Warganya Alami Musibah Kebakaran, Kalurahan Caturtunggal Berikan Bantuan

Depok – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyerahkan bantuan bencana kepada salah seorang warga Caturtunggal bernama Sukinem yang mengalami musibah kebakaran. Kejadian musibah kebakaran yang terjadi Jumat (3/9/2021) pagi itu menghanguskan rumah yang menjadi tempat naungan selama ini bersama keluarga.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, saat menyerahkan bantuan mengatakan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian kita semua. “Masyarakat hendaknya lebih waspada, periksa jaringan arus listrik di rumah masing-masing. Jangan sampai ada kelebihan beban serta instalansinya juga dijaga rapi. Serta jika berpergian juga harus memperhatikan apakah listrik dan api yang ada di kompor diperhatikan dengan lebih teliti,” ujar Agus Santoso di kediaman Sukinem di Padukuhan Karanggayam, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (6/9/2021).

Sukinem mengungkapkan rasa terima kasih dengan adanya bantuan yang merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami sekeluarga. Pada saat kejadian, kami sedang tidak ada di rumah dan dugaannya karena konsleting listrik,” jelas Sukinem.

Sukinem juga sependapat dengan Lurah Caturtunggal dan ikut mengingatkan mengenai kesadaran akan menjaga serta memelihara instalansi listrik. “Periksa juga keadaan rumah apabila hendak meninggalkan rumah,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok)




Anggota Komisi A DPRD DIY Apresiasi Posko PPKM Condongcatur

Depok – Anggota DPRD DIY Komisi A, KPH. Purbodiningrat mengapresiasi kegiatan-kegiatan Posko PPKM dan Destana Kalurahan Condongcatur dalam penanganan Covid-19. Menurut KPH. Purbodiningrat, kegiatan penanganan di sini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai SOP, misalnya dalam penggunaan APD dan telah mandiri memiliki armada ambulans serta tim khusus pemakaman kasus Covid-19.

“Ke depannya jika pandemi Covid-19 ini sudah mereda dan keadaan sudah normal, Destana Condongcatur dapat melaksanakan tugas lainnya jika terjadi bencana alam dengan sigap, kompak, dan selalu tanggap, tangkas, dan tangguh di segala keadaan,” ujar KPH. Purbodiningrat saat melakukan kunjungan di posko Gugus Tugas PPKM – Destana Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (4/9/2021).

Dalam kunjungan ini KPH. Purbodiningrat juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan APD untuk Posko PPKM Kalurahan Condongcatur. Kunjungan ini berkaitan dengan tugas anggota DPRD DIY Komisi A yang berkaitan dan berhubungan dengan masalah Kebencanaan dan sebagai mitra BPBD DIY, juga sebagai monitoring pelaksanaan pencegahan Covid-19 di tingkat kalurahan.

Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur menyampaikan bahwa di Posko PPKM – Destana Kalurahan Condongcatur, pelaksanakan kegiatan baik pencegahan maupun penanganan kasus Covid-19 dilakukan oleh anggota Destana Condongcatur, Tim Kubur Cepat (TKC), dan relawan yang bekerjasama dengan instansi lainnya seperti Puskesmas Depok II, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Posko PPKM-Destana Kalurahan Condongcatur selama lebih dari 1,5 tahun membuka posko telah membantu pencegahan penularan serta penanganan pertama pasien Covid-19 di wilayah Condongcatur. Kegiatan yang dilakukan selama ini antara lain penyemprotan disinfektan, pelatihan pemulasaraan jenazah dan kebencanaan, penyaluran bantuan berupa makanan/sembako, dan edukasi dan pembentukan posko di 18 padukuhan sampai tingkat RW dan RT.

Di samping itu juga dilakukan pembentukan Tim Kubur Cepat (TKC) untuk membantu Tim Dekontaminasi BPBD Kabupaten Sleman. Selama puncak pandemi Juli lalu, TKC telah menyempurnakan 56 paket jenazah kasus terkonfirmasi Covid-19 sesuai dengan arahan dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sleman.(Wasana/KIM Depok)




Kapanewon Depok Rutin Patroli PPKM sekaligus Berikan Bantuan untuk PKL

Depok – Sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diimplementasikan mulai tanggal 3-20 Juli 2021, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kapanewon Depok rutin melaksanakan kegiatan patroli guna memantau, mengedukasi, dan menertibkan masyarakat yang rawan melanggar ketentuan PPKM Darurat seperti pelanggaran jam operasional, kerumunan, dan pelanggaran prokes lainnya.

