Lazisnu Sleman Salurkan Fidyah untuk Warga Gandok Lewat Program Bantu Bersama

Sleman – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Sleman menyalurkan fidyah bagi warga Padukuhan Gandok, Kapanewon Ngaglik, Sleman melalui program Bantu Bersama, Jumat (28/2/2025). Program ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, terutama kaum dhuafa dan lansia, dengan mendistribusikan fidyah dalam bentuk bahan pokok atau sembako agar langsung bermanfaat bagi penerima.
Sekretaris Lazisnu Sleman, Luthfy Avian Ananda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian umat Islam terhadap sesama.
“Kami ingin memastikan fidyah yang ditunaikan oleh masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. Program Bantu Bersama ini juga menjadi teladan bahwa kepedulian sosial harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Paket bahan pokok dibagikan kepada warga yang telah didata sebelumnya, termasuk lansia, janda, dan keluarga prasejahtera. Para penerima manfaat menyambut bantuan ini dengan penuh rasa syukur, mengingat kebutuhan pokok semakin sulit dijangkau bagi mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Para relawan NU Care-Lazisnu Sleman turut serta dalam proses pendistribusian dengan membagikan paket sembako langsung ke rumah-rumah warga. Cara ini dilakukan untuk memastikan setiap bantuan sampai kepada penerima secara tepat sasaran.
Luthfy menegaskan bahwa program Bantu Bersama akan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat.
“Kami akan terus menggandeng berbagai pihak, baik individu maupun lembaga, agar bantuan dapat tersalurkan secara lebih luas dan merata,” katanya.
Selain itu, ia juga mengajak umat Islam untuk lebih aktif menunaikan fidyah, karena selain sebagai kewajiban ibadah, fidyah juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial.
“Semoga setiap fidyah yang diberikan menjadi berkah, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” pungkasnya.
Melalui program ini, Lazisnu Sleman berharap semakin banyak pihak yang terdorong untuk berbagi dan membantu sesama, sehingga semangat gotong-royong dan solidaritas sosial tetap terjaga di tengah masyarakat. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)



