Sleman Luncurkan Layanan Panggilan Darurat 112

Sleman – Dalam meningkatkan pelayanan
kedaruratan bagi masyarakat Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan
layanan panggilan darurat 112 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (26/2/2020).

Peluncuran ditandai dengan pemukulan
kentongan bambu oleh Bupati Sleman bersama dengan Dirjen Penyelenggaraan Pos
dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kepala Diskominfo
Sleman dan Kepala Pelaksana BPBD Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam peluncuran
layanan darurat 112 menyampaikan bahwa peluncuran layanan darurat 112 merupakan
salah satu upaya untuk mempercepat respon atas kegawatdaruratan sekaligus
memperpendek alur pelayanan bagi masyarakat.

“Dalam memenuhi kebutuhan kegawatdaruratan,
Pemkab Sleman telah merangkum sejumlah layanan kegawatdaruratan di antaranya penanggulangan bencana,  Sleman
Emergency Services, Unit Reaksi Cepat, dan Layanan Polres,” jelas Sri Purnomo.

Sri Purnomo menilai dengan layanan
panggilan darurat tersebut dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat sehingga
lebih praktis dan sederhana karena pada dasarnya masyarakat membutuhkan layanan
yang mudah dan memberikan solusi.

“Layanan kegawatdaruratan ini merupakan
layanan gratis bebas pulsa sehingga dapat tetap dilakukan bahkan pada telpon
seluler yang tidak memiliki pulsa sekalipun. Kemudahan layanan ini saya harap
dapat dioptimalkan pemanfaatannya dengan bertanggungjawab,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos
dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Ahmad M Ramli
mengapresiasi atas peluncuran layanan panggilan darurat 112 di wilayah
Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Ahmad Ramli
menuturkan bahwa terdapat sebanyak 42 Kabupaten/Kota di Indonesia yang saat ini
telah mengaktifkan layanan panggilan darurat. Hal tersebut menurutnya dapat
mempermudah masyarakat yang membutuhkan pelayanan darurat.

Eka Suryo Prihantoro, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman menambahkan bahwa pada saat ini telah dilakukan tahap uji coba operasional layanan panggilan darurat 112 yang berpusat di PUSDALOPS BPBD di Gedung Posko Induk BPBD di Kecamatan Pakem. Akan tetapi, pada tahun 2021 mendatang, operasionalnya akan dilaksanakan di Command Centre, Gedung Mall Pelayanan Publik.

Selain meluncurkan layanan panggilan
darurat 112, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut melakukan
penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) dengan enam pimpinan perusahaan Start Up
Unicorn yang terdiri dari Tokopedia, Bukalapak, Gojek, Grab, Payfazz  dan
OVO) dan salah Perguruan Tinggi STMM Yogyakarta.

Kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadapi era industri 4.0 yaitu terkait pemanfaatan ekonomi digital dalam percepatan pembangunan Kabupaten Sleman yang meliputi berbagai sektor. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Imbau Sekolah Tunda Kegiatan Luar Pasca Kejadian yang Timpa Siswa SMP N 1 Turi

Pasca kejadian yang menimpa siswa SMP N 1 Turi Jumat (21/2/2020), Bupati Sleman, Sri Purnomo mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah dan Pengawas di Kabupaten Sleman untuk memberikan arahan terkait dengan kejadian tersebut.

Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sabtu (22/2/2020), Sri Purnomo mengimbau seluruh kepala sekolah dan pengawas khususnya pengawasan TK, SD, dan SMP untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada peserta didik terlebih jika akan berkegiatan di luar.

“Ketika melakukan kegiatan outdoor harus mempersiapkan pembina yang ahli dan profesional di bidangnya,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi kejadian yang menimpa siswa SMP N 1 Turi, Sri Purnomo mengatakan bahwa akan menghentikan sementara kegiatan ekstrakulikuler yang bertempat di luar sekolah untuk waktu yang tidak ditentukan.

