Baznas Sleman Salurkan Bantuan Hewan Kurban untuk Warga

Sleman –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman menyaluran bantuan hewan kurban ke Posko Dekontaminasi dan Pemakaman korban COVID-19 BPBD Kabupaten Sleman dan 4 Kapanewon di Kabupaten Sleman pada, Rabu (21/7/2021).

Penyaluran dilakukan secara simbolis berupa 2 ekor kambing yang diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan diterima langsung oleh Makwan, Kepala Bidang Kedaulatan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman di Posko Dekontaminasi dan Pemakaman COVID-19 yang berada di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Sleman.

“Mengharapkan penyerahan bantuan hewan kurban ini bisa bermanfaat dan para petugas semakin semangat dan tetap terjaga imunitas tubuhnya,” ujar Kustini.

Selain penyaluran hewan kurban di Posko Dekontaminasi dan Pemakaman korban COVID-19, Baznas Sleman juga menyalurakan 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing di masing-masing 4 Kapanewon yaitu Prambanan, Minggir, Tempel, dan Seyegan.

Ketua Baznas Kabupaten Sleman Kriswanto menjelaskan penyaluran hewan kurban ini menggunakan dana infak yang diperoleh oleh Baznas dan juga bekerja sama dengan Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

“Baznas menyalurkan hewan kurban ini bertujuan guna membantu masyarakat yang terdampak COVID-19,” ungkap Kriswanto.

Penyaluran hewan kurban di Kapanewon Seyegan sendiri dilaksanakan di Musala Sugiyatmi, Mangsel Kamal, Margomulyo, Kapanewon Seyegan. Musala Sugiyatmi ini dipilih karena berdasarkan survey yang dilakukan, masyarakat sekitar belum pernah melaksanakan kurban sama sekali, dan hanya mengikuti kurban di dusun lain.

Proses penyembelihan dan distribusi daging kurban juga tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Prokes tetap kami jalankan mengingat masih ditengah pandemi COVID-19 dan pembagian hewan kurban akan diantar oleh petugas ke rumah masing-masing warga,” jelas Handoyo, Kepala Kantor Urusan Agama Kapanewon Seyegan.

Penyaluran bantuan hewan kurban ini mendapatkan apresiasi dari warga sekitar Musala Sugiyatmi. Martoyo, Ketua Takmir Musala Sugiyatmi mengucapkan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang telah diberikan.

“Saya mewakili masyarakat sekitar Musala Sugiyatmi mengucapkan banyak terimasih kepada Baznas serta pihak yang mendukung kegiatan ini dan mengharapkan kegitan ini tetap terus berjalan kedepannya,” pungkas  Maryoto. (Rep Satyo)




Doa Lintas Agama dari Sleman untuk Indonesia

Sleman – Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap tingginya angka korban pandemi COVID-19, Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama pada Senin (19/7/2021). Kegiatan dilakukan secara virtual dari Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting, dan juga kanal Youtube Kemenag Sleman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Sidik Pramono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar yang dilakukan dalam menyikapi peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman.

“Pada hari ini kita mengadakan Doa Lintas Agama sebagai bentuk ikhtiar batiniah dengan tujuan untuk mendoakan para korban COVID-19,” ungkap Sidik.

Sidik mengatakan bahwa doa bersama ini dilakukan secara lintas Agama, baik dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Hal tersebut kata Sidik, perlu dilakukan karena pandemi berdampak keseluruh umat beragama.

“Hal ini menggambarkan bahwa pandemi COVID-19 ini merupakan wabah dan musibah yang dapat menimpa semua orang tanpa membedakan keyakinan,” ujar Sidik.

Sehingga, lanjut Sidik, dalam penanganannya dibutuhkan kesadaran dan perhatian seluruh umat beragama untuk bersinergi bersama agar pandemi ini dapat segera berakhir.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan bahwa kegiatan Doa Lintas Agama ini merupakan upaya spriritual yang dilakukan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di tengah upaya lainnya yang dilakukan seperti vaksinasi, penerapan prokes, dan PPKM Darurat.

“Doa bersama yang kita lakukan ini merupakan upaya untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar semua upaya kita dalam menghadapi pandemi ini dapat memberikan hasil yang optimal,” ujar Kustini.

Dengan berdoa, lanjut Kustini, kita dapat menguatkan spiritualisme, optimisme, keyakinan dan harapan kita dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, sehingga nantinya kondisi dapat kembali normal.

