tujuannya agar warga sekolah mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

“Kami bersyukur sekolah dikukuhkan sebagai salah satu SPAB. tidak berharap bencana akan  menimpa sekolah atau masyarakat sekitar sekolah. Tetapi kami berharap dengan mempunyai kesiapan dalam menghadapi bencana mampu memberi rasa aman bagi peserta didik saat belajar di sekolah disamping mampu memberi pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat,”ujar Pamuji Sri Subekti, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi. (Arief Hartanto)




Bupati Sleman Kukuhkan 50 Pengurus KSB Condongcatur

Gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Condongcatur, Depok, Sleman, pada hari Kamis (20/10) siang. Akibatnya, sejumlah bangunan porak poranda, serta mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Namun hal tersebut mampu diatasi berkat kesigapan tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Condongcatur.

Hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kamis (20/10/2022) siang, di halaman kantor Kalurahan Condongcatur. Dalam kegiatan tersebut  sekaligus juga dikukuhkan sebanyak 50 pengurus KSB Kalurahan Condongcatur oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kustini menyebutkan terbentuknya KSB dan dikukuhkannya pengurus KSB menjadi wujud nyata keseriusan dan kepedulian Pemkab Sleman dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman. Melalui pengukuhan pengurus KSB ini, Kustini berharap dapat semakin meningkatkan kinerja dan sinergi antara KSB dengan Pemerintah, utamanya pada berbagai program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam mitigasi bencana.

“Kami berharap dengan keberadaan saudara-saudara dalam KSB dapat semakin memperkuat dan melengkapi seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Sleman, Eko Suhargono menjelaskan pengurus KSB yang dikukuhkan tersebut berjumlah 50 orang yang terdiri dari relawan, tokoh masyarakat, linmas, kader dan karang taruna. Adapun materi simulasi diantaranya meliputi pertolongan pertama pada kedaruratan, pengelolaan shelter, dapur umum, logistik, keposkoan.

“Sampai sekarang sudah ada 19 KSB di Kabupaten Sleman. Target tahun ini 4 KSB,” jelasnya.

Dalam acara tersebut juga Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan sejumlah alat penanggulangan bencana, seperti tenda, selimut, makanan cepat saji, matras, peralatan dapur, dan lain-lain. Bantuan tersebut senilai 78 juta rupiah yang berasal dari Dinas Sosial DIY. (Humas Sleman)




Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Condongcatur Bentuk KSB

Sleman – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menginisiasi pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Condongcatur. Pembentukan tersebut diawali dengan pelaksanaan pelatihan selama 3 hari dari Selasa (18/10/2022) sampai dengan Kamis (20/10/2022) yang diselenggarakan di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya  menyampaikan bahwa pembentukan KSB merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap siaga dalam menghadapi kerawanan kerentanan dan resiko bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Dinas Sosial akan melaksanakan pembentukan Kampung Siaga Bencana yang diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan selama 3 hari kedepan dengan narasumber dari Dinas Sosial dan Forum KSB DIY,” ujar Reno.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sleman menambahkan bahwa tujuan diadakan Kampung Siaga Bencana di Kalurahan Condongcatur adalah untuk melembagakan proses kegiatan penanggulangan berbasis mssyarakat.

“Mengorganisir potensi masyarakat terlatih siaga bencana dan tersedianya petugas /masyarakat agar mampu mengelola SDM, wilayah, potensi dalam penanggulangan bencana karena bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam atau non alam maupun oleh manusia itu sendiri sehingga menimbulkan korban manusia, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda,” terangnya.

KSB adalah program pemberdayaan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana tersebut dapat proaktif dan sesegera mungkin melakukan penanggulangan terhadap dampak yang diakibatkan bencana secara mandiri, mulai dari kegiatan pra, saat dan pasca bencana

Basis KSB adalah di Kalurahan yang mampu mengampu Kalurahan itu sendiri maupun Kalurahan Kalurahan sekitarnya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. (Wasana/KIM Depok)




Pemkab Sleman Berikan Bantuan 50 Juta untuk Korban Longsor

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau lokasi longsor yang menyebabkan salah satu rumah warga Dusun Karangtanjung, Kalurahan Pandowoharjo, Sleman mengalami kerusakan berat.

Didampingi BPBD Sleman dan Dinsos Sleman, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melihat secara langsung kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan.

Peninjauan tersebut dilakukan Bupati Sleman usai mendapatkan laporan terjadinya longsor dan menimpa rumah warga pada hari Selasa 11 Oktober 2022 lalu, pada pukul WIB setelah diguyur hujan lebat.

“Kami melakukan peninjauan langsung setelah adanya laporan terjadinya longsor akibat hujan lebat. Saya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas Kustini saat ditemui dilokasi longsor pada hari Rabu (12/10/2022).

Kustini mengungkapkan kondisi rumah warga yang terdampak longsor, mengalami kerusakan berat dan keluarga  telah mendapatkan perawatan dikarenakan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.

Lebih lanjut, Kustini menuturkan bahwa beberapa hari terakhir ini terjadi hujan yang cukup lebat di wilayah Sleman sehingga masyarakat perlu lebih waspada untuk potensi dampak dari adanya hujan lebat.

Sementara bagi Warga Karangtanjung yang menjadi korban longsor, Kustini mengatakan Pemkab Sleman melalui BPBD Sleman memberikan bantuan penuh sebesar Rp ,00 untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan berat.

Hal senada disampaikan Kepala BPBD Sleman, Makwan. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Sleman berdasarkan Perbup tahun 2021 mengenai Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana, memberikan bantuan penuh dengan salah satu pertimbangan bahwa korban merupakan warga yang masuk dalam kategori KK miskin.

Pada kesempatan tersebut, Makwan juga menyampaikan bahwa sebagai upaua mitigasi bencana, masyarakat perlu memperhatikan sumber pemicu bencana. Terlebih saat ini, dari informasi yang dihimpun BPBD Sleman, terdapat kondisi cuaca ekstrim sampai dengan 15 Oktober 2022.

“Kita perlu waspada karena cuaca ekstrim itu hujan sangat deras, mungkin durasinya tidak panjang tapi itu bisa menimbulkan volume air yang sangat banyak. Sehingga masyarakat harus waspada akan potensi bencana akibat cuaca ekstrim,” ujarnya. (Humas Sleman)