Relawan dan Unsur Keamanan Condongcatur Matangkan Strategi Tanggap Bencana

Sleman – Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, terus memperketat sistem keamanan lingkungan dan jaringan tanggap darurat di wilayahnya. Satuan Tugas Kebencanaan yang terdiri dari unsur Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pertemuan strategis untuk memetakan potensi kerawanan wilayah ini diselenggarakan di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur pada Sabtu (13/6/2026) mulai pukul WIB.
Langkah konsolidasi ini diambil sebagai respons cepat untuk mengantisipasi dinamika sosial serta potensi bencana hidrometeorologi di kawasan padat penduduk tersebut. Dengan mempertemukan para relawan kemanusiaan dan petugas keamanan dalam satu forum, Pemerintah Kalurahan Condongcatur ingin memastikan rantai komando penanganan darurat di lapangan dapat bergerak lebih responsif, taktis, dan terpadu.
Jalannya rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Rudi Antariksawan. Dalam arahannya, ia menggarisbawahi bahwa loyalitas dan kesiapsiagaan para relawan merupakan aset terbesar kalurahan dalam menjamin keselamatan warga, baik dalam agenda sosial kemasyarakatan maupun saat terjadi peristiwa bencana riil.
“Relawan harus senantiasa siap sedia untuk mendukung dan mensupport setiap kegiatan yang ada di Condongcatur, baik kegiatan kemasyarakatan maupun kebencanaan,” ujar Rudi Antariksawan secara tegas di hadapan puluhan anggota relawan yang hadir.
Selaras dengan hal tersebut, upaya penguatan keamanan di level akar rumput juga mendapat atensi khusus dari aparat penegak hukum setempat. Bhabinkamtibmas Condongcatur, Bastian, yang turut mengawal jalannya pertemuan mengimbau anggota Linmas dan relawan untuk memperketat pengawasan di lingkungan padukuhan masing-masing sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi tindak kriminalitas.
“Mari kita senantiasa menjaga keamanan lingkungan masing-masing sehingga situasi di Condongcatur tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkap Bastian.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi aktif antara masyarakat dan kepolisian melalui pos ronda serta patroli malam harus kembali digalakkan. Menurutnya, rasa aman di tengah lingkungan urban tidak dapat terwujud tanpa adanya partisipasi aktif warga yang bersinergi dengan petugas keamanan desa.
Melalui pertemuan tatap muka ini, jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap sekat-sekat antarorganisasi relawan dapat melebur menjadi sebuah kekuatan jaring pengaman sosial yang solid. Penguatan koordinasi secara berkala ini diproyeksikan mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik, sekaligus memastikan wilayah Condongcatur memiliki tingkat ketangguhan yang tinggi dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun gangguan keamanan di masa depan. (Tri Suhartati/KIM Depok)