“Doa bersama ini dilandasi karena adanya spirit empati yang sama, dan bergerak atas nama kemanusiaan untuk membangun kekuatan bersama dalam menanggulangi pandemi COVID-19 ini,” tambah Kustini.

Doa Bersama Lintas Agama yang mengambil hashtag #PRAYFROMHOME Langitkan Doa dari Sleman untuk Indonesia ini dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh agama yang berada di Kabupaten Sleman. Untuk Agama Islam, doa dipimpin oleh KH. Syakir Ali dari MUI Kabupaten Sleman. Untuk Agama Katolik, doa dipimpin oleh Vikep DIY Romo Adrianus Maradio PR, dan doa Agama Kristen dipimpin oleh Pendeta Haru Sumbodo dari BKGK Kabupaten Sleman.

Untuk doa Agama Hindu dipimpin oleh Alit Mertiyasa dari Persada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Sleman, dan untuk Agama Budha dipimpin oleh Hasto Bramantyo dari Persatuan Umat Budha Kabupaten Sleman. Sementara doa Agama Konghucu dipimpin oleh WS Aji Chandra dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia DIY.




Pengembangan Ponpes untuk Mencetak Generasi Terbaik

Depok – Lurah Condongcatur secara simbolis melakukan pemasangan pertama bata ringan pembangunan Gedung Tahfidzul Qur-an Sekolah Tinggi Ilmu Alquran di Pondok Pesantren (Ponpes) Wahid Hasyim, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (29/6/2021).

Dalam sambutannya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa Ponpes Wahid Hasyim adalah pencetak generasi umat terbaik dengan santri-santrinya yang banyak berasal dari seluruh wilayah Indonesia. “Pengembangan dan pembangunan pondok harus didukung di tengah gencarnya pembangunan bangunan komersil lainnya seperti hotel, kos-kosan dan lainnya. Pondok pesantren yang ada di wilayah Condongcatur ini dapat sebagai penyeimbang,” kata Reno.

Jumlah santri Ponpes Wahid Hasyim saat ini sudah mencapai 2600 santri yang berasal dari berbagai daerah, namun karena pandemi Covid-19 mereka belajar via daring dari tempat asalnya masing-masing.

Sementara pengasuh Ponpes Wahid Hasyim KH. Jalal Suyuthi memohon doa restu semoga pembangunan ini senantiasa diberi kelancaran sehingga tahun ajaran baru nanti seiring kedatangan para santri proses pembangunan sudah dapat dinikmati dan bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan dan kajian Alquran.

“Kami juga mempunyai harapan bahwa pondok yang dinamakan Daarul Quran ini nantinya sebagai tempat asrama bagi para santri penghafal Alquran untuk tingkatan perguruan tinggi sehingga para santrinya dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan mampu menerapkan ajaran perintah menomorsatukan Allah dan membuat orang lain terhormat,” ujar KH. Jalal.

Ponpes Wahid Hasyim ini sudah berdiri sejak 11 Maret 1977. Wahid Hasyim adalah sebuah nama yang diberikan oleh KH. Abdul Hadi As-Syafii sebagai pendiri.

Untuk mendukung tujuan ponpes yang bertujuan mewujudkan santri yang mempunyai intelektualitas keagamaan yang luas dan juga berdedikasi tinggi dengan didasari akhlaqul karimah, pada 12 Oktober 1994, ponpes ini resmi berbadan hukum dengan dibentuknya Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim.

Ponpes Wahid Hasyim merupakan lembaga pendidikan Islam modern berbasis penanaman akhlaqul karimah, program tahfidz Alquran, pengembangan kemampuan berbahasa asing (Arab-Inggris), dan pengembangan keterampilan penguasaan Kitab At-Turats (Kitab Kuning).

Dengan misi menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal, melaksanakan pengabdian melalui pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi santri dan masyarakat, sebagai lembaga pendidikan dan sosial kemasyarakatan Wahid Hasyim kini menjadi salah satu institut pendidikan modern dan sosial keagamaan terkemuka di Yogyakarta. (Wasana/KIM Depok)




Ikut Perangi Pandemi, PGI Gelar Seminar Penanganan Covid-19

Depok – Pentingnya manajemen dan mitigasi bencana seperti pandemi Covid-19, mendorong Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah DIY menggelar seminar dan pelatihan tentang penanganan Covid-19 di Gedung Immanuel, Samirono Baru, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (25/6/2021).

