Hari Ber-Muhammadiyah Sleman 2026 Dibanjiri 8.000 Jemaah, Perkuat Dakwah Lereng Merapi

Sleman – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem sukses menggelar peringatan Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman di kawasan Museum Gunung Merapi (MGM), Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (01/08/2026). Perhelatan akbar bertema “Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban” ini dibanjiri lebih dari jemaah dari berbagai elemen warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.
Kegiatan diawali dengan berbagai penampilan seni serta atraksi kreativitas dari siswa-siswi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kapanewon Pakem, mulai dari Tarian Anugra Pari, musik angklung, pertunjukan solo vokal, drumband, hingga atraksi Polisi Cilik. Rangkaian perhelatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PDM Sleman Harjaka, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Yayan Suryana, serta Bupati Sleman Harda Kiswaya yang mengapresiasi kontribusi konsisten Muhammadiyah di bidang sosial, kesehatan, dan pendidikan.
Ketua Panitia yang juga Ketua PCM Pakem, Raden Agung Nugraha, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keterlibatan masif seluruh komponen masyarakat dalam menyukseskan gelaran ini.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, dan warga Muhammadiyah yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Raden Agung Nugraha dalam laporannya.
Selain pengajian akbar, perhelatan ini diisi dengan penyerahan syahadat kepada guru IGABA Pakem, penyerahan sertifikat wakaf Pesantren King Sulaiman, bazar UMKM warga, hingga layanan kesehatan gratis dan aksi donor darah bertajuk “Setetes Darahmu, Sejuta Harapan!” oleh RSU PKU Muhammadiyah Pakem.
Memasuki acara inti, tausiah utama disampaikan oleh Ketua PDM Ponorogo periode 2010–2015, Ahmad Munir. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk memegang teguh Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah sekaligus menjaga soliditas keumatan.
“Warga Muhammadiyah harus terus membina kualitas diri, memperluas jaringan dan komunikasi sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat dakwah Islam yang berkemajuan. PENTING juga menjaga ukhuwah di lingkungan Persyarikatan dengan tidak saling membid’ahkan sesama warga Muhammadiyah, melainkan saling menguatkan dalam semangat persaudaraan dan dakwah,” tutur Ahmad Munir.
Pemilihan kawasan lereng Gunung Merapi sebagai pusat penyelenggaraan menjadi simbol ketangguhan masyarakat lokal, di mana Muhammadiyah berkomitmen hadir mendampingi warga melalui penguatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)



