Kalurahan Sinduharjo Lestarikan Kesenian Religi Lewat Festival Hadroh

Ngaglik – Pemerintah Kalurahan Sinduharjo Kapanewon Ngaglik memberikan apresiasi kepada kelompok-kelompok kesenian religi  yang tumbuh dan berkembang diwilayahnya dalam bentuk Festival Hadroh Minggu (13/8/2023). Festival diikuti oleh 17 kelompok dari 20 Padukuhan yang ada di Sinduharjo.

Lurah Sinduharjo Sudarja ketika membuka secara resmi pelaksanaan Festival mengatakan, kesenian bernafaskan seni religius harus dilestarikan dan dikembangkan karena bisa dijadikan media syiar.

“Selain itu tumbuhnya kelompok-kelompok juga sebagai ajang silaturahmi mempererat persaudaraan dan menguatkan semangat gotong royong,” ujar Sudarja.

Secara khusus Sudarja yang kalurahanya berstatus Kalurahan Mandiri Budaya itu berencana penyelenggaraan Festival akan diadakan setiap tahun.

“Pelaksanaan di 2023 merupakan tahun kedua, pesertanya tidak ada batasan usia maka campuran dari sisi usia dan jenis kelamin. Kedepan pesertanya dipisah menjadi dua katagori, yaitu anak dan orang tua,” tandas Sudarja.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Astadi menuturkan, dalam festival tahun 2023 diikuti oleh 17 kelompok. Panitia memberikan hadiah kepada para juara dalam bentuk piagam, piala dan uang pembinaan. Kejuaraan diambil juara 1 hingga harapan 1.

“Para peserta diberikan kesempatan tampil selama 15 menit dengan membawakan lagu wajib judul Alamate Anak Sholeh dan satu lagu pilihan bebas,” ungkapnya.

Festival yang juga dihadiri Tim Monev Pendamping Kalurahan Budaya Kundha Kabudayan Provinsi DIY  Joko Saptnono itu  berlangsung di Gedung Serba Guna Kalurahan Sinduharjo itu terdapat tiga unsur yang dinilai, masing-masing Materi yang terdiri ketepatan waktu dan kualitas vokal. Harmoni meliputi kekompakan, keseimbangan dan kreatifitas aransemen serta unsur  Penampilan yang meliputi kerapian dan kesesuaian kostum, blocking panggung dan interaksi dengan audiens.

Dari penilaian dewan juri yang terdiri dari Ichsan (vokal), Fajar AM (musik) dan Arkham Yuri Permorm diperoleh hasil sebagai berikut: Juara 1 nilai 234 nomor peserta 14. Juara 2 nilai 227 nomor peserta 6. Juara  3 nilai 226 nomor peserta 12 dan harapan dengan total nilai 222 diraih nomor peserta 7.

Dalam festival Hadroh juga disemarakkan dengan gelaran stand produk pelaku UMKM berasal dari seluruh padukuhan di Sinduharjo. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Tanggulangi Kemiskinan Lewat Program Kampung Berkah

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meluncurkan program Kampung Berkah yang diinisiasi oleh Baznas Sleman di Kalurahan Pondokrejo Kapanewon Tempel pada hari Jumat (4/8/2023). Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus diluncurkan program Santunan Lansia Seumur Hidup.

Ketua Baznas Sleman, Kriswanto, menjelaskan dalam program Kampung Berkah ini disalurkan bantuan melalui sejumlah program unggulan Baznas. Adapun rinciannya yakni program Sleman Sehat untuk bantuan kesehatan stunting kepada Siti Rohmah Budiati sebesar 1 juta rupiah. Program Sleman sehat untuk bantuan kesehatan gagal ginjal kepada Masfufatul Jannah sebesar 3 juta rupiah. Program Sleman Peduli untuk bantuan Konsumtif Biaya Hidup kepada Cholifatun sebesar 1 juta rupiah. Program Sleman Taqwa untuk bantuan renovasi masjid Baitul Muslimin sebesar 2 juta rupiah. Dan program Sleman Produktif untuk bantuan modal usaha Kelompok Sumber Rezeki sebesar 10 juta rupiah.

“Program ini sebelumnya juga telah dilakukan di Kalurahan Wukirharjo Kapanewon Prambanan,” jelasnya.

Sedangkan program Santunan Lansia Seumur Hidup diberikan kepada 40 orang se-Kabupaten Sleman. Santunan yang diberikan berupa tunai sejumlah 300 ribu rupiah per orang dan Santunan paket logistik sembako. Bantuan ini diberikan setiap 3 bulan sekali.