PGI-Wilayah adalah persekutuan gereja yang dibentuk dan didukung oleh gereja-gereja dan atau jemaat-jemaat lain yang berada di wilayah tersebut dan disahkan oleh Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI dalam rangka perwujudan keesaan gereja di Indonesia.

Panewu Anom Kapanewon Depok, Wakhid Basroni mewakili Satuan Tugas Covid-19 Kapanewon Depok yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut menegaskan kembali penegakan prokes agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. “Penambahan kasus dikarenakan masyarakat sudah abai prokes, kita perlu berkolaborasi dengan satgas di tingkat bawah, termasuk satgas di gereja. Saya mendorong agar dapat mengoptimalkan satgas gereja untuk membantu penanganan covid,” jelas Wakhid.

Pada seminar ini, jemaat diberikan materi tentang Covid-19 secara umum, pencegahan dan pengendalian, dan protokol kesehatan. Seperti saat beribadah tatap muka pun tetap harus menerapkan prokes, dan sarpras juga harus disediakan seperti thermogun, tempat cuci tangan, sabun, dan informasi berkaitan prokes.

Menyikapi bencana Covid-19 yang merupakan bencana non alam, masyarakat harus fokus terhadap manajemen krisis dan harus lebih sadar tentang penggunaan masker dimana konsep dasarnya pengurangan resiko yaitu pencegahan terhadap bencana yang di alami.

Ketua Umum PGI Wilayah DIY, Pendeta Bambang Sumbodo menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi informasi dan bekal secara teknis penanganan kebencanaan alam dan non alam khususnya Covid-19. “Tak lupa saya memberikan motivasi untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan tempat ibadah seperti gereja,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan majelis gereja, organisasi pemuda dan mahasiswa serta satuan tugas atau gugus tugas yang ada di masing-masing gereja yang diundang.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




PRNU Nogotirto Resmi Luncurkan Mobil Layanan Umat

Ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping, KH. Ahmad Mabarun, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman secara resmi meluncurkan layanan mobil ambulans dari umat untuk umat di halaman Pondok Pesantren Mlangi Timur Kawasan Masjid Pathok Negoro Mlangi, Sabtu (12/6/2021).

Acara yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan pengendalian COVID-19 dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Jumali dilanjutkan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Mars kebesaran Nahdlatul Ulama Syubbanul Wathan yang merupakan ungkapan Cinta Tanah Air.

Dalam sambutannya, Rois Syuriah PRNU Nogotirto, Kyai Zamzami menuturkan bahwa Pengurus NU Kalurahan Nogotirto yang dibentuk oleh MWCNU Kapanewon Gamping sejak enam bulan silam telah mampu mengkoordinir penggalangan dana warga Nahdliyin di wilayah Nogotirto melalui program Koin NU sehingga dapat mewujudkan mobil layanan umat berupa ambulans.

“Bagi warga masyarakat di wilayah kalurahan Nogotirto, Trihanggo, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur se-Kapanewon Gamping yang memerlukan mobil ambulans dapat memanfaatkan mobil layanan umat ini secara gratis tanpa dipungut biaya karena memang tujuannya untuk kemaslahatan masyarakat,” tutur Kyai Zamzami dihadapan tamu undangan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, H. Saliman bahwa  pemberdayaan koin (kotak infaq) NU yang digalang selama ini agar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat khususnya warga yang membutuhkan kendaraan saat hendak berobat dan kebutuhan kesehatan lain, serta dapat menjadii inspirasi untuk mengobarkan semangat berbagi dan berkhidmad kepada masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, dengan kekompakan yang luar biasa dari warga Nahdliyin dan seluruh Banomnya juga seluruh masyarakat bisa mengumpulkan uang yang dikoordinir pengurus, salah satunya diwujudkan dengan mobil ambulans sehingga bisa membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan sarana transportasi mengantar orang sakit ke klinik kesehatan atau ke rumah sakit,” tambah H. Saliman.

Turut hadir dalam kegiatan Lurah Nogotirto, Faizin, Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta, KH. Mas’ud Masduki, Khatib Syuriah PWNU DIY, KH. Hasan Abdullah, Jajaran Pengurus MWCNU Gamping, perwakilan Ketua Ranting NU di wilayah Gamping, Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, warga Nahdliyin dan tokoh masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)