“Seluruh kegiatan akan dihentikan hingga menunggu hasil evaluasi, namun kegiatan di dalam sekolah tetap dijalankan seperti biasa, karena ini situasi sedang tidak menentu terkait dengan cuaca,” ungkapanya.

Saat ini seluruh korban sudah ditangani di rumah sakit dan seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemkab Sleman. Selain itu, bimbingan psikologi sudah diturunkan sejak kejadian kepada para keluarga korban yang sedang menunggu di Puskesmas maupun SMP 1 Turi.

Pemkab Sleman terus mengupayakan melakukan pencarian korban dengan mengerahkan 7 satuan yang mana per satuan terdiri dari 40 orang TNI, PoIri, Basarnas, dan relawan.

“Jika dalam hingga siang belum ditemukan kami akan terjukan Pasukan Katak dari Angkatan Laut untuk membantu pencarian. Kita berharap semoga bisa ditemukan,” tambahnya.

Sementara Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im yang hadir pada kesempatan tersebut juga mengimbau kepada seluruh guru yang ada di Indonesia untuk selalu meningkatkan perhatian dan kesadaran akan pentingnya pengawasan terhadap peserta didik bahkan di semua kegiatan sekolah tanpa terkecuali.

“Terlebih di musim hujan seperti ini, seperti kabel listrik yang berada di lingkungan sekolah agar diperhatikan jangan sampai membahayakan siswa,” katanya.

Ia pun berpesan jika pihak sekolah akan melakukan kegiatan outdoor perlu memperhatikan jumlah anak pun jumlah instruktur pendamping.
“Harus proporsional. Selain itu, harus bersertifikat dan profesional di bidangnya,” tambahnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Nizam dan Dirbinmas Polda DIY, Kombes Pol Anjar Gunadi.




Komunitas Siaga Bencana dan Linmas Kecamatan Cangkringan Ikuti Upacara Rutin Tanggal 17

Relawan
siaga bencana dan linmas se-Kecamatan Cangkringan kini ikut serta dalam upacara
rutin setiap tanggal 17 yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Cangkringan. Hal
ini disampaikan Camat Cangkringan, Suparmono demi menjaga semangat nasionalisme
pihak tersebut.

“Tempo
hari kami mengumpulkan relawan dan linmas ini, kami tawarkan untuk tiap bulan ikut
upacara dan mereka menanggapi dengan antusias, dan mengapa kami ikut melibatkan
relawan dan linmas dalam upacara karena mereka adalah unsur keluarga di Kecamatan
Cangkringan juga,” beber Suparmono, Senin (17/02/2020) di sela-sela upacara yang
berlangsung di Lapangan Kecamatan Cangkringan tersebut.

Para
komunitas relawan siaga bencana hadir dengan atribut kebesaran masing- masing,
seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Destana Argomulyo dengan warna
merah hitamnya, Argo Merapi
Community (AMC)
Argomulyo dengan loreng biru hitam, Komunitas Cokro Kepuharjo dengan hitam
biru, Komunitas Siaga Merapi (KSM) Desa Glagaharjo dengan oranye hitam, dan
linmas dengan seragam kebesarannya.

Rambat
Wahyudi yang akrab disapa Kromo, Ketua KSM Desa Galagaharjo mengatakan pihaknya
sangat bersemangat mengikuti upacara. Tawaran dari Camat Cangkringan, dikatakan
Kromo berguna untuk memupuk jiwa nasionalisne dalam berkomunitas juga sebagai
pengingat memori miliknya 20 tahun lalu yang mana selalu mengikuti upacara
bendera saat masih sekolah. Lebih lanjut Kromo menyampaikan bahwa untuk upacara
setiap bulan ini, pihaknya telah mengimbau seluruh anggota agar semua anggota
ikut berpartisipasi. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




Tanggap Bencana Mlati Mitigasi Pohon

Mlati – Relawan Tanggap Bencana Kecamatan Mlati melakukan mitigasi bencana di Padukuhan Rajek Lor dan Rajek Wetan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (13/2/2020). Kegiatan ini untuk menindaklanjuti laporan warga yang terdampak angin puting beliung sehari sebelumnya.