Patroli yang rutin dilakukan siang dan malam ini cukup memberikan dampak bagi para pelaku usaha seperti warung makan, Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang kecil, dan usaha sejenis khususnya pelaku usaha yang baru mulai buka sore hari dan harus tutup jam sesuai ketentuan PPKM Darurat.

Sebagai bentuk perhatian dan merespon komplain dari kelompok terdampak PPKM Darurat, Tim Satgas pun berupaya memberikan solusi seperti pemberian kompensasi berupa penyaluran paket sembako yang merupakan donasi dari masyarakat maupun dari tanggung jawab sosial korporasi /CSR di wilayah Kapanewon Depok.

Setidaknya ada 100 bantuan paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat terdampak dan mulai disalurkan Jumat (23/07/2021) bersamaan dengan patroli di masa perpanjangan PPKM Darurat di Kapanewon Depok.

“Kita akan mengupayakan agar masyarakat bergotong royong mengatasi dampak dari PPKM Darurat ini. Jadi selain kita patroli guna menegakkan aturan, kita juga berupaya memberikan bantuan,” ujar Abu Bakar, Panewu Depok saat menyalurkan bantuan sembako di wilayah Kalurahan Condongcatur bersama Koramil dan Polsek Depok.

Lebih lanjut Abu Bakar menuturkan bahwa dengan sedikit bantuan berupa paket sembako ini, setidaknya pemerintah peduli kepada pelaku usaha terdampak. “Mereka senang dengan adanya bantuan ini, dan kita akan upayakan rutin,” imbuh Abu.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




Ikut Perangi Pandemi, PGI Gelar Seminar Penanganan Covid-19

Depok – Pentingnya manajemen dan mitigasi bencana seperti pandemi Covid-19, mendorong Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah DIY menggelar seminar dan pelatihan tentang penanganan Covid-19 di Gedung Immanuel, Samirono Baru, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (25/6/2021).

PGI-Wilayah adalah persekutuan gereja yang dibentuk dan didukung oleh gereja-gereja dan atau jemaat-jemaat lain yang berada di wilayah tersebut dan disahkan oleh Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI dalam rangka perwujudan keesaan gereja di Indonesia.

Panewu Anom Kapanewon Depok, Wakhid Basroni mewakili Satuan Tugas Covid-19 Kapanewon Depok yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut menegaskan kembali penegakan prokes agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. “Penambahan kasus dikarenakan masyarakat sudah abai prokes, kita perlu berkolaborasi dengan satgas di tingkat bawah, termasuk satgas di gereja. Saya mendorong agar dapat mengoptimalkan satgas gereja untuk membantu penanganan covid,” jelas Wakhid.

Pada seminar ini, jemaat diberikan materi tentang Covid-19 secara umum, pencegahan dan pengendalian, dan protokol kesehatan. Seperti saat beribadah tatap muka pun tetap harus menerapkan prokes, dan sarpras juga harus disediakan seperti thermogun, tempat cuci tangan, sabun, dan informasi berkaitan prokes.

Menyikapi bencana Covid-19 yang merupakan bencana non alam, masyarakat harus fokus terhadap manajemen krisis dan harus lebih sadar tentang penggunaan masker dimana konsep dasarnya pengurangan resiko yaitu pencegahan terhadap bencana yang di alami.

