Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa Lewat Gelar Karya

Sleman — SMP Budya Wacana menggelar pameran hasil karya siswa bertema entrepreneurship atau kewirausahaan di Atrium Sleman City Hall, Senin (16/6/2025). Acara yang mengusung moto “Learn to Live, Live to Learn” ini menampilkan berbagai produk hasil pembelajaran ekstrakurikuler yang telah dijalani siswa selama satu tahun.
Pameran terbuka untuk umum dan dihadiri oleh orang tua, kerabat, serta pengunjung pusat perbelanjaan. Ratusan pengunjung tampak antusias melihat langsung karya dan produk kreatif para siswa. Mulai dari aneka makanan dan minuman, kerajinan tangan, aksesori, photobooth, hingga terapi kaki dengan ikan, batik, dan produk sibori dipajang menarik di setiap stan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eva, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Kami ingin siswa terbiasa berpikir kreatif, menyusun rencana, dan mempresentasikan ide mereka dengan percaya diri,” ujarnya di sela acara.
Sebelum memulai usaha, setiap siswa diwajibkan menyusun proposal business plan yang mencakup uraian usaha, analisis pasar, strategi pemasaran, rincian produk, hingga proyeksi keuangan. Meskipun baru setahun meninggalkan bangku SD, para siswa mampu menyusun perencanaan bisnis dengan tampilan menarik dan sistematis.
Selain pameran produk, acara juga dimeriahkan oleh penampilan band siswa dan sesi berbagi pengalaman dari para alumni yang kini telah sukses. Dalam sesi tanya jawab, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan kritis kepada para pembicara.
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah batik dan sibori hasil karya siswa yang dipajang di stan khusus. Menurut Ermi, guru keterampilan batik dan sibori, sebanyak 116 produk ditampilkan dalam bentuk kain, kaus, dan hiasan berbingkai.
Gelar Karya ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan kewirausahaan bisa ditanamkan sejak dini. Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menghadapi tantangan pasar. Mereka belajar merancang, memproduksi, memasarkan, dan menjual produk secara nyata.
Dengan semangat Live to Learn, Learn to Live, para siswa SMP Budya Wacana tengah menapaki kehidupan, belajar menjadi kreatif dan mandiri sejak usia muda. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)



