Dosen UNY Terpilih Menjadi Kafilah Kemdiktisaintek MTQ Korpri Nasional 2026

Sleman – Dosen Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tsania Nur Diyana, terpilih menjadi Kafilah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026.

Tsania mengatakan kepercayaan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tanggung jawab untuk membawa semangat Al-Qur’an dalam kehidupan sebagai aparatur negara dan akademisi.

Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana memperdalam pemahaman serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana kita menghidupkan, mempelajari, dan mengaplikasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Selasa (18/8/2026).

Tsania menilai nilai-nilai Al-Qur’an memiliki keterkaitan kuat dengan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara. Sikap amanah, jujur, disiplin, dan peduli perlu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, spirit Al-Qur’an semakin melekat dalam diri para ASN dan diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, serta pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Terpilih menjadi bagian dari Kafilah Kemdiktisaintek mendorong Tsania mempersiapkan diri secara optimal. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membawa nama UNY dalam forum nasional yang mempertemukan ASN dari berbagai daerah dan instansi.

Bagi UNY, keterlibatan dosen dalam MTQ Korpri turut memperkuat budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian keilmuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual.

Tsania berharap keikutsertaannya dapat menginspirasi sivitas akademika untuk terus mengembangkan potensi, berprestasi, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“MTQ Korpri merupakan agenda dua tahunan yang menjadi ruang kompetisi, syiar, silaturahmi, serta penguatan nilai spiritual di kalangan ASN,” tegasnya.

MTQ Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung di Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, pada 23–30 Agustus 2026 dengan tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh.”

Keikutsertaan Tsania sebagai Kafilah Kemdiktisaintek diharapkan memperkuat representasi UNY di tingkat nasional sekaligus menunjukkan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik, integritas, dan nilai spiritual. (Athiful/KIM Depok)




Sholawat dan Semangat Kemerdekaan Bergema di Candi Lama

Sleman – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dipadukan masyarakat Candi Lama melalui Safari Sholawat Maulid An Nuur bersama hadroh se-Candi Lama. Kegiatan berlangsung di Lapangan Pasir Luhur, Candi Winangun, Senin (17/8/2026) malam.

Mengusung semangat kemerdekaan melalui sholawat, kegiatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Warga dari berbagai kalangan hadir untuk bersholawat bersama, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan keagamaan dan kebersamaan.

Rangkaian acara diawali penampilan hadroh ibu-ibu dan pembacaan tahlil. Suasana kemudian semakin semarak dengan lantunan sholawat bapak-bapak yang diiringi penabuh hadroh dari kalangan generasi muda.

Keterlibatan lintas generasi menjadi salah satu kekuatan Safari Sholawat Maulid An Nuur. Selain menjadi sarana memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga tradisi sholawat sekaligus mendorong generasi muda terlibat dalam pelestarian seni hadroh di masyarakat.

Setelah rangkaian sholawat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustaz Anwan. Ia mengajak jamaah memaknai Maulid Nabi dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk meningkatkan keteladanan dan rasa syukur.

“Kita dalam dua momen sekaligus, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ustaz Anwan.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk nilai persaudaraan, kepedulian, kebersamaan, dan akhlak mulia.

Sementara itu, momentum kemerdekaan dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk bersyukur atas perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Perpaduan kedua momentum tersebut terlihat dalam kegiatan Safari Sholawat Maulid An Nuur. Keterlibatan ibu-ibu, bapak-bapak, dan generasi muda menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan sekaligus dapat menjadi ruang silaturahmi dan pelestarian budaya antargenerasi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara masyarakat Candi Lama mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif yang memperkuat nilai spiritual, sosial, dan budaya. Tradisi sholawat dan seni hadroh pun diharapkan terus tumbuh serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Egi Prayoga – KIM DSN Ngaglik )




Safari Maulid An-Nuur Satukan Warga Candi melalui Sholawat dan Regenerasi Tradisi Keagamaan

Sleman – Jamaah dan kelompok hadroh se-Candi Lama menggelar Safari Sholawat Maulid An-Nuur di Mushola Al-Hikmah, Candi 2, Padukuhan Candi, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026) malam.

Perhelatan keagamaan yang dimulai pukul WIB ini diselenggarakan sebagai ruang silaturahmi warga dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini bertujuan mengokohkan persaudaraan antarwarga, memperkuat keteladanan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi wadah regenerasi tradisi keagamaan lintas generasi di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh ibu-ibu, dilanjutkan pembacaan tahlil dan sholawat oleh kelompok bapak-bapak dengan iringan tabuhan terbang dari generasi muda. Suasana kekhidmatan dilanjutkan dengan pembacaan tausiah keagamaan oleh Ustaz Anwan mengenai pentingnya merawat kerukunan dan kepedulian sosial.

Salah seorang warga Candi 2, Pita, menyampaikan rasa syukur atas kekompakan jamaah serta hadirnya generasi muda dalam melestarikan syiar keagamaan tersebut.

“Semoga kegiatan Safari Maulid An-Nuur ini terus menjadi wadah pemersatu silaturahmi, membawa keberkahan dan kedamaian bagi warga antardesa, serta membimbing generasi muda kita untuk selalu meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW,” ujar Pita pada Sabtu (15/08/2026).