Di Padukuhan Rajek Lor, pohon mindi berdiameter 40 cm menimpa
sebuah rumah warga. Di Rajek Wetan, tepatnya di Wana Desa Desa Wisata Rajek
Wetan (Dewi Rawe), mitigasi dilakukan untuk beberapa pohon yang tumbang saat
angin puting beliung menerjang. Satu pohon di area parkir menimpa sepeda motor
warga.  

Mitigasi dilakukan 15 orang personel yang berasal dari
gabungan relawan se-Kecamatan Mlati. Yoni Alvian selaku koordinator kegiatan
menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan laporan warga. ‘Kami harus
sigap untuk menanggapi laporan tersebut, sebagaimana telah menjadi ikrar
relawan Mlati untuk terus siap tanggap darurat. Kejadian angin puting beliung
sering terjadi di wilayah Mlati, jadi kami harus siap,” ujarnya.

Pengelola Wana Desa Wisata Rajek Wetan, Suharno di sela-sela
pelaksanaan mitigasi menyampaikan pemangkasan pohon-pohon besar dilakukan untuk
kenyamanan dan keselamatan pengunjung. “Pohon-pohon besar ini sebenarnya
sayang kalau dipangkas, tetapi melihat kerawanan yang ada, dengan terpaksa
harus dipangkas.”

Ditambahi Suharno, pepohonan di Wana Desa berfungsi menjadi
peneduh, terutama pohon Crut-Crutan. Tetapi kondisi batang yang mudah patah menyebabkan
harus segera dilaksanakan mitigasi untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan. “Selain itu beberapa pohon memang perlu segera dikurangi dahannya,”
pungkas Suharno.(KIM Mlati/Yoko)




Relawan Tanggap Bencana Desa Agromulyo Tangani Pohon Tumbang secara Cepat dan Tepat

Relawan Tanggap Bencana Desa Agromulyo, Kecamatan Cangkringan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana Desa Tangguh Bencana (FPRBDESTANA) dan Argo Merapi Community (AMC) bersama dengan Pemerintah Desa, SAR Linmas, Babinsa dan Juga Masyarakat pada Jumat (07/02/2020) bersama – sama melakukan penanganan terhadap beberapa pohon yang tumbang akibat hujan lebat dan disertai angin yang melanda Desa Agromulyo.

Penanganan dilakukan setelah Relawan Tanggap Bencana menerima informasi dari masyarakat terkait adanya pohon tumbang. Diinformasikan dari masyarakat melalui group WhatsApp (WA) bahwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul WIB. Pohon tumbang ini menimpa beberapa rumah warga dan jaringan listrik.

Subarjo selaku Kepala Seksi Pemerintahan Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan mengatakan ada laporan dari masyarakat terkait peristiwa ini. “Delapan titik kejadian pohon tumbang yaitu dua titik pohon menimpa rumah warga, dua titik menimpa jaringan listrik dan sisanya melintang di jalan,” bebernya

Subarjo juga menambahakan peran penting dalam penanganan bencana adalah kesiapsiagaan masyarakat itu sendiri.

“Karena kalau masyarakat sudah tangguh bencana maka peran relawan adalah sebagai pendorong untuk mempercepat dalam penanganan setiap bencana yang terjadi dan jumlah relawan yang terbatas bukan sebuah halangan apabila seluruh masyarakat sudah Tangguh bencana,” imbuhnya.

Partono salah satu relawan dari Padukuhan Bakalan Desa Argomulyo mengatakan Relawan Bencana Desa Argomulyo selalu memantau setiap informasi dari setiap kejadian bencana dari masyarakat dan segera bergerak dengan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Partono menambahkan untuk melakukan pembersihan area pohon tumbang, pihaknnya perlu menyiapkan alat-alat seperti gergaji mesin yang mana harus selalu dalam kondisi siap pakai.

“Kondisi mesin harus dalam keadaaan prima, bahan bakar siap, dan kondisi rantai pemotong harus dalam keadaan tajam,” tambahnya. (Marmansyah/KIM Cangkringan)