Peringati HUT ke-81 RI, Kapanewon Moyudan Ziarah ke Makam Pahlawan

Sleman – Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan, Rabu (13/8/2026).

Kegiatan dipimpin Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman dan diikuti Kapolsek, Danramil, serta Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan. Turut hadir Kapolsek, Danramil, serta seluruh Lurah dan Pamong se-Kapanewon Moyudan.

Panewu Moyudan Muhammad Arif Rahman mengatakan, ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi bangsa.

“Di Sumberrahayu ada Kopral Anumerta Raden Sutedjo, beliau pejuang 45 yang gugur pada 1 Maret 1949 dalam peristiwa Serangan Umum,” ungkapnya.

Di Sumberarum terdapat makam Kapten Jemirin di Padukuhan Sejati Pasar. Sementara di Sumberagung terdapat makam delapan warga yang gugur akibat serangan tentara kolonial Belanda. Untuk mengenang perjuangan tersebut, pada 1970 dibangun monumen peringatan di depan Kantor Kalurahan Sumberagung.

Adapun di Sumbersari, tepatnya Padukuhan Klisat, terdapat makam Pahlawan Ampera Margono yang gugur dalam demonstrasi Tri Tura pada 1966.

“Beliau seorang tokoh muda yang gugur dalam demonstrasi Tri Tura pada tahun 1966,” tandasnya.

Arif menjelaskan, ziarah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi negara. Semangat perjuangan tersebut, menurutnya, perlu menjadi teladan bagi seluruh jajaran pemerintahan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Setelah merdeka, bentuk penghormatan yang dapat kita lakukan adalah melanjutkan perjuangan melalui pengabdian sepenuhnya kepada masyarakat,” katanya. (Giek/ KIM Moyudan)




IPARI Sleman Gelar Seni dan Budaya Perkuat Moderasi Beragama

Sleman – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sleman menggelar “Gelar Seni dan Budaya Bersama IPARI Kabupaten Sleman” di Pondok Pesantren Ahmad Syafii Academy, Selasa (11/8/2026).

Mengusung tema “Menuju Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi seni dan budaya lintas agama sekaligus upaya memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Sleman.

Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Samsul Bakri menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Keberagaman merupakan bagian dari kekuatan bangsa yang perlu dirawat melalui sikap saling menghargai dan bekerja sama. Indonesia tidak harus menjadi masyarakat yang seragam, tetapi masyarakat yang mampu hidup berdampingan, saling menghormati, dan bergandengan tangan dalam keberagaman,” ujarnya.

Ia pun membuka kegiatan secara simbolis dengan pemukulan bedug.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Hadroh Nurul Mustofa Kemenag Sleman. Acara dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama yang melibatkan perwakilan lima agama, yakni Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam. Kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sleman, Nadhif, bersama Ketua PD IPARI Kabupaten Sleman, Sunhaji, turut memberikan pengarahan mengenai peran strategis penyuluh agama dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

Semangat kebersamaan kemudian ditampilkan melalui berbagai pertunjukan seni dari kelompok lintas agama. Pokjaluh Agama Islam menampilkan Tari Saman, sedangkan Pokjaluh Agama Katolik menyajikan pentas seni angklung dari Gereja Banteng.

Pertunjukan dilanjutkan dengan Klotekan Seyegan dari Pokjaluh Agama Kristen, penampilan Lagon yang diiringi gamelan oleh Kelompok Laras Asa Pondok Pesantren Wahid Hasyim, serta pertunjukan seni tari dari Pokjaluh Agama Hindu dan Buddha. Pokjaluh Agama Buddha membawakan Tari Dwi Pantara dari Studio Rama Shinta.

Melalui perpaduan seni, budaya, dan dialog lintas agama, IPARI Kabupaten Sleman berupaya menyampaikan pesan toleransi dan kerukunan secara inklusif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat hidup berdampingan serta membangun hubungan harmonis antarpemeluk agama di Kabupaten Sleman. (Ajeng KIM DSN)




Doa Bersama dan Tabur Bunga Awali Rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo 2026

Sleman – Tradisi penghormatan kepada para pendahulu menjadi pembuka rangkaian Merti Kalurahan Sumberrejo 2026 yang mengusung tema “Kanthi Merti Kalurahan Sumberrejo Memetri Lestarine Budaya”. Kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama di Aula Kalurahan Sumberrejo, Jumat (7/8/2026), sebelum dilanjutkan prosesi tabur bunga di makam para mantan pamong kalurahan.

Kegiatan yang dipimpin Sumaryanto tersebut diikuti Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto beserta seluruh pamong Kalurahan Sumberrejo. Doa bersama dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon kelancaran rangkaian Merti Kalurahan yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026.

Usai doa bersama, rombongan melaksanakan ziarah dan tabur bunga di kompleks Makam Gendol Kulon dan Makam Semawung. Prosesi dilakukan di sekitar 22 makam mantan pamong Kalurahan Sumberrejo, yang semasa hidupnya mengemban amanah sebagai lurah, carik, jagabaya, kaur kesejahteraan, maupun dukuh.

Penghormatan juga diberikan kepada tiga mantan lurah Sumberrejo, yakni Hadi Sumitro, Tugiman, dan Supardjo. Kehadiran Lurah Sumberrejo saat ini, Anjar Purwanto, sebagai lurah keempat menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus penghargaan terhadap sejarah pemerintahan kalurahan.

Sumaryanto mengatakan, tradisi ini tidak hanya bertujuan mengenang para pendahulu, tetapi juga meneladani semangat pengabdian yang telah mereka wariskan.