Ketua Umum PGI Wilayah DIY, Pendeta Bambang Sumbodo menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi informasi dan bekal secara teknis penanganan kebencanaan alam dan non alam khususnya Covid-19. “Tak lupa saya memberikan motivasi untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan tempat ibadah seperti gereja,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan majelis gereja, organisasi pemuda dan mahasiswa serta satuan tugas atau gugus tugas yang ada di masing-masing gereja yang diundang.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




Berbagi Peran dalam Penanganan Covid-19 Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Ngaglik – Semakin meningkatnya jumlah korban yang terjangkit sekarang ini, maka penanganan Covid-19 tidak cukup hanya dilakukan oleh pihak medis maupun pemerintah. Peran dari banyak pihak pun semakin dibutuhkan sebagai sukarelawan dalam membantu menurunkan laju penularan baik dari pemangku wilayah seperti lurah dan ketua RT/RW, juga dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, puskesmas, babinkamtibmas, relawan, maupun peran serta dari seluruh warga masyarakat.

Keterlibatan serta kerelawanan dari seluruh komponen masyarakat ini merupakan konsep pemberdayaan masyarakat yang menempatkan masing-masing pihak dalam tugas yang saling bersinergi dan mendukung satu sama lain.

“Sudah saatnya menghidupkan kembali kerelawanan secara konkrit dalam upaya menekan laju penularan Covid-19,” ungkap Ns. Maryana, ,. S Psi, . M Kep saat memberikan bimbingan teknis (bimtek) kegawatdaruratan gelombang kedua di RM Pring Sewu, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Jumat (25/6/2021).

Menurut Maryana, masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membantu aparat RT/RW/desa dalam melakukan upaya pencegahan Covid-19, yaitu saling mengingatkan sesama warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, serta membantu pemenuhan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah atau lansia yang tidak memiliki keluarga.

Jika merasa sakit, masyarakat diminta segera melapor kepada ketua RT/RW/lurah dan petugas puskesmas untuk mendapat pelayanan kesehatan sesuai ketentuan. Peran serta lain yang bisa dilakukan masyarakat adalah menggunakan transportasi pribadi serta tertib menjalankan protokol kesehatan 5M: menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas.

Sementara itu lurah, ketua RW dan ketua RT berperan memberikan informasi melakukan edukasi, mendorong partisipasi warga untuk 5M, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengurangi mobilitas, serta berkoordinasi dengan puskesmas. Tokoh agama dan tokoh masyarakat mengedukasi dan mendorong warga dalam langkah langkah pencegahan Covid-19 melalui pendekatan agama dan budaya.

Adapun Babinkamtibmas berperan mengedukasi, memantau penerapan PHBS dan 5 M, menegakkan kedisiplinan, dan menangani penderita. Kader kesehatan selain mendorong partisipasi warga juga membantu ketua RT/RW dalam memfasilitasi logistik. Puskesmas berperan dalam menganalisa data, pelacakan kasus, dan membantu koordinasi dan rujukan.

Maryana menekankan perlunya menyusun rencana kegiatan di masyarakat
dalam penanganan Covid-19 yaitu menyampaikan informasi tentang penyebab, penularan, dan pencegahan. Edukasi tentang etika batuk, cara cuci tangan pakai sabun, dan cara menggunakan masker pun perlu diberikan. Penyampaian edukasi bisa menggunakan sarana pengeras suara, saluran komunikasi elektronik di telepon genggam.

Hal-hal lain yang harus dilakukan adalah membuat jadwal pelaksanaan, sasaran kegiatan, dan rencana anggaran lengkap dengan penanggungjawab kegiatan.
Kemudian mendata kesehatan warga yang beresiko tinggi, warga datang dan pergi, pendataan potensi seperti tenaga kesehatan, akses kesehatan, dan fasilitas mobil milik warga.

Hasil pendataan, perencanaan program, maupun kesepakatan penanganan covid ini kemudian dipaparkan dalam musyawarah di tingkat RT, RW ataupun Desa.

“Untuk mencegah wabah penyakit Covid-19 dengan uraian yang disingkat dengan SHOLATLAH, yaitu Selalu mengkonsumsi makanan bergizi, Hindari kerumunan, Olahraga, Lakukan PHBS, Alat Pelindung diri berupa masker dan rajin cuci tangan, Tenangkan hati kontrol emosi, Lakukan deteksi dini, Aktivitas di rumah, dan Hiasi rumahmu dengan baca Alquran serta berdzikir bersama keluarga,” kata Maryana yang aktif sebagai dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jurusan Keperawatan ini.(Endarwati/KIM Donoharjo)