Dalam sambutannya, Danang mengucapkan terima kasih kepada Baznas Sleman yang telah membantu Pemkab Sleman dalam upaya menangani kemiskinan di Kabupaten Sleman. Diharapkan bantuan ini dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu dan lansia, sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.

“Saya juga berterimakasih kepada Baznas Sleman, dalam program Kampung Berkah ini juga diberikan bantuan untuk penanggulangan stunting,” ujarnya. (SBD/KIM Tempel)




Peringati Tahun Baru Islam, Baznas Sleman Berikan Bantuan untuk Anak Yatim

Sleman – Memperingati tahun baru Hijrian 1 Muharram, Baznas Sleman menggelar program Yatim Ceria yang diadakan di Masjid Agung Wahidin Soedirohusodo, Sleman, Sabtu (5/8) pagi. Acara ini dihadiri Bupati Sleman, beserta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemkab Sleman. Secara simbolis, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan santunan kepada lima anak yatim

Ketua Baznas Sleman Kriswanto, menyebutkan pada kesempatan ini diserahkan santunan kepada 430 anak yatim se-Kabupaten Sleman. Ia juga mengatakan jika jumlah tersebut terdiri dari 5 anak yatim dari setiap kalurahan yang ada di Kabupaten Sleman.

Jumlah bantuan bagi masing-masing anak yatim diberikan sebesar 250 ribu rupiah. Sedangkan total santunan yang disalurkan sejumlah Rp175,5 juta.

“Terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan Baznas Kabupaten Sleman dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah,” ujar Kriswanto.

Lebih lanjut, Kriswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan dalam rangka memuliakan bulan Muharam dan memperingati HUT RI yang ke-78.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berpesan agar anak yatim selalu mendapatkan pendampingan dan motivasi agar dapat tumbuh optimal untuk meraih masa depan.

Menurut Kustini, kesuksesan anak di masa depan mudah terwujud jika diberikan dukungan sekaligus fasilitas yang mereka butuhkan, termasuk bagi anak yatim.

“Tadi saya tanya ada yang cita-citanya jadi polisi, jadi guru, jadi dokter, pemain sepak bola. Maka ini harus kita dukung,” ujar Kustini.

“Salah satunya melalui program pendidikan gratis yang dimiliki Pemkab Sleman bagi masyarakat kurang mampu, bahkan sampai perguruan tinggi,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok).




Seyegan Gelar MTQ Tingkat Kapanewon Tahun 2023

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kapanewon Seyegan tahun 2023 di Komplek Kapanewon Seyegan, Minggu (30/7/2023). Mengambil tema Dengan MTQ Kita Wujudkan Generasi yang Qurani, Cerdas, dan Berdaya Saing, MTQ ini diikuti oleh 170 peserta dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA, SMK, dan ponpes dengan cabat perlombaan Tilawah Qur’an, Tartil Qur’an, syahril Qur’an, Tahfidz Qur’an, Adzan dan Kaligrafi.

“Maksud dan tujuan dari MTQ yaitu sebagai forum atau wahana silaturahmi ulama- umara- kafilah dalam meningkatkan isi kandungan Al Qur’an,” ujar Hasyim, Ketua Panitia MTQ dan juga Ketua LPTQ Seyegan.

Ketua LPTQ Kabupaten Sleman, Muhsin Kalida, mengapresiasi pelaksaan MTQ ini, di mana para peserta terlihat sangan bersemangat mengikuti cabang perlombaan.

Ia juga menyampaikan bahwa Lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an Kabupaten Sleman, saat ini terus berbenah dengan melakukan penguatan penguatan yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), networking (jaringan) dan publish.

“Dengan penguatan yang dilakukan, saya berharap penyelenggaraan MTQ akan lebih baik dan profesional, serta penyelenggaraannya melibatkan sektor usaha untuk menunjang pendanaannya. Sekaligus dengan MTQ syiar Islam juga akan lebih meningkat,” ujar Muhsin.

Sementara itu Samino, Panewu Seyegan dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ ini merupakan hajat tahunan yang mempunyai makna Syair dan Syiar.

“Syair dalam kandungan Al Qur’an yang digemakan di semua cabang yang dilombakan. Sedangkan syiar Islam ditengah kemajuan teknologi informasi yang sedikit banyak berdampak pada generasi muda,” ungkap Samino.