Ia menambahkan bahwa kebersamaan lintas usia dalam alunan sholawat ini terbukti menciptakan suasana lingkungan yang damai dan harmonis.

“Sebagai warga Dusun Candi 2, saya sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme serta kekompakan seluruh jamaah dan warga yang hadir. Momen sholawatan bersama ini benar-benar menciptakan suasana yang damai dan mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Safari Maulid An-Nuur di Mushola Al-Hikmah ini, masyarakat Padukuhan Candi berharap tradisi pembacaan sholawat dan pembinaan generasi muda dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Kenduri Hari Paroki ke-65 Maria Assumpta Gamping Perkuat Harmoni Lintas Elemen Masyarakat

Sleman – Paroki Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping menggelar kenduri dan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Paroki ke-65 di Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (15/08/2026).

Kegiatan budaya dan keagamaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan gereja selama 65 tahun. Selain itu, agenda ini dirancang untuk mempererat ikatan silaturahmi, memelihara toleransi, serta memperkuat harmoni sosial antar-elemen masyarakat di wilayah Gamping.

Perayaan ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Umum Kapanewon Gamping Liliana Sukawati, Panit Intelkam Polsek Gamping Aiptu Eko Familiyanto, Bhabinkamtibmas Ambarketawang Aiptu Ibnu Prastowo, Dukuh Gamping Lor, Dukuh Gamping Tengah, serta pengurus kelembagaan RT dan RW setempat.

Pastor Paroki Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping, Romo Gregorius Sulistyanto, menyampaikan bahwa kenduri merupakan media perjumpaan sosial yang ampuh untuk mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Tasyakuran menjadi wujud ungkapan terima kasih atas perjalanan dan penyertaan Tuhan selama perjalanan Gereja Katolik Maria Assumpta Gamping hingga memasuki usia ke-65 tahun. Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan berbagai karya pelayanan yang telah dilakukan serta meneguhkan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujar Romo Gregorius Sulistyanto pada Sabtu (15/08/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Gamping, Liliana Sukawati, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kenduri lintas unsur yang dinilai mampu merawat kerukunan warga di tengah keberagaman.

“Kita hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman, baik agama, budaya, maupun latar belakang sosial. Karena itu, kebersamaan seperti yang kita lihat pada hari ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” kata Liliana Sukawati.

Melalui tradisi kenduri dan tasyakuran ini, jajaran Pemerintah Kapanewon Gamping bersama pengurus Paroki berharap semangat gotong royong dan iklim kondusif di lingkungan masyarakat Gamping dapat terus terjalin secara harmonis. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




MUI Depok Sleman Tekankan Lima Pilar Keluarga Sakinah

Sleman – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok Kabupaten Sleman, Sunhaji menekankan pentingnya lima pilar keluarga sakinah sebagai landasan dalam membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan saling menguatkan.

Sunhaji mengatakan, kehidupan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan nonfisik. Suami dan istri perlu membangun relasi yang sehat dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

“Ada lima pilar keluarga sakinah, yaitu mitsaqan ghalizhan atau janji yang kokoh, zawaj atau berpasangan, mu’asyarah bil makruf atau saling memperlakukan dengan baik, musyawarah, serta taradhin atau saling merelakan dan menyenangkan,” ujar Sunhaji, di Aula KUA Depok, Sleman, Rabu (12/8/2026).

Pilar pertama, menurut Sunhaji, ialah zawaj. Suami dan istri perlu menyadari bahwa keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi, menopang, dan bekerja sama. Hubungan tersebut diibaratkan seperti sepasang sayap yang memungkinkan seekor burung terbang.

“Al-Qur’an juga menggambarkan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri sebagai pakaian bagi suami sebagaimana termuat dalam QS Al-Baqarah ayat 187,” katanya.

Pilar kedua ialah mitsaqan ghalizhan, yakni memandang perkawinan sebagai perjanjian yang kokoh. Sunhaji menjelaskan, suami dan istri memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga ikatan perkawinan sebagaimana ditegaskan dalam QS An-Nisa ayat 21.

“Komitmen menjaga perkawinan harus dilakukan bersama. Tidak bisa hanya satu pihak yang berusaha menguatkan ikatan, sementara pihak lainnya justru melemahkannya,” katanya.

Pilar ketiga adalah mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu sikap saling memperlakukan pasangan secara baik dan bermartabat. Prinsip yang merujuk pada QS An-Nisa ayat 19 tersebut menempatkan suami dan istri dalam hubungan yang setara dalam berbuat kebaikan.

“Keduanya dituntut untuk saling menghormati, menjaga perasaan, serta mengupayakan yang terbaik bagi pasangan,” jelasnya.

Selanjutnya, pilar keempat berupa musyawarah. Sunhaji menilai persoalan rumah tangga perlu diselesaikan melalui komunikasi dan pembahasan bersama. Musyawarah memberi ruang bagi suami dan istri untuk menyampaikan pandangan, mendengarkan pasangan, serta menentukan keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan keluarga.

Pilar kelima ialah taradhin atau kerelaan bersama. Prinsip ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang didasarkan pada keridaan, penghormatan, dan kesediaan untuk saling memberikan kebaikan dalam kehidupan rumah tangga.

Sunhaji berharap pemahaman terhadap lima pilar tersebut tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan komitmen yang kuat, komunikasi yang sehat, serta sikap saling menghormati, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga sakinah yang kokoh dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)