“Melalui doa dan tabur bunga, kita mengenang jasa para pendahulu sekaligus menyadari bahwa kemajuan yang dirasakan saat ini merupakan hasil pengabdian mereka. Semangat itulah yang harus terus dilanjutkan oleh generasi sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya diwujudkan melalui pentas seni atau kirab budaya, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai penghormatan terhadap sejarah dan para tokoh yang telah berjasa membangun kalurahan.

Melalui doa bersama dan tabur bunga, Merti Kalurahan Sumberrejo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, menghormati sejarah, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam membangun masyarakat yang berakar pada budaya dan siap menghadapi masa depan.  (SBD /KIM TEMPEL)




Wakil Bupati Sleman Hadiri Tabligh Akbar HUT Ke-81 RI di Mejing Kidul

Sleman – Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Padukuhan Mejing Kidul, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, berlangsung khidmat melalui Tabligh Akbar bersama pendakwah nasional Ning Umi Laila di Lapangan Mejing Kidul RW 09, Selasa (4/8/2026) malam. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati lokasi kegiatan sebagai wujud semangat menyemarakkan kemerdekaan dengan memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan kecintaan kepada Tanah Air.

Tabligh akbar yang dihadiri Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang didampingi Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo dan Lurah Ambarketawang, Sumaryanto tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang dikemas dengan nuansa religius.

Selain menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah, kegiatan ini juga menjadi momentum mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui penguatan karakter, akhlak mulia, dan kepedulian sosial sebagai fondasi membangun bangsa.

Dalam tausiyahnya, Ning Umi Laila mengajak masyarakat mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa dengan pengorbanan jiwa dan raga. Menurutnya, rasa syukur tersebut tidak hanya diwujudkan melalui seremoni peringatan, melainkan dengan menjaga persatuan, memperkuat keimanan, serta menebarkan manfaat bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus memperkokoh persaudaraan, menghindari perpecahan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman sebagai modal utama mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat,” ucapnya.

Selain itu, Ning Umi Laila juga mengingatkan pentingnya menjadikan momentum bulan kemerdekaan sebagai sarana introspeksi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semangat gotong royong yang telah menjadi jati diri bangsa Indonesia, katanya, harus terus dirawat agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan zaman.

Penyelenggaraan tabligh akbar ini memperlihatkan kuatnya sinergi antara panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, aparat keamanan, serta warga setempat dalam menyukseskan kegiatan. Semangat kebersamaan yang tercermin selama proses persiapan hingga pelaksanaan menjadi cerminan nilai gotong royong yang selaras dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berharap masyarakat semakin memahami bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya diisi dengan berbagai perlombaan dan hiburan, namun juga dapat menjadi ruang memperkuat nilai spiritual, membangun persatuan, serta menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Menurutnya, penguatan karakter religius dipandang menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.

Tabligh Akbar dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Mejing Kidul menjadi refleksi bahwa nilai-nilai kebangsaan dan syiar keagamaan dapat berjalan selaras dalam memperkuat karakter masyarakat. Melalui lantunan doa, shalawat, dan tausiyah, jamaah diajak memaknai kemerdekaan sebagai amanah untuk terus berkarya, mempererat persatuan di tengah keberagaman, serta berkontribusi mewujudkan Indonesia yang maju dan berlandaskan akhlak mulia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Resmikan Masjid Al Hidayah Nogotirto, Panewu Gamping Dorong Pengembangan Dakwah Digital

Sleman – Panewu Gamping, Suyanto, mendorong pengelola masjid di wilayahnya untuk memadukan fungsi rumah ibadah dengan perkembangan teknologi informasi melalui pengembangan dakwah digital. Langkah tersebut dinilai krusial guna memperluas jangkauan syiar keagamaan serta menebar kemanfaatan sosial bagi masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan Suyanto saat meresmikan Masjid Al Hidayah yang berlokasi di Padukuhan Kaingan, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (02/08/2026).

Dalam sambutannya, Suyanto menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat modern, terutama generasi muda. Karena itu, pengelola masjid perlu responsif dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan media digital lainnya sebagai sarana penyebaran konten kajian keislaman yang edukatif dan mencerahkan.

“Masjid harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi pusat dakwah digital yang menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan kebaikan kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Suyanto pada Minggu (02/08/2026).

Ia menambahkan bahwa kehadiran materi dakwah yang sejuk dan mencerahkan di ruang digital sangat penting untuk mengimbangi derasnya arus informasi negatif yang beredar di media sosial.

“Jangan sampai ruang digital justru lebih banyak diisi dengan hal-hal yang tidak memberikan manfaat. Masjid dapat mengambil peran dengan menghadirkan konten yang memberikan pencerahan, memperkuat keimanan, dan mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan,” tutur Suyanto.

Meski mendorong adaptasi teknologi, Suyanto menegaskan bahwa digitalisasi bertujuan memperkuat peran masjid, bukan menggantikan fungsi utamanya sebagai ruang perjumpaan fisik masyarakat. Masjid Al Hidayah diharapkan tetap memelihara kegiatan interaksi sosial, seperti pendidikan keagamaan, pembinaan pemuda, serta aksi pemberdayaan ekonomi dan kebersamaan warga.

Melalui integrasi antara fungsi ibadah, sosial, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, Masjid Al Hidayah Nogotirto diharapkan mampu menjadi pusat peradaban umat yang adaptif, relevan, serta membawa dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)