Untuk itu, lanjutnya, dengan membumikan Al Qur’an diharapkan menjadi bentuk kewaspadaan terhadap generasi muda dengan memberi ruang yang cukup untuk mempelajari Al Qur’an.

Perlombaan sendiri dimulai dari pukul WIB dan berakhir pukul WIB. Keluar sebagai pemenang untuk Lomba Tartil kategori putra adalah Raffa Ahza Adhitama dari padukuhan Kasuran, dan untuk kategori putri adalah Chayra Fayyola Nadhifa dari Margoagung. Untuk Lomba Tilawah anak, keluar sebagai pemenang untuk kategori putra adalah Gilang Aditya Siraed dari Sompokan, dan untuk putri adalah Cindy Asyila Fatika dari Ngino.

Untuk lomba Tilawah Remaja, pemenang kategori putra adalah M. Ayub Ali Hasyim dari Kamal Kulon, dan kategori putri adalah Raissa Zafira Salsabila dari SMA N 1 Seyegan. Untuk lomba Tahfidz 1 Juz dan Tilawah kategori putra, pemenangnya adalah M. Rasyid Hanafi dari MTs N 1 Sleman untuk putra, dan Ilfia Farah Al Haja dari Sompokan untuk putri. Sementara untuk Tahfidz 5 Juz dan Tilawah, tidak ada yang berhasil meraih peringkat satu, dan untuk MSQ berhasil diraih oleh MTS N 1 Sleman.

Untuk lomba Kaligrafi, Azka Shesari Basrio dari Jamblangan berhasil meraih peringkat 1 kategori putra, dan Kayla Nadin dari SMP N 1 Seyegan untuk kategori putri. Untuk adzan tingkat anak dimenangkan oleh Ahmad Munaji dari SD N Susukan, serta untuk tingkat remaja berhasil dimenangkan oleh Muh. Ma’ruf dari Terwilen.

Setiap pemenang masing-masing mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan, serta berhak mewakili Kapanewon Seyegan pada lomba MTQ tingkat kabupaten.  (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Sambut Jemaah Haji 2023, IPHI Berbah Gelar Pengajian Ahad Pahing

Sleman – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kapanewon Berbah menggelar Mangayubagya Kedatangan Jemaah Haji 2023 berbarengan dengan Selapanan Ahad Pahing pada Minggu (30/7/2023) di Masjid Besar Al Maulani Kalitirto, Berbah.

Anas Mahduri, Ketua IPHI Berbah menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu wujud untuk melestarikan kemabruran haji.  “Kemabruran haji itu sepanjang hayat,” tukasnya.

Kepala KUA Kapanewon Berbah, Handoyo, menambahkan bahwa pada tahun ini, ada 53 jemaah haji yang berasal dari Berbah.

“Alhamdulillah, 53 jemaah haji dari Berbah selamat, walaupun mengalami berbagai ujian berat, cuaca ekstrim maupun kondisi secara umum,” tuturnya.

Acara inti, berupa pengajian disampaikan oleh Ustaz Okrizal Eka Putra, dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Okrizal menyampaikan tujuh pesan Hijriyah, yaitu pertama adalah Hijrah bukan melarikan diri dari medan perang, tetapi strategi untuk membangun kekuatan. Pesan yang kedua adalah hijrah untuk menguji tingkat keimanan para sahabat Nabi, apakah mereka betul-betul patuh dengan perintah Allah dan Rasul Nya. Pesan ketiga adalah Kebencian kafir Quraisy yang luar biasa, buktinya sampai di Madinah masih terus dikejar dan tahun ke 2 terjadi perang Badar.

Untuk pesan keempat, hijrah adalah untuk menunjukkan bahwa Allah dan Muhammad lebih dicintai daripada harta dan keluarga, walaupun kecintaan keduanya adalah fitrah manusia. Pesan kelima adalah perjuangan bukanlah seperti berjalan di atas karpet merah yang dipenuhi dengan wangi bunga, tetapi jalan yang dipenuhi onak dan duri.

Pesan keenam, kesabaran adalah kunci keberhasilan sebuah perjuangan untuk menegakkan agama Allah.

“Terakhir, pesan kedelapan adalah membuktikan bahwa Islam adalah agama Fitrah, musuh-musuh Rasulullah yang selama bertahun-tahun memusuhi Islam, akhirnya tahun 8 Hijriyah memeluk Islam,” pungkas Okrizal. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah).